Selasa, 28 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Oknum TNI AL Diduga Kuasai Bisnis CPO Ilegal di Desa Sumber Makmur Batubara

Redaksi - Minggu, 13 April 2025 10:10 WIB
Oknum TNI AL Diduga Kuasai Bisnis CPO Ilegal di Desa Sumber Makmur Batubara
Aktivitas Penampungan CPO Ilegal Bebas Beroperasi di Desa Sumber Makmur Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara

Batubara,asatupro.com-Lagi-Lagi maraknya aktivitas penampungan CPO Ilegal bebas beroperasi di Desa Sumber Makmur Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, bebas beroperasi tak tersentuh hukum. Ironisnya, pelaku bisnis haram tersebut diduga dikuasai sejumlah oknum TNI AL yang masih aktif bertugas.

Pantauan langsung dilapangan terlihat sejumlah truk bermuatan CPO yang datang dari berbagai tempat berhenti di sepanjang jalan lintas penghubung antar dua kabupaten yaitu Kabupaten Simalungun dan Batu Bara, tepat di Desa Sumber Makmur.

Truk-truk tersebut berhenti atau parkir bukan tanpa alasan, melainkan memang sudah biasa terlibat bermain curang ataupun diberhentikan secara paksa oleh orang suruhan oknum TNI kedalam gudang disinyalir tempat penampungan Minyak Sawit atau CPO ilegal.

"Dikencingi istilah yang biasa dikenal, jadi truk berisi minyak mentah itu dicuri atau dikurangi jumlahnya . Kemudian ditampung di kumpulkan di gudang tersebut untuk nantinya dijual kembali. "Kata sumber yang namanya tidak ingin disebut kepada wartawan.

Baca Juga:
Sumber menyebutkan, bisnis haram tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun secara terang-terangan dijalannkan oleh oknum TNI POM AL yang bertugas di Tanjung Balai dan masih aktip berpangkat Serka inisial "ALS" dan "ALG".

"Jelas pencurian minyak CPO ini dilakukan secara terstruktur sistematis dan masif, sehingga perlu ada tindakan dari aparat Polri dan TNI untuk menangkap para oknum atau anggota yang terlibat menikmati uang dari bisnis haram tersebut. "Kata warga yang berharap agar dilakukan tindakan serius.

Kegiatan penampungan CPO ilegal lazim disebut kegiatan CPO kencing tetap marak sepanjang tahun lalu di Sumatera. Keterlibatan oknum aparat sampai oknum pemilik pabrik tanpa kebun serta sopir truck ditengarai menyulitkan pemberantasan tindakan pencurian CPO yang beroperasi di sepanjang wilayah Sumatera.

Baca Juga:

Praktik 'kencing CPO' merugikan pihak perusahaan dan merugikan negara. Karena sindikat distributor CPO ilegal tidak membayar pajak dan biaya retribusi lainnya. Selain itu, kerugian akibat Praktik ilegal tersebut juga berdampak kepada kualitas CPO yang diekspor.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Menguak Manipulasi Berkedok Kontes: Bukti Digital Sabung Ayam Medan Johor Telanjangi Kelemahan Inspeksi Aparat
Mahasiswa ITSI Medan Ciptakan Prototipe Teknologi Pencegah Kebocoran CPO
Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah
AMPH Sumut Kecewa Kejagung Tak Berani Menahan Mantan Jampidsus
Kesatrian Kogabwilhan II Resmi Pindah Ke Balikpapan
Jenazah Calon Prajurit TNI Rindam I/BB Dipulangkan ke Nias Barat, Danrindam: Penyebab Kematian Masih Diperiksa
komentar
beritaTerbaru