Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
Pelatihan yang berlangsung di dalam dan luar ruangan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 19-23 Agustus 2025, dan para petani sawit yang dilatih berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur.
Para narasumber yang menjadi pembicara di acara ini, baik secara daring dan luring, merupakan para tokoh yang berkompeten, seperti Dr NM Apuk Ismane selaku Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (PPP) pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan.
Lalu ada juga Mukhlis SP MA selaku Kepala Bidang Penyuluh dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.
Baca Juga:
Baca Juga:Juga para pelatih atau trainer dari IPB Training yakni Dr Ir Hariyadi MS, Ir Sri Hermawan, Dr Ir Budi Nugroho MSi, Dr Ir Supijatno MSi, serta Dr Cecep Ijang Wahyudin SP MSi.
Acara pelatihan bertajuk "Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan IX, X, dan XVII Tahun 2025" ini berlangsung dengan khidmat.
Dalam sambutannya secara daring, Apik Ismane menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja perkebunan.
"Khususnya di subsektor perkebunan kelapa
sawit yang menjadi komoditas unggulan milik Indonesia," ucap Apuk Ismane.
Di sisi lain, Baginda Siagian menyampaikan bahwa sesuai dengan misi Asta Cita Kedua, pemerintah terus berupaya memantapkan ketahanan pangan dan mendorong kemandirian bangsa.
Kelapa sawit, kata dia, memiliki peran strategis dalam mendukung tujuan tersebut. Karena itu pihaknya berharap para peserta
pelatihan
dapat membawa pulang ilmu dan praktik terbaik dari pelatihan ini.
Pelatihan ini menghadirkan jajaran trainer dari IPB Training yang memiliki pengalaman luas di bidang perkebunan kelapa sawit dan pengembangan SDM pertanian.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan tim narasumber dari dinas terkait di tingkat provinsi, sehingga peserta mendapatkan perspektif yang menyeluruh, baik dari sisi akademis maupun praktik di lapangan.
Program pelatihan teknis budidaya kelapa sawit ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Peserta dibekali pengetahuan mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga manajemen pascapanen yang sesuai dengan standar agronomi.
Sebagai rangkaian dari pelatihan, peserta juga berkesempatan melakukan kegiatan turun lapang ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), salah satu anak perusahaan BUMN, pada 21 Agustus 2025.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung praktik pengelolaan perkebunan kelapa sawit mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga penerapan teknologi budidaya
berkelanjutan.
"Kunjungan ke PT ASN memberikan pengalaman nyata bagi peserta. Mereka bisa melihat langsung bagaimana standar budidaya sawit diterapkan," ujar salah satu trainer IPB Training.
Kegiatan lapangan ini menjadi salah satu sesi yang paling ditunggu peserta, karena mereka dapat menyaksikan langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas diimplementasikan di lapangan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa praktik terbaik yang bisa diaplikasikan langsung dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah maupun pusat dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Penyelenggaraan pelatihan Angkatan IX, X, dan XVII Tahun 2025 ini menegaskan konsistensi IPB Training dalam mendukung program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit nasional.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, serta para akademisi dan praktisi, pelatihan ini menjadi wadah penting bagi petani, penyuluh, dan tenaga lapangan untuk terus meningkatkan kompetensi.
Acara ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi lintas pihak ini dapat terus berlanjut, sehingga perkebunan kelapa sawit di Aceh mampu menjadi contoh praktik budidaya yang unggul, produktif, dan berkelanjutan.
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan
Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret
Medan
DPP Fromper Minta Judi Tembak Ikan Merek GBM99 Milik Asen Dikelola Cici Menjamur Medan Utara Harus di Berantas Habis Jangan Kasih Ampun
Hukrim