Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Pemcam Berampu dan Warga Kerja Bakti Bersih Desa Jelang HUT RI ke-81
Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Pemcam Berampu dan Warga Kerja Bakti Bersih Desa Jelang HUT RI ke81
Daerah
Kondisi tersebut disampaikan langsung Ketua Yayasan Taman Istiqomah Atjeh, Khairul Abrar IH, saat melakukan kunjungan lapangan ke Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua dan Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, dalam agenda peresmian sumur bor bagi masyarakat dengan Komunitas Sahabat Peduli Aceh Selasa (3/2/2026).
Dalam rilis yang diterima media asatupro.com, Rabu (4/2/2026), Khairul Abrar IH menegaskan bahwa hingga memasuki bulan ketiga pasca bencana, penanganan di lapangan masih berjalan sangat lambat dan belum menyentuh akar persoalan penderitaan warga.
"Fakta di lapangan sangat memprihatinkan. Warga masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, keterbatasan WC umum, minimnya bantuan kebutuhan harian, dan hampir tidak ada akses lapangan kerja bagi masyarakat korban banjir," tegas Khairul Abrar IH.
Baca Juga:
Lebih memprihatinkan lagi, menurutnya, pemerintah sejauh ini terlalu fokus pada penanganan darurat fisik, sementara pemulihan mental dan psikologis masyarakat nyaris terabaikan.
Ia juga menyoroti lambannya proses pembersihan lumpur dan material tanah yang masih menutup kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa tetap hidup di lingkungan yang kotor, tidak sehat, dan rawan penyakit.
"Ini sudah masuk bulan ketiga. Seharusnya bukan lagi bicara darurat, tapi pemulihan. Namun yang terjadi, masyarakat masih hidup dalam situasi seperti hari-hari pertama bencana," ujarnya.
Baca Juga:
Khairul Abrar IH mengakui bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah. Namun, ia menilai kehadiran negara di wilayah terdampak banjir bandang Aceh belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat.
"Pemerintah sudah bekerja, tetapi jelas tidak cukup. Penanganan bencana sebesar ini tidak bisa dilakukan secara sporadis. Harus ada keterlibatan serius dan terkoordinasi dari organisasi masyarakat dan NGO," katanya.
Lebih lanjut, Khairul Abrar IH secara tegas meminta pemerintah pusat turun tangan lebih serius dan tidak menyerahkan sepenuhnya beban pemulihan kepada pemerintah daerah.
"Kalau pemerintah pusat tidak memperkuat dukungan secara nyata, maka penderitaan warga korban banjir bandang Aceh akan terus berlarut-larut. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan di tengah bencana," pungkasnya.rel**
Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Pemcam Berampu dan Warga Kerja Bakti Bersih Desa Jelang HUT RI ke81
Daerah
Ketua DPRD Wong Chun Sen Mendorong Polrestabes Medan Terapkan RJ dalam Kasus AT, Legislatif Nilai Syarat Perdamaian Telah Terpenuhi
Medan
Menyambut Dirgahayu RI ke81, Koordinator GPPMI DKI Jakarta Anggiat Andreas Purwanto Serukan Pesan Kedamaian dan Tangkal Hoaks Pemecah Belah
Nasional
Padangsidimpuan, Asatupro.com Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sibolga menyatakan penanganan pe
Hukrim
Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Pertanyakan Kesimpulan Bunuh Diri "Ada Indikasi Tindak Pidana"
Peristiwa
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sebanyak 75 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) resmi dilepas untuk
Daerah
Medan, asatupro.com Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya mengamankan pasok
Ekonomi
Skandal 6,8 Kg Ganja di Lapas Padangsidimpuan GMPETSU Desak Pencopotan Kalapas dan Usut Tuntas Pembiaran!
Peristiwa
CarutMarut PKH Medan Makmur, Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen Pertanyakan Keseriusan Pemko Salurkan Bansos
Medan
Transformasi UMKM Katering, Tim PKM Undhira Terapkan Inovasi Produksi hingga Zero Waste di UD. Lelli Sporty.
Pendidikan