Jumat, 08 Mei 2026

Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi

Hendrik Hutabarat - Jumat, 05 Desember 2025 12:38 WIB
Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi
Dok.BEI
Kepala PT BEI Perwakilan Sumut, Muhammad Pintor Nasution, saat memberikan paparan kepada para wartawan di Medan, Kamis (4/12/2025).
Medan, asatupro.com - Banjir bandang yang meluluhlantakkan tiga provinsi di kawasan Sumatera bagian utara, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), telah memicu sentimen publik kepada sejumlah penyebab bencana alam tersebut.

Sentimen publik itu merujuk pada tudingan yang menyebutkan bencana alam di Sumatera, salah satunya, disebabkan oleh kehadiran perkebunan kelapa sawit yang jumlahnya mencapai ribuan hektar di tiga provinsi di kawasan Sumbagut tersebut.

Terjadinya koreksi atas saham emiten perkebunan itu dibenarkan oleh Muhammad Pintor Nasution selaku Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumut kepada para wartawan di Andaliman Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, Medan, Kamis (5/12/2025) sore.



Baca Juga:

"Iya, memang beberapa waktu terakhir ini emiten berbasis agro (pertanian dan perkebunan - red) terkoreksi pascamencuatnya informasi banjir bandang," kata Pintor Nasution.


Demi menjaga etika, dirinya kemudian menolak mengungkapkan saat ditanya ama-nama emiten perkebunan dan berapa banyak persentase koreksi yang terjadi pada saham-saham berbasis agro tersebut.

Namun Pintor Nasution menjelaskan bahwa di saat yang sama saham-saham dari berbagai emiten pertambangan justru tidak terganggu atas mencuatnya informasi bencana banjir bandang Sumatera.

Baca Juga:

"Mungkin karena mayoritas perusahaan tambang kebanyakan beroperasi di Pulau Kalimantan, jadi enggak terjadi sentimen negatif, tidak mengalami koreksi emiten pertambangan di bursa saham," kata dia menambahkan.




"Sementara di pulau Sumatera ini yang paling banyak kan industri perkebunan dan pengolahannya, sehingga informasi bencana banjir bandang itu memengaruhi emiten saham perkebunan," tuturnya lebih lanjut.


Apa yang terjadi pada saham emiten agro saat ini, ungkap Pintor Nasution, membuktikan kalau bursa saham memang sangat sensitif terhadap informasi yang mencuat ke permukaan, sehingga sering memunculkan perubahan atau pergerakan saham, baik turun maupun naik.

"Artinya, bisa kita bilang bursa saham itu sejatinya memperdagangkan informasi dan menjadi rujukan bagi investor untuk membeli atau melepas saham emiten tertentu," tegas Muhamad Pintor Nasution selaku Kepala PT BEI Sumut.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Soal THR, Ini Saran Otoritas Bursa ke Para Pekerja
Ada Kabar Gembira Terkait Perkembangan Pasar Modal Syariah 2025
BMKG Ungkap Tuntas Penyebab Bencana Hidrometeorologi pada Akhir November 2025 Lalu
Perkebunan Kelapa Sawit Dituding Sumber Bencana, Begini Kata Wakil Rektor USU
Memasuki Bulan ke Tiga Musibah Banjir Bandang Aceh, Kondisi Masih Sangat Memprihatinkan
komentar
beritaTerbaru