Rabu, 06 Mei 2026

Didukung Kementan, GAPKI dan RPN Resmi Lepas SDG Sawit Asal Tanzania di Kebun Socfindo

Hendrik Hutabarat - Rabu, 06 Mei 2026 10:56 WIB
Didukung Kementan, GAPKI dan RPN Resmi Lepas SDG Sawit Asal Tanzania di Kebun Socfindo
Dok. pribadi
Dirjenbun Ali Djamil Harahap melepas SDG sawit asal Tanzania ke berbagai perusahaan. Kegiatan itu didukung Ditjenbun Kementan, dan diinisiasi oleh GAPKI, PT RPN, dan bertempat di Kebun karet Unit Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai, Sumut, Selasa (5/5/2026).
Tebing Syahbandar, asatupro.com - Didukung Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) resmi melepas sumber daya genetik (SDG) kelapa sawit asal Tanzania.

Pelepasan SDG sawit itu dilakukan pada tanggal cantik, yakni Selasa (5/5/2026), bertempat di kebun karet milik PT Socfindo di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan itu sendiri diketahui merupakan
upaya memperkuat fondasi genetik kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset.

Banyak tokoh dan pakar perkebunan hadir dalam kegiatan bertajuk "Pelepasan Sumber Daya Genetik Asal Tanzania – Pengayaan Plasma Nutfah untuk Generasi Baru Kelapa Sawit Indonesia" itu.

Baca Juga:

Seperti para pengurus GAPKI pusat dan Sumut, BPDP, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Ali Djamil Harahap, pihak Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Di samping itu, hadir juga Duta Besar (Dubes) Tanzania untuk Indonesia Macocha Moshe Tembele, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumut, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari riset inisiatif Dirjenbun yang berfokus pada pengayaan SDG sawit melalui eksplorasi internasional, khususnya dari Tanzania. Program ini juga mendapat dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Baca Juga:



Pelepasan SDG tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas keragaman plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.


Keragaman genetik dinilai sebagai faktor kunci dalam menghasilkan varietas unggul yang lebih produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta tahan terhadap berbagai cekaman lingkungan.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menyampaikan bahwa sumber daya genetik merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.

"Dengan hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk lebih memperkaya keragaman genetik yang kita miliki," kata Eddy Martono.

"Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan SDG sawit, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia," sambung Eddy Martono lagi

Adapun tujuan utama kegiatan ini, Eddy Martono membeberkan, meliputi penandaan pelepasan resmi SDG sawit asal Tanzania, penguatan fondasi genetik tanaman, dan peningkatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Serta, selain itu, mendorong lahirnya varietas unggul generasi baru yang mampu menjawab tantangan masa depan industri kelapa sawit.

"Kami memandang bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional merupakan hal yang sangat penting," ucapnya.




"Pendistribusian SDG ini bukan hanya sekadar kegiatan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di kancah global." papar Eddy.


Kepala Badan Karantina Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Manajemen Resiko Karantina Tumbuhan Aprida Cristin mengatakan, pemasukan benih kelapa sawit sumber daya genetik asal Tanzania ini merupakan langkah strategis.

Khususnya, kata Aprida Cristin, dalam mendukung pengembangan sektor pertanian nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia.

"Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk sumber daya genetik seperti benih sawit asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk memastikan tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem di Indonesia," kata Aprida.

Aprida memaparkan, sebelum diizinkan masuk oleh Menteri Pertanian, benih tersebut telah melalui tahapan analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara komprehensif.

Selanjutnya, dilakukan serangkaian tindakan karantina tumbuhan, mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.

Dia bilang, seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang menjadi landasan utama pihak Karantina.

Hal ini dilakukan guna mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), sekaligus melindungi kesehatan berbagai komoditas hayati dan kelestarian sumber daya genetik nasional.




Direktur Utama BPDP dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Penyaluran Dana, Mohammad Alfansyah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit melalui berbagai riset inisiatif strategis.


"BPDP memiliki komitmen dalam mendukung riset inisiatif strategis. Dukungan pendanaan merupakan bagian dari upaya penguatan industri sawit," ucapnya.

General Manager (GM) PT Socfin Indonesia Erikson Ginting sebagai tuan rumah mengaku bangga telah menjadi bagian dari kegiatan pelepasan sumber daya genetik asal Tanzania yang dirasa akan membawa manfaat besar bagi perusahaan.

"SDG ini akan memberikan manfaat yang nyata dan pendongkrak baru berdaya saing. Socfin selalu siap menjadi bagian dari penguatan industri sawit," pungkas Erikson.

Dengan pelepasan ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam industri kelapa sawit berbasis inovasi dan keberlanjutan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
Kembangkan SDM, PT LAT Trisakti Siapkan Magang bagi Penerima Beasiswa Sawit
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp 1,49 Miliar untuk Gereja dan Panti Asuhan saat Momen Paskah
PalmCo Sediakan Kebun untuk Introduksi Serangga Penyerbuk Sawit
Elaeidobius Si Serangga Penyerbuk Jadi Harapan Sawit Nasional
Anak Usaha Musim Mas Jadi Satu-satunya Perusahaan Sawit Peraih  PROPER Emas 2025
komentar
beritaTerbaru