Wujud Kepedulian Sosial, Golkar Sumut Bagikan 2.500 Paket Sembako dan Gelar Donor Darah
Wujud Kepedulian Sosial, Golkar Sumut Bagikan 2.500 Paket Sembako dan Gelar Donor Darah
Politik
Sibolga,asatupro.com-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sibolga-Tapanuli Tengah melontarkan kritik keras terhadap pihak SMAN 1 Matauli terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok siswa kepada salah satu pelajar di sekolah tersebut. Insiden yang menyeruak ke publik ini menjadi ironi, mengingat SMAN 1 Matauli dikenal sebagai sekolah bergengsi di Tapanuli Tengah, namun justru gagal menjamin keamanan dan pembinaan moral siswanya.
Ketua PMIISibolga-Tapteng, Waiys Al Kahrony Pulungan, menilai bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan kenakalan remaja, melainkan bukti nyata bobroknya pengawasan internal sekolah.
"SMAN 1 Matauli harus bertanggung jawab. Jangan sampai nama besar sekolah hanya menjadi topeng, sementara di dalamnya tumbuh subur kelompok-kelompok yang menjadikan kekerasan sebagai budaya. Sekolah sekelas ini seharusnya jadi teladan, bukan berita buruk," tegasnya.
PMII menilai lemahnya pengawasan telah memberi ruang bagi terbentuknya kelompok bergaya geng di lingkungan sekolah, yang kemudian berani melakukan tindakan brutal.
Baca Juga:
"Jika pihak sekolah abai, sama saja mereka turut melanggengkan kekerasan. Jangan ada lagi pembiaran yang dibungkus dengan alasan menjaga nama baik institusi. Nama baik justru hancur ketika kebenaran ditutup-tutupi," ujarnya.
Menanggapi laporan keluarga korban yang telah menempuh jalur hukum, PMII mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tegas.
"Kami ingin memastikan, tidak ada pelaku yang dilindungi hanya karena status atau latar belakang keluarganya. Polisi harus berdiri di pihak korban dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ini bukan sekadar kasus perkelahian, ini adalah kejahatan yang mengancam masa depan pendidikan," tambahnya.
Baca Juga:
PMII juga mengingatkan, kekerasan bagi Pelajar adalah ancaman serius bagi generasi muda.
"Jangan biarkan sekolah elit berubah menjadi arena premanisme berseragam. Kami akan terus memantau dan bersuara sampai korban mendapatkan keadilan, dan pihak sekolah melakukan pembenahan nyata," tutup Waiys.
Wujud Kepedulian Sosial, Golkar Sumut Bagikan 2.500 Paket Sembako dan Gelar Donor Darah
Politik
Ribuan Warga Padati Lapangan Merdeka, Puncak HUT ke62 Golkar Sumut Berlangsung Semarak dan Penuh Hadiah
Politik
DPP FROMPER Ucapkan Selamat HUT ke2 Asatupro.com Komitmen Kawal Aspirasi Publik dan Sinergi Bangun Daerah
Nasional
Tim LAFKI Turun ke RSUD Sidikalang, dr. Benny Purba Banyak Masukan untuk Perbaikan Layanan
Daerah
Pelantikan DPP Pomparan Loho Raja di Tugu Silalahi, Pemkab Dairi Ajak Kolaborasi Bangun Daerah
Daerah
Ketua Harian DPP AJUDAN Desak Kapolri Realisasikan Tes Urine Seluruh Anggota Polri
Nasional
Nahkodai Kembali DPP Horas Bangso Batak 2026 dan 2031, Lamsiang Sitompul Tegaskan Komitmen Penguatan Budaya dan Bantuan Hukum
Nasional
Eko Sitepu Gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Medan, Warga Soroti Keadilan Sosial
Politik
GMPETSU Desak KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Korupsi Jalan dan Jalur Kereta Api DJKA di Sumut
Nasional
Tudingan &lsquoTebang Pilih&rsquo Mewarnai Penetapan Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Sumut, KPK Buka Suara
Hukrim