Senin, 20 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Pasca Darurat Bencana, Khas Aceh Warning Investasi Besar-Besaran Sektor Tambang dan Perkebunan di Aceh

Jalaluddin Lase - Jumat, 28 November 2025 21:33 WIB
Pasca Darurat Bencana, Khas Aceh Warning Investasi Besar-Besaran Sektor Tambang dan Perkebunan di Aceh
Direktur Khas Aceh, Khairul Abrar IH
Banda Aceh,asatupro.com-Konsorsium Hutan Sungai Aceh (Khas Aceh) mengeluarkan pernyataan resmi yang menghimbau Gubernur Aceh, Mualem, untuk segera mengkaji ulang investasi besar-besaran di sektor pertambangan dan perkebunan, terutama setelah Aceh ditetapkan dalam kondisi Darurat Bencana akibat banjir besar yang melanda hampir seluruh kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Dalam rilis yang dikirim pada Jumat (28/11/2025), Direktur Khas Aceh, Khairul Abrar IH, menegaskan bahwa bencana yang terjadi bukanlah fenomena tiba-tiba. Menurutnya, tingginya intensitas hujan memang menjadi pemicu, namun besarnya dampak banjir berkaitan erat dengan kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama.

"Banjir besar yang melanda Aceh hingga menyebabkan korban jiwa dan harta tidak terjadi begitu saja. Ini adalah akumulasi dari perambahan hutan, baik legal maupun ilegal, serta pembukaan kawasan tambang yang telah merusak hutan secara parah dan mengurangi tutupan lahan secara signifikan," ujar Khairul Abrar dalam pernyataannya.

Ia menyebutkan bahwa hampir semua daerah kini berada pada status darurat bencana, dan kondisi tersebut seharusnya menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam menerbitkan izin investasi yang berpotensi merusak lingkungan.

Baca Juga:

Lebih lanjut, Khairul Abrar meminta Gubernur Mualem untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin tambang dan perkebunan, termasuk izin - izin yang sudah terlanjur direkomendasikan oleh gubernur - gubernur sebelumnya, tetapi dinilai dapat memperburuk kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana.

"Kami meminta Gubernur Mualem agar mengevaluasi seluruh izin pertambangan dan perkebunan yang berpotensi merusak lingkungan. Investasi yang tidak mempertimbangkan aspek ekologis hanya akan membawa Aceh ke dalam siklus bencana yang terus berulang," tegasnya.

Khas Aceh juga mendesak pemerintah untuk memperkuat pengawasan di lapangan serta menindak tegas seluruh aktivitas perambahan hutan dan pertambangan ilegal. Menurut lembaga tersebut, upaya mitigasi dan pemulihan kawasan hutan harus menjadi prioritas utama untuk mencegah bencana lebih besar di masa depan.

Baca Juga:

Khas Aceh berharap pemerintah Aceh dapat mengambil langkah strategis dan bijaksana demi menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi bencana alam serta keselamatan masyarakat Aceh secara menyeluruh.rel**

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp 1,49 Miliar untuk Gereja dan Panti Asuhan saat Momen Paskah
KHAS Aceh: Alih Fungsi Lahan Secara Besar-Besaran di Bireuen, Bupati Harus Bertanggung Jawab
Ini Rute Bus Program Mudik Gratis Lebaran 2026 PTPN IV PalmCo
Abubakar dan Ali Derlan Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal Tapsel - Madina
Ketua MPU Aceh Sebut Kapolda Aceh Pekerja Keras yang Turun Tangan Saat Bencana
Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Perbatasan Tapsel-Madina Bertambah Menjadi 17 Orang Tersangka
komentar
beritaTerbaru