Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Kondisi tersebut disampaikan langsung Ketua Yayasan Taman Istiqomah Atjeh, Khairul Abrar IH, saat melakukan kunjungan lapangan ke Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua dan Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, dalam agenda peresmian sumur bor bagi masyarakat dengan Komunitas Sahabat Peduli Aceh Selasa (3/2/2026).
Dalam rilis yang diterima media asatupro.com, Rabu (4/2/2026), Khairul Abrar IH menegaskan bahwa hingga memasuki bulan ketiga pasca bencana, penanganan di lapangan masih berjalan sangat lambat dan belum menyentuh akar persoalan penderitaan warga.
"Fakta di lapangan sangat memprihatinkan. Warga masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, keterbatasan WC umum, minimnya bantuan kebutuhan harian, dan hampir tidak ada akses lapangan kerja bagi masyarakat korban banjir," tegas Khairul Abrar IH.
Baca Juga:
Lebih memprihatinkan lagi, menurutnya, pemerintah sejauh ini terlalu fokus pada penanganan darurat fisik, sementara pemulihan mental dan psikologis masyarakat nyaris terabaikan.
Ia juga menyoroti lambannya proses pembersihan lumpur dan material tanah yang masih menutup kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa tetap hidup di lingkungan yang kotor, tidak sehat, dan rawan penyakit.
"Ini sudah masuk bulan ketiga. Seharusnya bukan lagi bicara darurat, tapi pemulihan. Namun yang terjadi, masyarakat masih hidup dalam situasi seperti hari-hari pertama bencana," ujarnya.
Baca Juga:
Khairul Abrar IH mengakui bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah. Namun, ia menilai kehadiran negara di wilayah terdampak banjir bandang Aceh belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat.
"Pemerintah sudah bekerja, tetapi jelas tidak cukup. Penanganan bencana sebesar ini tidak bisa dilakukan secara sporadis. Harus ada keterlibatan serius dan terkoordinasi dari organisasi masyarakat dan NGO," katanya.
Lebih lanjut, Khairul Abrar IH secara tegas meminta pemerintah pusat turun tangan lebih serius dan tidak menyerahkan sepenuhnya beban pemulihan kepada pemerintah daerah.
"Kalau pemerintah pusat tidak memperkuat dukungan secara nyata, maka penderitaan warga korban banjir bandang Aceh akan terus berlarut-larut. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan di tengah bencana," pungkasnya.rel**
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sidang Paripurna DPRD Kota Padangsidimpuan mendadak memanas usai Wali Kota membacakan pengantar Rancangan
Daerah
BUPATI DAIRI DI RPP PEMUDA PANCASILA, JAUHI JUDI ONLINE DAN NARKOBA, JADI PELOPOR DI TENGAH MASYARAKAT
Daerah
SHM Diduga Terbit di Atas HGU Aktif, Kejatisu Terkesan Lamban Formapera Siap Turun Aksi dan Bawa ke Kejagung
Peristiwa
HARIMAU SUMATERA MUNCUL DI KUTA SAGA, CAMAT KERAJAAN BERSAMA BKSDA, TNI/POLRI PASANG KAMERA TRAP DAN SIAGA JAGA WARGA
Peristiwa
Ratusan Media Siber Sumut Siap Bergabung di SMSI
Nasional
Medan, asatupro.com Lebih 4.000 ton beras dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) dikirim ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan diterima oleh p
Nusantara
Tambang Dolomit PT Teratai Jaya Stone di Desa Pamah Diduga Ilegal, 4 Alat Berat Tetap Beroperasi, Warga Menjerit Hirup Debu dan Jalan Desa H
Daerah
Sambut HUT ke81 TNI, Kodim 0208/Asahan dan Polsek Talawi Gelar Bazar Murah di Batu Bara
Daerah
Bupati Dairi Vickner Sinaga Terima Audiensi DPC PIKI, Dukung Penuh Pelantikan dan Seminar UMKM 27 Oktober 2026
Daerah