Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Dukungan itu, berdasarkan keterangan resmi yang diterima media, kemarin, dilontarkan oleh Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, saat memberikan kata sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GAPKI 2026 yang digelar di kota Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), 20-22 Mei 2026, yang lalu.
Rakernas tersebut dihadiri oleh Dida Gardera selaku Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI.
Bahkan, Eddy Martono bilang GAPKI akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan program itu, sekaligus sebagai sebuah sikap tegas dari asosiasi dan para pengusaha sawit.
"Khususnya dalam rangka turut berkontribusi memperkuat ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan," kata Eddy Martono.
Baca Juga:
"Ini mencerminkan tekad bersama bahwa industri kelapa sawit Indonesia harus terus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan nasional, baik untuk mendukung swasembada pangan maupun energi," tambah Eddy Martono.
Menurut Eddy, komitmen GAPKI tersebut dilakukan dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan dan keadilan bagi seluruh pelaku usaha, termasuk petani sawit.
Kebijakan yang adil, konsisten, dan berpihak pada kepentingan nasional, menurutnya, akan menciptakan iklim usaha yang sehat dan memberikan kepastian bagi seluruh pelaku industri.
Baca Juga:
Dengan sejarah yang telah dilalui, keunggulan serta potensi kelapa sawit sebagai komoditas strategis, GAPKI optimistis dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat.
Eddy berharap rakernas yang diikuti dewan pembina, dewan pengawas, dewan pakar, serta perwakilan seluruh cabang tersebut dapat menghasilkan program kerja dan kegiatan yang powerfull setahun mendatang.
"Khususnya dalam mewujudkan program-program yang menjawab tantangan di depan yang semakin kompleks," tambah Eddy Martono.

Dengan pengalaman GAPKI selama 45 tahun, dia bilang, GAPKI akan mampu menyusun program kerja yang handal dan mampu mendorong industri sawit Indonesia tumbuh.
"Khususnya tumbuh secara berkelanjutan, inklusif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," sambung Eddy Martono.
Selain pembahasan mengenai apa yang akan terus dikontribusikan GAPKI dalam membangun Indonesia, rakernas diawali dengan diskusi kelompok terpimpin atau focus group discussion.
Diskusi menghadirkan ketua bidang riset GAPKI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kementerian Pertanian, peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) serta Badan Karantina.
Mereka mengkaji transformasi riset dan inovasi perkebunan untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri kelapa sawit.
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan
Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret
Medan