Polres Karo Bungkam: Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi Terang-Terangan
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
Tanah Karo, Berastagi,asatupro.com-Aktivitas peredaran narkoba dan perjudian berkedok permainan mesin tembak ikan kembali mencoreng citra pariwisata Berastagi, Kabupaten Karo. Sebuah lokasi di jalan alternatif menuju kawasan wisata Gundaling, yang disebut-sebut dikuasai bandar bernama Ramos, bebas beroperasi tanpa gangguan aparat. Dugaan keterlibatan oknum kepolisian Polsek Berastagi, mencuat ke permukaan.
Informasi dari sejumlah warga menyebutkan, lokasi itu telah lama menjadi tempat transaksi narkoba, sekaligus arena perjudian. Aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari menarik puluhan pengunjung, bahkan hingga larut pagi.
"Semua orang tahu siapa pemiliknya. Ramos itu pemain lama, bisnisnya sudah ke mana-mana," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (5/9/2025).
Warga juga menuturkan, meski aktivitas itu berlangsung terang-terangan, tidak ada tindakan dari pihak kepolisian. "Kalau sampai aparat nggak tahu, rasanya mustahil. Lokasinya di jalur ramai, nggak jauh dari kota Berastagi," kata warga lain dengan nada heran.
Baca Juga:
Dugaan Restu Dari Oknum Aparat
Ketiadaan tindakan hukum membuat publik nmenduga ada restu dari oknum aparat, bahkan di level pimpinan. Kapolsek Berastagi dislebut-sebut mengetahui keberadaan ķ tersebut namun tidak mengambil langkah tegas.
"Kalau sudah lama dibiarkan, bisa jadi ada 'main mata' dengan pemilik," ujar seorang tokoh masyarakat Karo.
Baca Juga:
Ancaman Serius Bagi Wisata dan Generasi Muda
Berastagi yang dikenal sebagai destinasi wisata andalan Sumatera Utara terancam citranya akibat maraknya peredaran narkoba dan judi. Aktivis anti-narkoba Sumut, Dolly Nurhadiansyah menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius aparat hukum.
Selain merusak moral, keberadaan lokasi haram tersebut juga dikhawatirkan menurunkan minat wisatawan. "Bagaimana orang mau datang kalau nama Berastagi identik dengan narkoba dan judi? Ini bahaya," tambahnya.
Desakan Tindakan Tegas dari Polres dan Polda
Masyarakat mendesak Kapolres Tanah Karo dan Polda Sumut untuk turun tangan membongkar jaringan tersebut. Penindakan terhadap bandar seperti Ramos dianggap penting untuk memutus rantai peredaran narkoba dan perjudian.
"Kalau dibiarkan, masyarakat akan menganggap aparat ikut bermain. Kami minta Kapolda langsung yang turun tangan," kata seorang tokoh adat.
Hingga kini, publik menunggu langkah nyata pihak kepolisian dalam menindak praktik ilegal yang mencoreng nama baik daerah wisata Berastagi ini.
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
Polda Sumut Ungkap Dugaan Selama Tujuh Tahun Beroperasi Permainan Takaran BBM di SPBU Sergai, Manajer dan Supervisor Ditahan
Hukrim
KPK Panggil Ulang Tersangka Baru Korupsi Proyek Jalan Sumut yang Mangkir
Hukrim
14 Hari ke Depan, Polisi Kedepankan Edukatif dan ETLE di Operasi Patuh Toba 2026
Daerah
Judi Tembak Ikan Marak Kembali di Tanah Karo, Diduga Melibatkan Oknum Aparat dan Warga Sipil
Hukrim
Robby Barus Pimpin PODSI Medan 2026&ndash2030, Bidik Atlet Tembus Pelatnas
Olahraga
Ada Apa dengan HS? Mengapa Banyak Akun Bodong Sibuk Membangun Opini Negatif?
Peristiwa
Bupati Dairi Ajak HIMPAK Lestarikan Budaya Jangan Hanya Dirayakan, Tapi Dijalani
Daerah
Proyek Pemeliharaan Berkala BBWS Sumatera II Dikampung Masjid, Labura Disorot, Tanah Galian Diduga Diperjualbelikan, APH Didesak Turun Tanga
Hukrim
Wujud Kepedulian Sosial, Golkar Sumut Bagikan 2.500 Paket Sembako dan Gelar Donor Darah
Politik