Jumat, 24 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Fantastis!! Dinsos Medan Anggarkan Rp2,5 Miliar Lebih untuk Belanja Susu, Gula, dan Teh Tahun 2026, Naik Rp500 Juta

Redaksi - Senin, 16 Februari 2026 18:30 WIB
Fantastis!! Dinsos Medan Anggarkan Rp2,5 Miliar Lebih untuk Belanja Susu, Gula, dan Teh Tahun 2026, Naik Rp500 Juta
Fantastis!! Dinsos Medan Anggarkan Rp2,5 Miliar Lebih untuk Belanja Susu, Gula, dan Teh Tahun 2026, Naik Rp500 Juta

Medan,asatupro.com-Dinas Sosial Kota Medan mengalokasikan anggaran fantastis untuk belanja susu kental manis, bubuk teh, dan gula pasir pada Tahun Anggaran 2026 Nilainya menembus Rp2.506.769.050, atau naik lebih dari Rp500 juta dibanding tahun 2025 yang hanya sebesar Rp2.045.490.000.

Data tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) untuk kategori Belanja Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat dengan metode E-Purchasing dan sumber dana APBDKota Medan 2026.

Lonjakan anggaran ini menuai sorotan publik karena dinilai jenis belanja yang dimaksud hanya berupa komoditas sederhana seperti teh, gula, dan susu, yang nilainya besaran anggarannya tidak proporsional jika mencapai miliaran rupiah dan mengalami kenaikan yang cukup besar.

Barang barang tersebut diketahui untuk di serahkan kepada seluruh masjid dan mushalla pada saat bulan suci ramadhan tahun 2026.

Baca Juga:

Pengamat anggaran sekaligus penggiat antikorupsi, Bang Fauzi, menilai fenomena ini rawan mengandung praktik mafia anggaran dan dugaan penggelembungan harga (mark-up).

"Dalam banyak kasus, belanja bahan pokok seperti gula, teh, dan susu sering dijadikan celah untuk permainan harga. Padahal semangat anggaran bansos seharusnya difokuskan pada kebutuhan gizi utama masyarakat bukan sekadar komoditas pelengkap," ujarnya.

Ia menegaskan kenaikan anggaran hingga setengah miliar rupiah patut dicurigai.

Baca Juga:

"Yang menjadi tanda tanya besar, mengapa anggaran justru naik Rp500 juta lebih? Padahal distribusinya hanya saat Ramadan. Ini perlu diaudit secara terbuka," tegasnya.

Bang Fauzi juga meminta Wali Kota MedanRico Waas segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anggaran Dinas Sosial tersebut. Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk ikut mengawasi penggunaan dana rakyat.

"APBD itu uang publik. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan rasional. Jangan sampai dalih bantuan sosial justru menjadi ladang bisnis terselubung," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, S.Sos., S.E., M.M., saat dikonfirmasi media menjelaskan bahwa belanja tersebut diperuntukkan bagi seluruh masjid dan musala di Kota Medan selama Ramadan.

"Belanja teh, gula, dan susu itu untuk seluruh masjid dan musala di Kota Medan. Ada sekitar 610 musala dan lebih dari 1.200 masjid. Program ini sudah berjalan sejak masa Wali Kota Abdilah," jelasnya.

Meski demikian, publik tetap mempertanyakan rasionalitas nilai anggaran yang terus meningkat setiap tahun, terutama di tengah kondisi fiskal yang menuntut efisiensi dan prioritas pada kebutuhan mendesak masyarakat seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Lonjakan anggaran ini dinilai layak menjadi perhatian serius Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengadaan barang yang bersumber dari APBD.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sosialisasikan Aquaculture, Regal Springs Indonesia dan Faperta USU Kolaborasi Lakukan Ini
Kunjungi BULOG Sumut, Pelajar SMP di Medan Pelajari Soal Ketahanan Pengan
Dugaan Praktik "Calo" Parkir di PUD Pasar Mencuat, Pengurus DPC Grib Kota Medan : Walikota Medan Jangan 'Main Mata' dengan Ormas
Kepala Daerah Dinilai Punya Hak Penuh Tentukan Kepala Dinas Dalam Menciptakan Good Government, Masyarakat Diminta Percaya
Kesabaran Habis, Besok Penghuni Podomoro City Deli Medan Geruduk Pengembang
Hakim Vonis 5,6 Tahun Topan Ginting, GMNI Medan Beri Apresiasi
komentar
beritaTerbaru