Jumat, 08 Mei 2026

Resolusi 2026: Dompet Tebal dari Bursa Saham

Hendrik Hutabarat - Rabu, 21 Januari 2026 11:24 WIB
Resolusi 2026: Dompet Tebal dari Bursa Saham
Dok. Pribadi
Kepala PT BEI Perwakilan Sumut, Muhamad Pintor Nasution.
Medan, asatupro.com - Target atau resolusi yang harus dioptimalkan di tahun 2026 ini adalah memastikan dompet semakin tebal berkat meraup cuan atau keuntungan dari bursa saham, dalam hal ini yang dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut Muhamad Pintor Nasution selaku Kepala PT BEI Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), biasanya awal tahun selalu menjadi momentum refleksi untuk menata ulang kehidupan.

"Termasuk kesehatan finansial di kalangan masyarakat," kat. Pintor Nasution kepada para wartawan di Medan, Rabu (21/1/2026) siang.

"Targetnya beragam: mulai dari menabung lebih rutin, mengurangi utang konsumtif, hingga menyiapkan dana pendidikan anak dan hari tua," tutur Pintor Nasution kembali.

Baca Juga:

Sayangnya, ujar Pintor, justru tidak sedikit target atau resolusi finansial yang hanya bertahan seumur jagung dan sulit direaliasikan karena tidak disertai strategi pengelolaan keuangan yang tepat.

Nah, Pintor melihat di tengah dinamika ekonomi saat ini, sekadar menabung ternyata tidak lagi cukup. Apalagi inflasi yang menggerus nilai mata uang membuat daya beli menyusut dari waktu ke waktu.

"Uang yang hanya disimpan berisiko tidak mampu mengejar kenaikan biaya hidup, pendidikan, serta kesehatan di masa depan," kata Pintor Nasution .

Baca Juga:

Oleh karena itu, dia bilang, resolusi finansial tahun ini perlu diarahkan pada pengelolaan aset yang lebih produktif dan terencana.

Menurutnya, pasar modal hadir sebagai salah satu solusi finansial. Melalui instrumen ini, masyarakat dapat mengembangkan dana melalui berbagai pilihan jangka waktu, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Kata Pintor Nasution, investasi di pasar modal tidak hanya memberikan potensi pertumbuhan kekayaan bagi diri sendiri.


"Tetapi juga merupakan bentuk partisipasi nyata dalam mendorong pertumbuhan perusahaan di Indonesia dan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia," tambahnya.

Perencanaan keuangan yang baik selalu dimulai dari penetapan tujuan. Mengingat setiap tujuan keuangan memiliki karakteristik risiko dan rentang waktu yang berbeda.

Pasar modal menyediakan beragam pilihan instrumen yang lebih fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Investasi yang konsisten dan terukur berpotensi memberikan imbal hasil di atas inflasi, sehingga daya beli tetap terjaga di masa depan.

Inilah nilai strategis pasar modal dalam membantu individu mencapai tujuan finansial jangka panjang.

Memasuki tahun 2026, tantangan ekonomi diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika global dan domestik.

Akselerasi teknologi, ketidakpastian geopolitik, serta transformasi sektor industri menuntut masyarakat untuk lebih adaptif dalam mengelola keuangan.

Namun, di balik ketidakpastian tersebut, pasar modal membuka peluang bagi investor untuk menempatkan dana pada perusahaan yang inovatif dan resilien.

"Serta mampu menciptakan nilai tambah bagi para investor dalam jangka panjang, dan tumbuh secara berkelanjutan," ujar Pintor Nasution.

Penting untuk dipahami bahwa investasi di pasar modal bukanlah ajang untuk mencari keuntungan instan soal atau aktivitas spekulatif yang mengandalkan keberuntungan semata.


Investasi yang sehat membutuhkan perencanaan matang, pemahaman mendalam, dan kedisiplinan tinggi.

Setiap keputusan investasi harus didasarkan pada tujuan keuangan, profil risiko, serta jangka waktu investasi yang jelas.

Dengan pendekatan ini, pasar modal akan menjadi sarana pengelolaan keuangan yang rasional dan terukur, bukan sumber kecemasan.

Agar resolusi finansial benar-benar terwujud, literasi keuangan menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan.

Masyarakat wajib memahami legalitas produk investasi, mekanisme risiko, serta waspada terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal.

Edukasi pasar modal akan membantu individu mengambil keputusan yang lebih bijak.
BEI terus berkomitmen mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal.

Pasar modal dapat menjadi sarana perencanaan keuangan jangka panjang bagi masyarakat, asalkan dibarengi dengan pemahaman yang memadai.

Karena itu, BEI secara konsisten menghadirkan berbagai program edukasi agar masyarakat dapat mengenal pasar modal dengan lebih baik dan berinvestasi secara bijak.

Pertumbuhan jumlah investor tersebut didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif.

BEI melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI selama tahun 2025, BEI telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, secara langsung (offline) dan webinar yang diikuti oleh 2.820.702 peserta.


Selain itu, terdapat 17.575 kegiatan edukasi pasar modal yang dilaksanakan secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audience sebanyak 24.092.031 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, BEI juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui penyelenggaraan kegiatan edukasi secara daring untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah.

Berbagai informasi dan materi edukasi pasar modal dapat diakses melalui situs resmi BEI melalui www.idx.co.id maupun kanal digital BEI (https://linktr.ee/indonesiastockexchange).

BEI juga menyediakan berbagai program edukasi, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dapat diakses secara daring dan luring.

Program ini dirancang bagi masyarakat umum dan calon investor untuk memahami dasar-dasar investasi dan pengenalan produk pasar modal secara mudah dan aplikatif.

Selain itu, membuka rekening efek di perusahaan sekuritas juga menjadi langkah awal yang penting.

Melalui perusahaan sekuritas, investor akan memperoleh pendampingan, informasi pasar, serta pemahaman tambahan terkait produk investasi seperti saham, reksa dana, atau surat utang yang dapat disesuaikan dengan karakter dan tujuan investasi masing-masing investor.

Pada akhirnya, membangun keuangan yang sehat adalah perjalanan panjang yang berkelanjutan.

Resolusi finansial awal tahun seharusnya tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses membangun kebiasaan finansial yang baik.


Dengan memanfaatkan pasar modal secara bijak, individu memiliki peluang untuk membangun ketahanan finansial yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Soal THR, Ini Saran Otoritas Bursa ke Para Pekerja
Ada Kabar Gembira Terkait Perkembangan Pasar Modal Syariah 2025
Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi
Jas Merah Pasar Modal: Sejarah Memberi Pelajaran Penting bagi Investor
Didukung OJK, BEI, dan MNC Sekuritas, Pemko Tebingtinggi Kini Punya Galeri Investasi
komentar
beritaTerbaru