Dia menyatakan bahwa pencapaian di sektor komoditas pendamping ini merupakan indikator bahwa strategi diversifikasi dan konsolidasi aset pasca-penggabungan berjalan sesuai target perusahaan.
"Pascamerger, kami memiliki tanggung jawab untuk mengelola aset agrikultur yang lebih luas dan beragam. Publik memang lebih mengenal PTPN IV PalmCo melalui kelapa sawit," kata dia.
"Namun kami memiliki fokus yang sama besarnya untuk mengembangkan komoditas karet, teh, dan kopi," tambahnya lagi.
Menurutnya, optimalisasi pada sektor non-core ini terus kami dorong agar seluruh lini bisnis dapat beroperasi secara efisien, mandiri, dan berkontribusi positif pada profitabilitas perusahaan.
Baca Juga:
Sedangkan Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa peningkatan produksi kopi merupakan hasil dari penerapan standarisasi kultur teknis di lapangan, terutama sebagai langkah adaptasi terhadap dinamika iklim.
"Pertumbuhan pada komoditas kopi adalah wujud dari perbaikan kultur teknis yang kini lebih terstandarisasi," kata Rediman Silalahi.
Pihaknya mengawal program penyisipan tanaman dan pengaturan penaung secara ketat untuk menjaga mikroklimat perkebunan.
Baca Juga:
"Di tengah fluktuasi cuaca yang memengaruhi intensitas hujan dan cahaya, disiplin pangkas dan wiwil menjadi langkah krusial untuk menjaga stabilitas cabang-cabang produktif agar tetap berbuah optimal," tegas Rediman.
Pemeliharaan Mutu Karet dan Efisiensi Operasional Teh
Selain kopi, perbaikan kualitas operasional juga difokuskan pada komoditas karet. Hal ini tecermin pada kuartal pertama tahun ini dari capaian mutu Ribbed Smoked Sheet (RSS) yang terealisasi pada level 99,63 persen melebihi standar yang hanya 98 persen.
Tags
beritaTerkait
komentar