Yang menarik, Bupati Saipullah Nasution tersebut mengaku selalu mendapatkan informasi siapa saja pihak atau aktor di belakang setiap aksi unjukrasa terkait masalah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Madina.
"Bahkan tiap malam ada info lewat aplikasi WA ke saya tentang siapa di belakangnya di setiap aksi. Artinya kita positive thinking saja," ungkap Bupati Madina.
"Setiap masalah yang diajukan ke kita, kita akan lihat data yang ada, dan apabila data itu tidak sama, kita akan pertemukan antara masyarakat atau koperasi, dengan perusahaan," jelas Bupati.
Sekadar mengingatkan, massa yang tergabung dalam AMTB meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Madina untuk membantu menyelesaikan hak plasma 20 persen yang dituntut masyarakat Kecamatan Tabuyung melawan PT DIS selaku pemegang HGU.
Baca Juga:
Bupati Saipullah Nasution menerima langsung Aksi unjukrasa massa AMTB yang didominasi oleh kaum perempuan, dan meminta masyarakat bersabar karena Pemda Madina akan bekerja.
"Apabila nanti data yang diberikan masyarakat dan yang dimiliki Pemda Madina tidak sama (termasuk yang terkait dengan gak plasma - red) dan masyarakat tidak menerima keputusan yang ada," ujar Bupati Madina.
Baca Juga:
"Makasih masyarakat disarankan melaporkan persoalan yang ada ke ranah hukum, baik lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atau tuntutan perdata, dan pemerintah akan menyiapkan penasehat hukumnya," ucap Bupati Madina.
Tags
beritaTerkait
komentar