Rabu, 01 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Sawit Jadi Primadona, Kadin Sumut dan Kadin Mogilev Belarus Sepakati Banyak Hal

Hendrik Hutabarat - Selasa, 30 Juni 2026 18:18 WIB
Sawit Jadi Primadona, Kadin Sumut dan Kadin Mogilev Belarus Sepakati Banyak Hal
Dok. Kadin Sumut
Kadin Sumatera Utara (Sumut) dan Kadin kota Mogilev, Belarus, menyepakati berbagai hal tentang industri dan perdagangan, termasuk minyak sawit.
Jakarta, asatupro.com - Berbagai produk turunan kelapa sawit seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunan lainnya menjadi salah satu primadona dari perbincangan dan kesepakatan dagang antara para pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut dan Kadin kota Mogilev, Belarus.

Sekadar informasi, kota Mogilev atau yang dikenal juga dengan nama Mahilioŭ atau Mahilyow, merupakan ibukota dari Provinsi Mahilyow.

Kota ini dikenal juga dengan sebutan Mogilev Oblast, letaknya di bagian timur Belarus atau dekat perbatasan dengan negara Republik Federasi Rusia yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin.

Kesepakatan antara Kadin Sumut dan Mogilev, berdasarkan keterangan resmi yang diterima para wartawan di Medan, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kesepemahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga:

Firsal Ferial Mutyara dan Mikhael Miatlikov yang menjadi pimpinan dari Kadin Sumut dan Mogilev meneken MoU itu dan disaksikan oleh banyak pihak terkait.

Seperti Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady, Ketua Umum Belarusian Chamber of Commerce and Industry Miatlikov Mikhael, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Wakil Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich.

Kehadiran para pejabat dan pimpinan dunia usaha dari kedua negara tersebut menegaskan kuatnya komitmen Indonesia dan Belarus dalam mempererat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis yang saling menguntungkan.

Baca Juga:

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi antara Republik Indonesia, khususnya Sumatera Utara, dengan Republik Belarus.

Selain produk berbasis kelapa sawit, kedua pihak sepakat membangun kemitraan yang saling menguntungkan guna membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi pelaku usaha di kedua negara.

Kerjasama tersebut dilandasi semangat mempererat hubungan komersial dan ekonomi melalui peningkatan jejaring bisnis, promosi perdagangan, serta perluasan akses investasi.


Kadin Sumut dan Mogilev juga berkomitmen mendukung perusahaan-perusahaan di kedua negara dalam mengembangkan kerja sama yang berkelanjutan.

Dalam perjanjian tersebut, kedua pihak sepakat memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis, antara lain teknologi digital, energi berkelanjutan, dan sektor pertanian.

Kemudian mereka sepakat di bidang ketahanan pangan, serta sektor ekonomi lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara bersama.

Selain itu, kerjasama juga difokuskan pada pengembangan industri hilir berbasis komoditas unggulan lain milik Sumut karet, kopi, kakao, produk oleokimia, perikanan, industri kayu dan furnitur, biomassa, infrastruktur, mekanisasi pertanian, serta sektor pupuk.

Melalui kesepakatan ini, kedua organisasi akan mendorong terciptanya nilai tambah bagi komoditas strategis Sumut sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas ke Belarus maupun kawasan Eropa Timur melalui promosi perdagangan, kerja sama investasi, dan kegiatan business matching.

Sebagai implementasi kerja sama, kedua belah pihak akan menyelenggarakan misi dagang, pertemuan bisnis antarpelaku usaha (B2B), dan pameran dagang.

Mereka juga sepakat menggelar seminar, konferensi, hingga berbagai kegiatan promosi ekonomi lainnya untuk memperkenalkan peluang investasi dan ekspor dari kedua negara.

Perjanjian itu juga membuka peluang pembentukan Business Hub atau pusat promosi produk strategis yang berfungsi sebagai wadah promosi perdagangan, pemasaran produk ekspor, perluasan akses pasar, sekaligus memperkuat jaringan bisnis antara pelaku usaha Belarus dan Indonesia.

Tidak hanya itu, kedua pihak juga sepakat mendorong transfer teknologi, khususnya pada bidang mekanisasi pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), kendaraan kargo, teknologi pengolahan hasil pertanian, hingga penyediaan pupuk guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.

Dalam mendukung kelancaran kerja sama, kedua organisasi akan saling bertukar informasi bisnis, proposal perdagangan, data mitra potensial, informasi pameran internasional, hingga regulasi perdagangan luar negeri.


Seluruh pertukaran informasi tersebut tetap mengedepankan prinsip kerahasiaan serta perlindungan data.

Kerjasama ini juga mencakup dukungan terhadap pembentukan usaha patungan (joint venture), pusat informasi bisnis, penyusunan program kerja tahunan.

Merema juga bakal membentuk Joint Working Group (JWG) yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan seluruh program kerja sama dan melakukan evaluasi secara berkala setiap enam bulan.

Lebih jauh, Kadin Sumut akan memanfaatkan posisi strategis Sumatera Utara sebagai pintu gerbang kawasan ASEAN dan Segitiga Pertumbuhan Indonesia - Malaysia - Thailand (IMT-GT).

Tujuannya adalag guna memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Belarus yang ingin mengembangkan investasi maupun perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pelaksanaannya, kedua pihak menegaskan bahwa seluruh aktivitas kerjasama akan dilaksanakan berdasarkan prinsip integritas, transparansi, akuntabilitas, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Kedua pihak juga sepakat mematuhi seluruh regulasi perdagangan internasional, ketentuan anti pencucian uang, dan aturan hukum yang berlaku.

Perjanjian ini juga tidak secara otomatis menimbulkan kewajiban finansial maupun komersial bagi masing-masing pihak kecuali disepakati secara terpisah.

Perjanjian kerja sama tersebut mulai berlaku sejak ditandatangani pada 30 Juni 2026 dengan masa berlaku tiga tahun dan akan diperpanjang secara otomatis untuk periode berikutnya apabila tidak ada pemberitahuan penghentian dari salah satu pihak.


Melalui kemitraan ini, Kadin Sumatera Utara dan Mogilev berharap hubungan ekonomi kedua negara semakin erat, mendorong peningkatan perdagangan, investasi, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha di Sumut maupun Belarus.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rekam Jejak Hitam Martogi br Sinaga, Sosok yang Sering Mengklaim Hak Orang Lain dan Membuat Kegaduhan
Klarifikasi Tegas Jefrey Agutono Ariska: Video Viral "TNI Curi Lembu Janda" di Labuhanbatu Adalah Fitnah dan Hoaks Terstruktur!
Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan
‎Imigrasi Sumut Diduga "Main Mata" dengan WNA Singapura Pemasok Bahan Baku Vape Narkoba, Wartawan "Pilihan" Dijejali Kegiatan Tertutup di Hotel Mewah
Kapolrestabes Medan Arahkan Personel Tetap Humanis dalam Pengamanan Aksi KBMN di DPRD Sumut
Oknum Mafia BBM Dugong Bebas Beroperasi Sedot Solar, Klaim Sudah “Setor” ke Dirkrimsus dan Kapolrestabes Medan
komentar
beritaTerbaru