Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Hukrim
Proses pembangunan huntara itu sendiri merupakan bagian dari penanganan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh yang terus bergerak ke fase lanjutan, sekaligus sebagai langkah awal pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
"Sebanyak 600 unit hunian telah dibangun pada tahap awal ini," kata Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang juga menjabat Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di sela peninjauan lokasi, Selasa (30/12/2025).
Kata Dony Oskaria, seperti keterangan resmi yang diterima media, pembangunan huntara merupakan bentuk partisipasi aktif negara melalui badan usaha milik negara (BUMN) dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga:
"Pada prinsipnya kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana," ujar Dony Oskaria.
"Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka," sambung Dony lagi.

Baca Juga:
"Akses konektivitas juga menjadi perhatian agar warga tetap dapat beraktivitas dan berkomunikasi selama masa pemulihan," ucap Dony Oskaria lagi.
Dony Oskaria bilang, 600 unit hunian tersebut merupakan tahap awal dari program yang lebih besar, dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak.
Ke depan, ungkapnya kembali, pembangunan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi lain yang juga terkena bencana alam, menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan daerah.
"Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan," katanya.
Pembangunan huntara tahap awal ini dikerjakan secara kolaborasi oleh BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, Telkom dan didukung oleh kesiapan areal oleh PTPN Grup, percepatan penyediaan dan kesiapan areal oleh PTPN memungkinkan proses pengerjaan dilakukan lebih cepat.

Sementara itu Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE, menyampaikan bahwa dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dirasakan hampir di seluruh wilayah provinsi.
Dari 18 kabupaten dan kota yang terdampak, kata dia, setidaknya ada tujuh daerah yang mengalami dampak paling parah, sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif.
"Kami menyampaikan ribuan terimakasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan," ujar Wagub Aceh.
"Pemerintah daerah telah meminta agar lahan disiapkan, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain yang memungkinkan, sehingga pembangunan bisa segera dilanjutkan," sambung Fadhlullah.
Pihaknya sendiri menekankan bahwa keberadaan huntara harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi MH, mengungkapkan bahwa skala kerusakan akibat bencana di wilayahnya tergolong sangat besar.
Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 14.000 rumah terdampak, dengan sekitar 8.000 unit mengalami kerusakan berat.
"Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi," ujar Armia.
Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan data dan persyaratan administrasi agar proses pembangunan dan bantuan dapat berjalan berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak warga terdampak.
Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Hukrim
Semarak Hari Bakti Kemenimipas ke2, Lapas Pasir Pangarayan Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Kantor
Daerah
Medan,asatupro.comEkspektasi kenaikan harga barang menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku dan keputusan pembelian konsum
Ekonomi
Alunan Musik dari Balik Jeruji, Band Akustik Warga Binaan Rutan Dumai Hibur Pengunjung
Daerah
Diduga Diintimidasi Penyidik,Saksi Sengketa Tanah Rohani Minta Perlindungan Kapolri dan Kadiv Propam
Peristiwa
Dugaan Pelanggaran Berlapis di Tanjung Morawa Dari PHK Sepihak, Rekrutmen BHL Ilegal, hingga Pungli Sampah
Peristiwa
Pengadaan 41.816 Water Meter PDAM Tirtanadi Bernilai Puluhan Miliar Disorot, Nezar Djoeli Bongkar Dugaan Kejahatan Terstruktur!
Medan
Belum Ada Solusi bagi Warga, Pembangunan CCTV Center Dishub Medan di Belawan Terus Berjalan
Medan
Listyo Sigit Resmi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Mahfud MD Sebut "Gilaaa" dan Berpotensi Makar
Nasional
Bareskrim Ungkap Sasaran Lain Dugaan Peretasan, Yusril Buka Suara Usai Nama Gibran Disebutsebut
Nasional