Sebut Urus Perkara di Polisi Bayar Rp25 Juta, Ketua Bobby Lovers Diduga Cemarkan Nama Baik Polri
Sebut Urus Perkara di Polisi Bayar Rp25 Juta, Ketua Bobby Lovers Diduga Cemarkan Nama Baik Polri
Medan
Medan,asatupro.com-Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, menyatakan kekecewaannya atas pemberitaan di sejumlah media yang menuding adanya praktik korupsi Beasiswa KIP Kuliah di lingkungan LLDikti.
Menurutnya, tuduhan tersebut merupakan sesat logika karena LLDikti adalah lembaga pemerintah yang mengurusi perguruan tinggi swasta (PTS) dan tidak memiliki mahasiswa.
"Pengusulan calon penerima Beasiswa KIP Kuliah dilakukan oleh kampus setelah mahasiswa mengikuti seleksi masuk. Usulan itu harus dilengkapi dokumen, seperti surat keterangan kurang mampu, dan seluruh prosesnya sudah tersistem serta terkoneksi langsung ke Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi," tegas Prof. Saiful, Sabtu, (28/02/2026).
Ia menjelaskan, peran LLDikti hanya sebatas memastikan dan memverifikasi data yang diusulkan secara daring oleh operator perguruan tinggi sesuai dengan syarat dan ketentuan.
Baca Juga:
"LLDikti hanya memverifikasi apakah data yang diusulkan memenuhi aturan. Syarat mahasiswa penerima KIP Kuliah berasal dari program studi terakreditasi serta laporan PDDikti periode Oktober dan Maret terpenuhi minimal 90 persen. Sistem secara otomatis memfilter usulan calon penerima beasiswa," ujarnya.
Prof. Saiful juga mengimbau pihak-pihak yang belum memahami mekanisme pengusulan beasiswa agar bertanya terlebih dahulu, bukan justru menyebarkan informasi keliru di media.
"Kami kecewa dan heran mengapa informasi yang disampaikan diberitakan seolah-olah kami mengorupsi uang KIP mahasiswa, padahal kami sendiri tidak punya mahasiswa. Jangan menyebarkan hoaks. Apalagi ada dugaan pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang belakangan selalu menyalahkan LLDikti," katanya.
Baca Juga:
Ia mempersilahkan, pihak yang menuding adanya korupsi untuk menunjukkan bukti konkret. "Silakan tunjukkan kapan, di mana, siapa mahasiswanya, dari kampus mana, serta di mana letak korupsi KIP yang dituduhkan kepada LLDikti," tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, perguruan tinggi yang membuka rekening tabungan mahasiswa dengan menggandeng bank sebagai mitra. Buku tabungan dan kartu ATM diserahkan langsung kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah melalui bagian kemahasiswaan.
"Untuk kuota KIP Kuliah tahun 2025 di LLDikti Wilayah I sebanyak 3.900 mahasiswa, ditetapkan oleh pusat berbasis akreditasi program studi. LLDikti hanya meneruskan usulan pimpinan perguruan tinggi," jelasnya.
Ia menambahkan, dana SPP mahasiswa langsung dikirim ke rekening pimpinan perguruan tinggi, bukan ke rekening LLDikti. Sementara dana biaya hidup mahasiswa dikirim langsung oleh kementerian ke rekening masing-masing mahasiswa penerima bantuan.
"Tidak ada satu rupiah pun dana KIP Kuliah yang masuk ke rekening LLDikti. Semua langsung ke kampus dan mahasiswa sesuai peruntukan," pungkas Prof. Saiful.
Sebut Urus Perkara di Polisi Bayar Rp25 Juta, Ketua Bobby Lovers Diduga Cemarkan Nama Baik Polri
Medan
HARI Desak Kejati dan Kejari SeIndonesia Bongkar Mafia MBG, Jangan Hanya Berhenti di Pusat
Nasional
Komandan Resiman Arhanud 1 Pasgat Bersama Para Perwira Kunjungi Kantor Bea Cukai Medan
Medan
Anggota DPR RI PDIP Deddy Sitorus Pertanyakan Permintaan Kompensasi Bobby Nst Ke PLN Pencitraan Atau Gubernur Ngak Paham
Medan
Menjaga Ruang Publik dari Kriminalitas Jalanan, GMNI Sumut Dorong Kolaborasi Semua Pihak
Medan
Banda Aceh,asatupro.comKetua Ikatan Cut Putroe Bangsawan Aceh (ICPBA), Cut Sawadi, menggelar pertemuan khusus dengan keluarga besar keturun
Nusantara
Izin PBG Sky Cros Milik Rumah Sakit Ibu dan Anak Rosiva Dipersoalkan
Hukrim
Warga Resah, Batching Plant di Batu Bara Diduga Gunakan Jalan PT Socfindo Tanpa Izin, Debu dan Kerusakan Jalan Jadi Keluhan
Daerah
Medan,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik sebagai bagian dari upaya membangu
Medan
Medan,asatupro.comPeringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada hari Jumat (05/06/2026), ditindaklanjuti pula Pengurus Wilayah
Perkebunan