Jumat, 17 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Yayasan Taman Istiqomah Atjeh: Persoalan Air Bersih Hal Mendasar Bagi Korban Banjir

Jalaluddin Lase - Selasa, 24 Februari 2026 11:42 WIB
Yayasan Taman Istiqomah Atjeh: Persoalan Air Bersih Hal Mendasar Bagi Korban Banjir
Ketua Yayasan Taman Istiqomah Atjeh, Khairul Abrar IH, dalam rangkaian kegiatan peresmian sumur bor, sumur gali di daerah terdampak.(ist).
Bireuen,asatupro.com-Ketua Yayasan Taman Istiqomah Atjeh, Khairul Abrar IH, menyoroti ketersediaan air bersih sebagai salah satu persoalan yang sangat mendasar bagi masyarakat korban banjir bandang di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Khairul Abrar IH dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (24/2/2026). Ia menyebutkan, sebelumnya Yayasan Taman Istiqomah Atjeh bersama Komunitas Sahabat Peduli Aceh telah meresmikan satu unit sumur bor di Gampong Kuala Ceurape serta lima unit sumur gali di Gampong Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Dalam rangkaian kegiatan peresmian sumur bor, sumur gali, serta survei lapangan yang dilakukan pada 21–22 Februari 2026 di sejumlah wilayah terdampak, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara, tim menemukan bahwa persoalan air bersih masih menjadi kebutuhan yang paling utama bagi para korban banjir.

"Di lapangan kami melihat langsung bahwa akses masyarakat terhadap air bersih masih sangat terbatas. Ini menjadi persoalan yang mendesak karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kelangsungan hidup warga pasca bencana," ujar Khairul.

Baca Juga:

Selain persoalan air bersih, Khairul juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai sangat memprihatinkan. Ia menyebutkan, banyak usaha warga hancur total akibat banjir, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun tambak-tambak rakyat.

"Kondisi ini membuat banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan. Pertanian rusak, ternak mati, dan tambak tidak bisa lagi dimanfaatkan," jelasnya.

Karena itu, Khairul menegaskan perlunya penanganan yang serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak banjir. Ia mendorong agar pemulihan tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada pembangunan dan penguatan usaha-usaha baru di tengah masyarakat.

Baca Juga:

"Upaya pemulihan ekonomi harus segera dilakukan agar roda ekonomi kembali berputar dan masyarakat dapat bangkit secara mandiri," pungkasnya.**

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tim SAR Brimob Evakuasi Korban Longsor Sembahe
Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Personel Ditpolairud dalam Penanganan Banjir
Brimob Bersama Warga Dirikan Rumah Korban Banjir di Tolang Julu
Brimob Poldasu Pantau Kondisi Banjir Susulan di Garoga Tapsel
Brimob Poldasu Bangunan 24 Unit Komunal Bagi Korban Banjir dan Longsor di Desa Aek Latung Sipirok Tapsel
Satgas Gulbencal Kodam I/BB Salurkan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Bencana di Tapanuli Tengah
komentar
beritaTerbaru