SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Sibolga,asatupro.com-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sibolga-Tapanuli Tengah melontarkan kritik keras terhadap pihak SMAN 1 Matauli terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok siswa kepada salah satu pelajar di sekolah tersebut. Insiden yang menyeruak ke publik ini menjadi ironi, mengingat SMAN 1 Matauli dikenal sebagai sekolah bergengsi di Tapanuli Tengah, namun justru gagal menjamin keamanan dan pembinaan moral siswanya.
Ketua PMIISibolga-Tapteng, Waiys Al Kahrony Pulungan, menilai bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan kenakalan remaja, melainkan bukti nyata bobroknya pengawasan internal sekolah.
"SMAN 1 Matauli harus bertanggung jawab. Jangan sampai nama besar sekolah hanya menjadi topeng, sementara di dalamnya tumbuh subur kelompok-kelompok yang menjadikan kekerasan sebagai budaya. Sekolah sekelas ini seharusnya jadi teladan, bukan berita buruk," tegasnya.
PMII menilai lemahnya pengawasan telah memberi ruang bagi terbentuknya kelompok bergaya geng di lingkungan sekolah, yang kemudian berani melakukan tindakan brutal.
Baca Juga:
"Jika pihak sekolah abai, sama saja mereka turut melanggengkan kekerasan. Jangan ada lagi pembiaran yang dibungkus dengan alasan menjaga nama baik institusi. Nama baik justru hancur ketika kebenaran ditutup-tutupi," ujarnya.
Menanggapi laporan keluarga korban yang telah menempuh jalur hukum, PMII mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tegas.
"Kami ingin memastikan, tidak ada pelaku yang dilindungi hanya karena status atau latar belakang keluarganya. Polisi harus berdiri di pihak korban dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ini bukan sekadar kasus perkelahian, ini adalah kejahatan yang mengancam masa depan pendidikan," tambahnya.
Baca Juga:
PMII juga mengingatkan, kekerasan bagi Pelajar adalah ancaman serius bagi generasi muda.
"Jangan biarkan sekolah elit berubah menjadi arena premanisme berseragam. Kami akan terus memantau dan bersuara sampai korban mendapatkan keadilan, dan pihak sekolah melakukan pembenahan nyata," tutup Waiys.
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan