Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Peserta pelatihan tersebut, seperti keterangan resmi yang diterima asatupro.com, Selasa (5/8/2025) sore, terdiri dari 60 orang dari Kabupaten Aceh Tamiang, serta 29 orang dari Kabupaten Aceh Timur.
Dalam kegiatan yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut, sejumlah tokoh yang berkompeten di bidang teknologi dan perkelapasawitan turut andil, baik secara daring maupun luring.
Seperti Muhammad Sigit Susanto MM LCPC selaku Direktur IPB Training, Dr M Apuk Ismane selaku Ketua Team Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan.
Baca Juga:
Selain itu, ada pula Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun Kementan, Ir Baginda Siagian MSi; Mukhlis SP MA selaku Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh.
Baca Juga:
Tidak ketinggalan pula tim narasumber dari IPB Training yaitu Prof Dr Ir Baba Barus MSc; La Ode Syamsul Iman SP MSi; Dr Wahyu Iskandar SHut MAgr ; Nina Widiana Darojati SP MSi; Reni Kusumo Tejo SP MSi; serta terakhir adalah Dr Dra Khursatul Munibah MSc.
Disebutkan bahwa pelatihan ini berfokus pada upaya untuk mengembangkan SDM dalam pemetaan lahan dan budidaya kelapa sawit berkelanjutan melalui topik-topik seperti penggunaan teknologi global positioning system (GPS) dan teknologi drone.
Para pelatih atau trainer dalam pelatihan tersebut menekankan amal, transfer pengetahuan, dan pengembangan pertanian, diikuti dengan latihan praktis dan sesi pelatihan bagi para peserta.
Para petani sawit sendiri diminta untuk mengisi kuesioner pra-uji sebelum pelatihan dimulai. Peserta didorong untuk sepenuhnya terlibat dalam pelatihan dan untuk menerapkan keterampilan baru mereka ke Program Regenerasi Kelapa Sawit Rakyat.
Baginda Siahaan dalam kesempatan itu menekankan bahwa pelatihan yang tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani untuk mengelola batas-batas lahan dan kelapa sawit dan menghindari masalah duplikasi.
Dia bilang, pelatihan ini dipandang penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung terkait kepemilikan lahan.
Baginda Siahaan juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi pemetaan, yang akan bermanfaat bagi kegiatan pengembangan kelapa sawit di masa depan.
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Lapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan Overcrowding
Daerah
Cek Jadwalnya! Penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang I TA 2027 Dibuka, Gratis dan Bisa Daftar Pakai KTP Mana Saja
Nasional
Jakarta,asatupro.comKetua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menekankan pentingnya peran pers dalam mencerdaskan ke
Nasional
Ibu Rumah Tangga di Siak Ditemukan Tewas, Anak Kandung yang Merupakan Anggota Polri Diamankan
Hukrim
Operasi Perjudian Tembak Ikan Yepta Diduga Kebal Hukum Nekat Buka Kembali di Samping Sekolah Yapim Situngaling, Karo!
Hukrim
Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Daerah
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
AJUDAN Silaturahmi ke Kodim 0201 Medan, Perkuat Sinergi Berantas Judi dan Narkoba
Medan
Tujuh Tahun Beroperasi, SPBU Curang di Sergai Diungkap Polda Sumut Manajer dan Supervisor Ditahan
Hukrim