Plt Ketua Nasional GTDI Imbau Peserta Mubes XXV Jaga Keamanan dan Kondusifitas
Plt Ketua Nasional GTDI Imbau Peserta Mubes XXV Jaga Keamanan dan Kondusifitas
Nasional
Deli Serdang,asatupro.com-Pengerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDAMBK) Kabupaten Deli Serdang di Desa Kelumpang Tanjung Gusta menuai sorotan tajam. Proyek dengan pagu anggaran fantastis lebih dari Rp1,5 miliar itu diduga dikerjakan asal jadi dan terkesan hanya tambal sulam.
Pantauan awak media di lapangan menunjukkan, hasil pengerjaan jauh dari harapan. Sejumlah titik kerusakan berat hanya ditambal tipis, padahal kondisi badan jalan sudah seharusnya dilakukan pengaspalan secara menyeluruh.
Kualitas pekerjaan tersebut dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dikucurkan.
Buruknya mutu perkerjaan juga terlihat di ruas jalan Simpang Beringin, Kelumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Hotmix yang baru dikerjakan sudah mengalami kerusakan dan retak.
Baca Juga:
Kesan asal-asalan ini memicu kecurigaan publik. Pengerjaan yang minim volume dan kualitas itu disebut-sebut berpotensi menguntungkan pihak kontraktor serta oknum pejabat dinas terkait. Padahal proyek tersebut menggunakan uang rakyat.
"Beberapa titik hanya ditambal seadanya. Seharusnya diaspal penuh, tapi kenyataannya tidak. Ini jelas menguntungkan rekanan dan oknum-oknum yang terlibat. Kami menduga ada maksud terselubung," ungkap seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.
Berdasarkan papan proyek disebutkan, proyektor itu dikerjakan oleh CV Sejahtera Jaya dengan nilai anggaran sebesar Rp1.559.500.000,00, dengan sumber dana PAPBD Tahun 2025, Tanggal Kontrak 30 Oktober 225, dengan waktu 63 hari kalender.
Baca Juga:
Angka tersebut dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kondisi pekerjaan di lapangan.
"Kalau pekerjaannya seperti ini, wajar masyarakat menduga sebagian anggaran masuk ke kantong pribadi rekanan dan pejabat. Aroma korupsi sangat terasa," tambah warga.
Diketahui, proyek tersebut mulai dikerjakan sejak 30 Oktober 2025 dengan masa kerja 63 hari kalender. Namun hingga kini, pengaspalan baru mencapai wilayah Desa Kelumpang Kebun. Sementara di Desa Kelambir Lima Kebun, pekerjaan masih sebatas penyiraman sertu.
Akibatnya, warga terpaksa menghirup debu setiap hari. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, termasuk ancaman penyakit pneumokoniosis akibat paparan partikel debu dalam jangka panjang.
Masyarakat pun mendesak aparat pengawas internal pemerintah serta penegak hukum untuk turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut, guna memastikan penggunaan anggaran negara tidak diselewengkan.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDAMBK) Kabupaten Deli Serdang, Janso Sipahutar belum juga memberikan tanggapan resmi terkait dugaan Proyek dengan pagu anggaran fantastis lebih dari Rp1,5 miliar itu diduga dikerjakan asal jadi dan terkesan hanya tambal sulam di ruas jalan Simpang Beringin, Kelumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.
Plt Ketua Nasional GTDI Imbau Peserta Mubes XXV Jaga Keamanan dan Kondusifitas
Nasional
DPD Rumah Gibran Sumut Desak Bongkar Dugaan Pungli di Lapas Binjai Jangan Jadikan Hak Warga Binaan Sebagai Lahan Pungutan
Nasional
DPP HARI Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla, Minta Aparat Usut Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan
Nasional
Diduga Tak Sesuai Juknis, Pekerjaan Replanting dan Parit Isolasi PTPN IV Bah Jambi Diminta Diperiksa
Peristiwa
HUT ke4 Satupena.co.id Empat Tahun Berkarya, Menjaga Kepercayaan dan Mewarnai Negeri
Daerah
Ahli Waris Almarhum Abdul Halim Harahap Pemilik 15 Ha Lahan Polisikan Pasutri Diduga Penyerobot Lahan
Medan
Wabup Dairi Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang, "Pemulihan Fisik dan Mental Harus Tuntas"
Daerah
Olimpiade Sains Dairi 2026 Digelar September Mendatang, Ajang Prestasi Siswa & Guru seSumatera Utara
Pendidikan
Perdamaian Kasus Dugaan Pencemaran PT Indofarm Sukses Makmur Dipertanyakan, Hasil Uji Laboratorium Berbeda dan Dugaan Upeti Mencuat
Peristiwa
Rawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Jaga Stabilitas Negara Tanpa Provokasi
Nasional