Senin, 25 Mei 2026

Puluhan Perusahaan Resmi Melantai, Emiten Milik Taipan Ini Paling Banyak Diburu

Redaksi - Selasa, 09 September 2025 11:01 WIB
Puluhan Perusahaan Resmi Melantai, Emiten Milik Taipan Ini Paling Banyak Diburu
Sumber : Republika
Salah satu taipan nasional, Prayogo Pangestu, saat menerima penghargaan dari pemerintah Indonesia. (Sumber foto: Republika)
Jakarta, asatupro.com - Hingga 2 September 2025, tercatat 22 perusahaan baru telah berhasil melantai atau melaksanakan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ini tentu kabar yang menggembirakan, mengingat kondisi makroekonomi global saat ini sarat dengan ketidakpastian, tetapi di saat yang sama pasar modal Indonesia masih menunjukkan daya tarik.

"Dari total pencatatan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp 10 triliun," kata Kepala PT BEI Perwakilan Sumut, Muhamad Pintor Nasution, kepada para wartawan di Medan, Selasa (9/9/2025).

Namun, kata dia, di balik semua angka pencapaian itu terlihat fakta menarik mengenai sektor-sektor yang mendominasi baik dari sisi besaran dana yang berhasil dihimpun, maupun dari sisi jumlah perusahaan tercatat.

Baca Juga:

Menurut Pintor Nasution, ada data menunjukkan bahwa sektor dengan jumlah perusahaan terbanyak tidak selalu menjadi sektor dengan penghimpunan dana terbesar.

Dari sisi jumlah dana yang dihimpun, sektor infrastruktur menempati posisi puncak. Dengan total 2 perusahaan tercatat dari sektor ini, perolehan dana dapat diraih sebesar Rp 2,63 triliun.


Baca Juga:

"Kontribusi terbesar datang dari PT Chandra Daya Investasi Tbk yang berhasil menghimpun dana hingga Rp 2,37 triliun melalui IPO sejak tercatat pada 9 Juli 2025," ujar Pintor Nasution.

"Angka tersebut menjadikan PT Chandra Daya Investasi Tbk sebagai perusahaan tercatat dengan penghimpunan dana terbesar sepanjang tahun berjalan," kata Pintor Nasution lagi.

Nah, dari penelurusan Asatupro.com, PT Chandra Daya Investasi Tbk adalah anak perusahaan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang merupakan milik konglomerat atau taipan nasional Prayogo Pangestu.

Sementara itu, satu perusahaan lainnya dari sektor infrastruktur yang juga berhasil mencatatkan sahamnya adalah PT Hero Global Investment Tbk sebesar Rp 260 miliar.


Posisi kedua diikuti oleh sektor consumer non-cyclicals dengan total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp 2,46 triliun, yang sebagian besar berasal dari IPO PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk yang berhasil menghimpun dana Rp 2,042 triliun pada 25 Maret 2025.


Perusahaan lain dari sektor ini, seperti PT Fore Kopi Indonesia Tbk dan PT Raja Roti Cemerlang Tbk pun turut berkontribusi meski dengan nilai dana dihimpun yaitu masing-masing Rp 353 miliar dan Rp 61 miliar.


Sektor properti dan real estate, ujar Pintor Nasution, berada di urutan ketiga dengan total dana dihimpun sebesar Rp 2,45 triliun.

Kontribusi terbesar berasal dari PT Bangun Kosambi Sukses Tbk yang menghimpun Rp 2,30 triliun melalui IPO pada 13 Januari 2025 dan ditambah Rp 145 miliar dari PT Kentanix Supra International Tbk.

Dengan demikian, dari tiga sektor tersebut, yaitu infrastruktur, consumer non-cyclicals, dan properties dan real estate secara kolektif telah menyumbang lebih dari Rp 7,5 triliun atau sekitar 72,5 persen dari total dana IPO yang terkumpul sepanjang tahun 2025.

Melihat dari sisi jumlah perusahaan tercatat, sektor healthcare mendominasi jumlah pencatatan terbanyak dengan total pencatatan empat perusahaan baru di BEI sepanjang tahun ini.

Sektor healthcare tersebut terdiri dari PT Medela Potentia Tbk (MDLA), PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH), dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT).

Total dana yang berhasil dikumpulkan dari keempat perusahaan tercatat ini mencapai sekitar Rp 900 miliar.


Kehadiran sektor kesehatan dalam jumlah signifikan menunjukkan bahwa industri kesehatan dalam arti luas tetap menjadi fokus strategis bagi perusahaan maupun investor pascapandemi Covid-19.

Selain sektor yang disebutkan sebelumnya, terdapat sektor lain yang turut meramaikan IPO dan pencatatan saham di BEI sepanjang tahun 2025 ini.

Sektor basic materials dan consumer cyclicals masing-masing juga menghadirkan tiga perusahaan, dengan dana terhimpun sekitar Rp 436 miliar dan Rp 292 miliar.

Dari sektor Energi, dua perusahaan berhasil menghimpun Rp 825 miliar, sementara sektor keuangan juga menambah dua perusahaan dengan total dana Rp 262 miliar.

Adapun sektor transportasi dan logistik menyumbang satu perusahaan dengan perolehan dana sekitar Rp 141 miliar.

Meskipun kontribusi dana dari sektor-sektor tersebut relatif lebih kecil, keberadaan sektor lain juga menambah warna sekaligus memperkaya keragaman profil perusahaan tercatat di BEI pada tahun 2025.


Secara keseluruhan, tren IPO tahun 2025 menunjukkan bahwa sektor infrastruktur menjadi motor utama penghimpunan dana, sementara sektor healthcare tampil dominan dari sisi jumlah perusahaan tercatat.

Kombinasi kekuatan sektor-sektor besar dan partisipasi berbagai industri lainnya mencerminkan ketahanan serta daya tarik pasar modal Indonesia di tengah kondisi global yang dinamis.

"Hal ini sekaligus menegaskan peran BEI sebagai wadah strategis bagi perusahaan untuk bertumbuh dan bagi investor untuk memperluas investasi," tegas Muhamad Pintor Nasution selaku Kepala PT BEI Perwakilan Sumut.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Soal THR, Ini Saran Otoritas Bursa ke Para Pekerja
Ada Kabar Gembira Terkait Perkembangan Pasar Modal Syariah 2025
Resolusi 2026: Dompet Tebal dari Bursa Saham
Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi
Jas Merah Pasar Modal: Sejarah Memberi Pelajaran Penting bagi Investor
komentar
beritaTerbaru