Kepala Badan Karantina Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Manajemen Resiko Karantina Tumbuhan Aprida Cristin mengatakan, pemasukan benih kelapa sawit sumber daya genetik asal
Tanzania ini merupakan langkah strategis.
Khususnya, kata Aprida Cristin, dalam mendukung pengembangan sektor pertanian nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia.
"Setiap pemasukan bahan hayati ke Indonesia, termasuk sumber daya genetik seperti benih sawit asal Tanzania, diawasi secara ketat untuk memastikan tidak membawa risiko yang dapat mengganggu ekosistem di Indonesia," kata Aprida.
Aprida memaparkan, sebelum diizinkan masuk oleh Menteri Pertanian, benih tersebut telah melalui tahapan analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan secara komprehensif.
Baca Juga:
Selanjutnya, dilakukan serangkaian tindakan karantina tumbuhan, mulai dari pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, hingga pembebasan.
Dia bilang, seluruh proses panjang ini merupakan penerapan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) yang menjadi landasan utama pihak Karantina.
Hal ini dilakukan guna mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), sekaligus melindungi kesehatan berbagai komoditas hayati dan kelestarian sumber daya genetik nasional.
Baca Juga:

Direktur Utama BPDP dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Penyaluran Dana, Mohammad Alfansyah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit melalui berbagai riset inisiatif strategis.
Tags
beritaTerkait
komentar