Medan, asatupro.com - Presiden I Republik Indonesia,
Ir Soekarno atau yang akrab disapa dengan panggilan
Bung Karno, pernah mengungkapkan sebuah idiom perjuangan yang terus dikenang oleh anak bangsa kita, yaitu
Jas Merah atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!
Dalam bidang ekonomi, ternyata sejarah dan dinamika pasar modal memiliki arti dan nilai yang sangat penting bagi para investor saham. Sejarah memberikan pelajaran yang begitu berharga bagi para investor.
Menurut catatan resmi pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterima para wartawan di Medan, Selasa (25/11/2025), disebutkan bahwa volatilitas atau perubahan ekonomi memang bagian dari pasar modal.
Koreksi tajam sering kali menakutkan, namun justru di situlah peluang jangka panjang terbuka. IHSG pernah jatuh ke titik terendah pada 1998, namun bangkit dengan kekuatan berlipat ganda.
Demikian pula pada krisis 2008, indeks sempat terkoreksi lebih dari 50 persen, tetapi satu tahun kemudian sudah menunjukkan pemulihan yang signifikan.
Baca Juga:
Pola yang sama bisa diharapkan dalam saat ini: gejolak sesaat bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari siklus yang berulang.
Masyarakat tidak perlu panik menghadapi kabar harian tentang pelemahan rupiah atau koreksi IHSG. Yang penting adalah melihat tren jangka panjang dan memahami bahwa sistem ekonomi Indonesia jauh lebih siap dibanding era lalu.
Dengan pondasi yang kuat, cadangan devisa besar, sistem perbankan sehat, serta koordinasi kebijakan yang solid, Indonesia memiliki daya tahan yang jauh lebih besar menghadapi guncangan eksternal maupun internal.
Krisis 1998 menjadi pengingat bahwa badai terbesar sekalipun bisa dilewati, bahkan menjadi titik balik untuk bangkit. Kini, di tengah hiruk pikuk politik dan tekanan pasar, Indonesia tidak lagi berada di posisi rapuh seperti dulu.
Pasar modal mungkin terguncang, rupiah mungkin tertekan, tetapi pondasi ekonomi dan kepercayaan internasional tetap kokoh.
Baca Juga:
Seperti pepatah pasar yang sering diulang, volatilitas adalah bagian dari perjalanan investasi jangka panjang. Dan Indonesia, dengan segala pengalaman pahit masa lalu, kini lebih tangguh untuk menghadapinya.
Tags
beritaTerkait
komentar