Kamis, 30 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Berkat BPDP, PTPN 3, dan Dirjenbun, Petani Sawit Aspek-PIR Sumut Bisa Ikut PSR

Hendrik Hutabarat - Kamis, 02 April 2026 09:12 WIB
Berkat BPDP, PTPN 3, dan Dirjenbun, Petani Sawit Aspek-PIR Sumut Bisa Ikut PSR
Dok. Aspek-PIR Sumut
Syarifuddin Sirait selaku Ketua DPD I Aspek-PIR Sumut dan Ketua KPKS Kesepakatan ikut prosesi penandatanganan tiga pihak untuk program PSR di gedung BPDP, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Jakarta, asatupro.com - Berkat perhatian penuh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PTPN 3, dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), hal yang tadi dianggap mustahil akhirnya bisa terlaksana.

"Berkat BPDP, PTPN 3, dan Dirjenbun, tanaman sawit kami yang sudah berusia sekitar 40 tahun, akhirnya bisa diremajakan," kata Syarifuddin Sirait selaku Ketua DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia cabang Sumut, Kamis (2/4/2026) pagi.

Kepada para wartawan melalui sambungan telepon, Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Kesepakatan, Desa Gotting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, ini menjelaskan peremajaan tanaman sawit yang dimaksud adalah ikut program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan perjanjian kerjasama (PKS) tiga pihak untuk tahun 2026 tahap kedua yang diikuti oleh KPKS Kesepakatan, PTPN 3 selaku mitra pendamping, BPDP selaku penyalur dana program, dan Dirjenbun.

Baca Juga:

"Proses penandatanganan tiga pihak itu dilakukan Rabu (1/4/2026) siang di lantai 1 gedung BPDP, Jakarta," beber Sekretaris Umum (Sekum) DPP Aspek-PIR Indonesia ini.


Dari 288 hektar (Ha) yang diajukan, Syarifuddin Sirait bilang hanya 88.002 Ha yang disetujui untuk ikut program PSR . Sedangkan sisanya akan diajukan kembali ke tahap berikutnya.

Syarifuddin Sirait menilai perjuangan untuk ikut program PSR kali ini terasa sangat istimewa, mengingat berbagai hambatan yang sempat terjadi dan harus dihadapi pihaknya.

Baca Juga:

"Berbagai hambatan itu membuat kami enggak bisa meremajakan tanaman sawit kami yang rata-rata sudah berusia 40 tahun. Ada saja hambatan yang harus kami hadapi," kata dia.

Padahal pihaknya adalah para petani sawit yang ikut dalam program PIR lokal di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumut, pada tahun 1985/1986 yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia saat itu, HM Soeharto.

"Tapi ya sudahlah, kami melihat ke depan saja, enggak usah lagi mengingat kesusahan kami di masa lalu. Yang penting kami terus berupaya agar semua tanaman sawit kami yang sudah berusia tua bisa ikut program PSR," kata dia.


"Dan bagaimana pun, kami sangat berterimakasih kepada BPDP, Dirjenbun, dan PTPN 3 yang kami nilai sudah berpartisipasi sehingga memungkinkan kami ikut program PSR kali ini," tegas Syarifuddin Sirait selaku Ketua KPKS Kesepakatan Kabupaten Asahan dan Ketua DPD I Aspek-PIR Sumut.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
Kembangkan SDM, PT LAT Trisakti Siapkan Magang bagi Penerima Beasiswa Sawit
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp 1,49 Miliar untuk Gereja dan Panti Asuhan saat Momen Paskah
Elaeidobius Si Serangga Penyerbuk Jadi Harapan Sawit Nasional
Anak Usaha Musim Mas Jadi Satu-satunya Perusahaan Sawit Peraih  PROPER Emas 2025
Ini Tekad Kuat Aspek-PIR Indonesia terkait Petani Sawit
komentar
beritaTerbaru