Ironi Hukum di Medan! Watawan Jadi Korban, Malah Dikriminalisasi - Sidang Praperadilan Leo Sembiring Memanas
Ironi Hukum di Medan! Watawan Jadi Korban, Malah Dikriminalisasi Sidang Praperadilan Leo Sembiring Memanas
Hukrim
Pelepasan SDG sawit itu dilakukan pada tanggal cantik, yakni Selasa (5/5/2026), bertempat di kebun karet milik PT Socfindo di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut).
Kegiatan itu sendiri diketahui merupakan
upaya memperkuat fondasi genetik kelapa sawit nasional terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga riset.
Banyak tokoh dan pakar perkebunan hadir dalam kegiatan bertajuk "Pelepasan Sumber Daya Genetik Asal Tanzania – Pengayaan Plasma Nutfah untuk Generasi Baru Kelapa Sawit Indonesia" itu.
Baca Juga:
Seperti para pengurus GAPKI pusat dan Sumut, BPDP, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Ali Djamil Harahap, pihak Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Di samping itu, hadir juga Duta Besar (Dubes) Tanzania untuk Indonesia Macocha Moshe Tembele, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumut, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari riset inisiatif Dirjenbun yang berfokus pada pengayaan SDG sawit melalui eksplorasi internasional, khususnya dari Tanzania. Program ini juga mendapat dukungan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Baca Juga:

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono menyampaikan bahwa sumber daya genetik merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
"Dengan hadirnya SDG baru dari Tanzania ini, kita membuka peluang besar untuk lebih memperkaya keragaman genetik yang kita miliki," kata Eddy Martono.
"Hari ini kita tidak hanya mendistribusikan SDG sawit, tetapi menatap masa depan baru produktivitas kelapa sawit Indonesia," sambung Eddy Martono lagi
Adapun tujuan utama kegiatan ini, Eddy Martono membeberkan, meliputi penandaan pelepasan resmi SDG sawit asal Tanzania, penguatan fondasi genetik tanaman, dan peningkatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Serta, selain itu, mendorong lahirnya varietas unggul generasi baru yang mampu menjawab tantangan masa depan industri kelapa sawit.
"Kami memandang bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan mitra internasional merupakan hal yang sangat penting," ucapnya.

Khususnya, kata Aprida Cristin, dalam mendukung pengembangan sektor pertanian nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia.
"Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk sumber daya genetik seperti benih sawit asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk memastikan tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem di Indonesia," kata Aprida.
Aprida memaparkan, sebelum diizinkan masuk oleh Menteri Pertanian, benih tersebut telah melalui tahapan analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara komprehensif.
Selanjutnya, dilakukan serangkaian tindakan karantina tumbuhan, mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.
Dia bilang, seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang menjadi landasan utama pihak Karantina.
Hal ini dilakukan guna mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), sekaligus melindungi kesehatan berbagai komoditas hayati dan kelestarian sumber daya genetik nasional.

General Manager (GM) PT Socfin Indonesia Erikson Ginting sebagai tuan rumah mengaku bangga telah menjadi bagian dari kegiatan pelepasan sumber daya genetik asal Tanzania yang dirasa akan membawa manfaat besar bagi perusahaan.
"SDG ini akan memberikan manfaat yang nyata dan pendongkrak baru berdaya saing. Socfin selalu siap menjadi bagian dari penguatan industri sawit," pungkas Erikson.
Dengan pelepasan ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam industri kelapa sawit berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Ironi Hukum di Medan! Watawan Jadi Korban, Malah Dikriminalisasi Sidang Praperadilan Leo Sembiring Memanas
Hukrim
Kerjasama Dengan Pemkab Dairi, KUR Hadir 0 Bagi Pelaku UMKM
Daerah
Tebing Syahbandar, asatupro.com Didukung Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), Gabungan Pengusaha K
Perkebunan
BARA HATI Indonesia Desak Bea Cukai Bertindak Tegas, Soroti Lemahnya Pengawasan Rokok dan Miras Ilegal di 7 Wilayah Kerja
Hukrim
Musyawarah LPM Medan Helvetia Tuntas, Arya Syahputra Nahkodai Periode 2026&ndash2031
Medan
Bangunan Tanpa PBG di Medan Disorot, Diduga Rugikan PAD dan Minta Penindakan Tegas Dinas PKPCKTR serta SatpolPP
Medan
Berbaur Bersama Keluarga Asuh, Strategi Satgas Mendekatkan Diri Dengan Warga
Daerah
Usai Sarapan Pagi, Satgas Membantu Bersihkan Piring
Daerah
Delapan Keluarga Asuh, Satgas TMMD 128 Gebang Eratkan Kemanunggalan TNI Rakyat
Daerah
Air Mulai Ditampung Tandon Berdiri, Harapan Warga Pasar Rawa Kian Nyata
Daerah