Jumat, 17 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Jurnalis Senior Andi F. Noya Tinjau Huntara bagi Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang

Hendrik Hutabarat - Kamis, 29 Januari 2026 19:43 WIB
Jurnalis Senior Andi F. Noya Tinjau Huntara bagi Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang
Dok. PalmCo
Jurnalis senior sekaligus pendiri Benihbaik.com, Andy F. Noya, mengunjungi Huntara yang dibangun oleh PalmCo untuk para korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, beberapa waktu yang lalu.
Aceh Tamiang, asatupro.com - Jurnalis senior sekaligus pendiri Benihbaik.com, Andy F. Noya, mengunjungi para korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dan diketahui kini sudah menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh PTPN 3 Subholding PTPN IV PalmCo.

Perlu diketahui bahwa PalmCo sangat konsisten mendampingi para korban bencana banjir bandang, termasuk di Aceh Tamiang, untuk proses pemulihan fisik, psikologis, dan ekonomi.

Saat mengunjungi korban bencana alam yang dilakukan beberapa hari yang lalu itu, Andi F. Noya tidak sendirian, melainkan didampingi oleh Jatmiko Krisna Santosa sebagai Direktur Utama (Dirut) PalmCo dan H. Ismail selaku Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang.

Di lokasi Huntara tersebut, berdasarkan keterangan resmi yang diterima para wartawan di Medan, Kamis (29/1/2026), PalmCo meresmikan Sekolah Alam Darurat bagi anak-anak penyintas banjir, sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk ibu dan anak.

Baca Juga:

Langkah ini menegaskan pendekatan pemulihan yang tidak semata berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan psikologis warga, terutama anak-anak yang terdampak bencana.

"PTPN IV PalmCo ini paling cepat (hadir membantu - red). PTPN mantap," ujar Wabup Ismail dalam peninjauan itu.


Baca Juga:


Wabup Ismail sangat mengapresiasi respons badan usaha milik negara (BUMN) bidang perkebunan kelapa sawit itu yang dinilainya hadir sejak masa darurat hingga fase pemulihan.


"Kehadiran mereka (PalmCo - red) bukan hanya membantu secara fisik, tapi juga memberi ketenangan bagi warga kami. Harapan kami, semua bantuan ini menjadi amal ibadah," puji Ismail.

Nah, ternyata, selain Sekolah Alam Darurat untuk anak usia 6–12 tahun, bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket nutrisi ibu dan anak, paket alat tulis sekolah, serta sepatu sekolah hasil kolaborasi dengan BenihBaik Indonesia.

Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan pascabencana, Sekolah Alam menjadi ruang sementara agar anak-anak tetap belajar, bermain, dan pulih dari trauma.


Andy F. Noya menilai fasilitas yang dibangun oleh PalmCo sangat penting agar bencana tidak memutus masa depan generasi muda.

"Secara psikologis, anak-anak dan keluarganya perlu diyakinkan bahwa mereka tidak ditinggalkan. Sekolah Alam ini bukan sekadar tempat belajar, tapi simbol bahwa ada harapan dan masa depan yang terus diperjuangkan," kata anchor Kick Andy di Metro TV ini.

Andi F. Noya menyebut kolaborasi antara BUMN, pemerintah baik pusat maupun daerah, TNI dan Polri, serta masyarakat sipil sebagai wujud nyata gotong-royong.

"Ketika negara hadir bersama masyarakat, manfaatnya langsung dirasakan oleh mereka yang paling rentan," kata Andy F. Noya.

Konsistensi itu pula yang menjadi benang merah keterlibatan PTPN IV PalmCo sejak hari-hari pertama bencana.

Jatmiko Krisna Santosa menegaskan, sebagai BUMN, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir saat masyarakat membutuhkan.

"Bagi kami sederhana. Kami punya negara, punya masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, ya kami harus hadir," ujar Jatmiko.




Memang PTPN IV PalmCo termasuk yang pertama masuk ke Aceh Tamiang pascabanjir, jauh sebelum fase pemulihan berjalan.

Huntara Danantara sendiri berdiri di atas lahan milik PTPN seluas 5,85 hektar (Ha), dengan kapasitas sekitar 600 unit.

Selain menyiapkan lahan, perusahaan juga mendukung proses land clearing, pembangunan fasilitas umum, hingga pengamanan area.


Ke depan, penyiapan lahan serupa juga dilakukan di sejumlah titik untuk hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang direlokasi.

Menurut Jatmiko, pendampingan tidak berhenti pada penyediaan hunian. Integrasi sosial warga pengungsi dengan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian.

"Kami ingin saudara-saudara kita di Huntara ini menyatu dengan desa sekitar, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan sosial," ujarnya.

Mantan Dirut PTPN V Riau ini berani memastikan kalau perusahaan akan terus terlibat dalam proses pemulihan.

"Aset dan karyawan kami juga terdampak. Jadi kami menyatu dengan warga Aceh Tamiang. Kami tidak akan bosan membantu," kata Jatmiko Krisna Santosa lagi.

Sekadar mengingatkan, Huntara yang dibiayai Danantara ini merupakan proyek kolaborasi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia yang dikunjungi Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026.




Di Aceh Tamiang, hunian sementara itu kini bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga ruang tumbuh kembali, dengan negara yang hadir secara konsisten, dari masa darurat hingga upaya memulihkan harapan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kembangkan SDM, PT LAT Trisakti Siapkan Magang bagi Penerima Beasiswa Sawit
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp 1,49 Miliar untuk Gereja dan Panti Asuhan saat Momen Paskah
PalmCo Sediakan Kebun untuk Introduksi Serangga Penyerbuk Sawit
Elaeidobius Si Serangga Penyerbuk Jadi Harapan Sawit Nasional
Anak Usaha Musim Mas Jadi Satu-satunya Perusahaan Sawit Peraih  PROPER Emas 2025
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
komentar
beritaTerbaru