Massa Hotma Dukung Mantan Jampidsus Karena Pernah Menyelamatkan Kerugian Negara Sekitar Rp 430 Triliun
Massa Hotma Dukung Mantan Jampidsus Karena Pernah Menyelamatkan Kerugian Negara Sekitar Rp 430 Triliun
Peristiwa
Medan,asatupro.com-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) mendesak Wali Kota MedanRico Waas segera mengevaluasi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, AMS menyusul dugaan kasus asusila dan penelantaran anak tahun 2023 yang sampai kini tak jelas statusnya.
Wakil Ketua DPC GMNI Kota Medan, Edy Ginting Suka, dalam rilisnya Minggu (22/2/2026), menilai buruknya kualitas Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemko Medan mencerminkan lemahnya manajemen kepemimpinan.
Banyak pejabat terindikasi bermasalah namun terkesan dingin tanpa evaluasi. Salah satunya Kaban Kesbangpol, AMS yang diduga terjerat asusila hingga penelantaran anak," ujar Edy.
GMNI menyoroti satu tahun kepemimpinan Rico Waas yang dinilai minim prestasi serta lemah dalam evaluasi kinerja pejabat eselon II. Mereka juga menuding adanya indikasi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pengisian jabatan.
Baca Juga:
"Seolah pengisian jabatan bisa dikomunikasikan dengan faktor kedekatan atau dugaan gratifikasi. Pejabat bermasalah pun tidak tersentuh evaluasi meski sudah disorot publik," tegasnya.
Edy menekankan, tugas Kesbangpol adalah menjaga persatuan, stabilitas politik, serta memfasilitasi kerukunan masyarakat dan ormas. Dugaan pelanggaran asusila dinilai bertentangan dengan fungsi tersebut.
"Jika bukti-bukti dari korban terbukti, maka yang bersangkutan layak dievaluasi bahkan dicopot," katanya.
Baca Juga:
Laporan Korban
Sebelumnya, seorang perempuan berinisial MT mengaku memiliki anak berusia 1,5 tahun dari hubungan dengan AMS. Kepada awak media pada Rabu (8/11/2023), MT menyebut perkenalannya dengan AMS terjadi pada 2021 saat yang bersangkutan masih menjabat camat.
Tepatnya Oktober 2021 saya hamil dari AMS yang sekarang menjabat Kaban Kesbangpol Kota Medan," ujar MT.
MT mengklaim tidak mendapat tanggung jawab sejak masa kehamilan hingga melahirkan. Kasus tersebut disebut telah dilaporkan ke BKD, Inspektorat, serta Wali Kota Medan.
"Saya berharap dia mau bertanggung jawab menafkahi anak hasil hubungan kami," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Kesbangpol Kota Medan, AMS maupun Pemerintah Kota Medan terkait tuntutan GMNI tersebut.
Massa Hotma Dukung Mantan Jampidsus Karena Pernah Menyelamatkan Kerugian Negara Sekitar Rp 430 Triliun
Peristiwa
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima silaturahmi Tim Panitia Penyelenggara Haji Daerah (PPHD) Aceh di Meuligoe Wakil Gubernur Aceh,
Daerah
Palembang, asatupro.com Didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Jende
Perkebunan
DISPEMDES Dairi Siap Turun Tangan, Dana Ketahanan Pangan Desa Pangguruan Akan Dimonitoring
Daerah
Jenazah Calon Prajurit TNI Rindam I/BB Dipulangkan ke Nias Barat, Danrindam Penyebab Kematian Masih Diperiksa
Peristiwa
RezaFikri Gedor Kementerian, Dugaan Pencemaran PT Indofarm dan Kinerja DLH Jadi Sorotan Keras
Peristiwa
Gelar KRYD, Sat Reskrim Polres Simalungun Ajak Warga Bersatu Perangi Premanisme, Judi, Narkoba, dan Geng Motor
Peristiwa
Hotman Paris Minta Maaf Secara Terbuka, MIO Indonesia Batalkan Rencana Dumas ke Polda Metro Jaya
Nasional
Pemerintah Aceh terus berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global
Daerah
Diduga Puluhan Siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi Mengalami Keracunan Usai Mengonsumsi Makanan Program MBG
Peristiwa