Kamis, 27 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

PMII Desak Penegakan Hukum Tegas Kasus Penganiayaan di SMAN 1 Matauli: Sekolah Elit Bukan Taman Bagi Geng Kekerasan

Redaksi - Kamis, 14 Agustus 2025 16:04 WIB
PMII Desak Penegakan Hukum Tegas Kasus Penganiayaan di SMAN 1 Matauli: Sekolah Elit Bukan Taman Bagi Geng Kekerasan
Ketua PMII Sibolga-Tapteng, Waiys Al Kahrony Pulungan, Kritik Keras Terhadap Pihak SMAN 1 Matauli Terkait Kasus Penganiayaan Yang Diduga Dilakukan Oleh SekelompokSiswa Kepada Salah Satu Pelajar.

Sibolga,asatupro.com-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sibolga-Tapanuli Tengah melontarkan kritik keras terhadap pihak SMAN 1 Matauli terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok siswa kepada salah satu pelajar di sekolah tersebut. Insiden yang menyeruak ke publik ini menjadi ironi, mengingat SMAN 1 Matauli dikenal sebagai sekolah bergengsi di Tapanuli Tengah, namun justru gagal menjamin keamanan dan pembinaan moral siswanya.

Ketua PMIISibolga-Tapteng, Waiys Al Kahrony Pulungan, menilai bahwa kasus ini bukan sekadar persoalan kenakalan remaja, melainkan bukti nyata bobroknya pengawasan internal sekolah.

"SMAN 1 Matauli harus bertanggung jawab. Jangan sampai nama besar sekolah hanya menjadi topeng, sementara di dalamnya tumbuh subur kelompok-kelompok yang menjadikan kekerasan sebagai budaya. Sekolah sekelas ini seharusnya jadi teladan, bukan berita buruk," tegasnya.

PMII menilai lemahnya pengawasan telah memberi ruang bagi terbentuknya kelompok bergaya geng di lingkungan sekolah, yang kemudian berani melakukan tindakan brutal.

Baca Juga:

"Jika pihak sekolah abai, sama saja mereka turut melanggengkan kekerasan. Jangan ada lagi pembiaran yang dibungkus dengan alasan menjaga nama baik institusi. Nama baik justru hancur ketika kebenaran ditutup-tutupi," ujarnya.

Menanggapi laporan keluarga korban yang telah menempuh jalur hukum, PMII mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan tegas.

"Kami ingin memastikan, tidak ada pelaku yang dilindungi hanya karena status atau latar belakang keluarganya. Polisi harus berdiri di pihak korban dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ini bukan sekadar kasus perkelahian, ini adalah kejahatan yang mengancam masa depan pendidikan," tambahnya.

Baca Juga:

PMII juga mengingatkan, kekerasan bagi Pelajar adalah ancaman serius bagi generasi muda.

"Jangan biarkan sekolah elit berubah menjadi arena premanisme berseragam. Kami akan terus memantau dan bersuara sampai korban mendapatkan keadilan, dan pihak sekolah melakukan pembenahan nyata," tutup Waiys.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Olimpiade Sains Dairi 2026 Digelar September Mendatang, Ajang Prestasi Siswa & Guru se-Sumatera Utara
Disaksikan Menko Perekonomian, ITSI Medan dan BPDP Tandatangani Kuota Beasiswa Sawit
Cipayung Plus Sumut Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa dan Pelajar
Bayar Denda Administratif Rp286,4 Juta, Pelaku Rokok Ilegal di Padangsidimpuan Dilepaskan Bea Cukai
75 Mahasiswa Fakultas Hukum UMTS Resmi Dilepas Magang di Kantor Penegak Hukum
Mahasiswa CWE Peraih Beasiswa Sawit BPDP Jalani Magang mySAP365 AIX 2026
komentar
beritaTerbaru