Minggu, 24 Mei 2026

SIExpo 2025 Hadirkan Terobosan Pengendalian Ganoderma: Sawit Sakit Bisa Sehat Kembali dalam 2–4 Bulan

Redaksi - Minggu, 10 Agustus 2025 10:38 WIB
SIExpo 2025 Hadirkan Terobosan Pengendalian Ganoderma: Sawit Sakit Bisa Sehat Kembali dalam 2–4 Bulan
Dok. pribadi
Pesuntani menghadirkan teknologi yang ramah lingkungan dalam mengatasi ganoderma pada perkebunan kelapa sawit.
Pekanbaru, asatupro.com – Even tahunan Sawit Indonesia Expo and Coference (SIExpo) 2025 yang digelar di Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, kembali menghadirkan kejutan dalam mengatasi ganoderma yang dikenal sebagai momok bagi petani kelapa sawit.

Kejutan tersebut berupa sebuah terobosan dari pakar ganoderma, Dr Ir Darmono Taniwiryono, MSc yang, memaparkan pendekatan inovatif pengendalian terpadu ganoderma pada perkebunan kelapa sawit di lapangan.

"Nah, pendekatan inovatif teknologi ini dikembangkan oleh PT Pelita Susun Bentang Organik (Pesuntani) dan telah memberikan harapan baru bagi industri sawit nasional," ucap Darmono Taniwiryono kepada asatupro.com, Minggu (10/8/2025).

Sekadar informasi, PT Pelita Susun Bentang Organik (Pesuntani) yang disebut Dr Darmono Taniwiryono dalam paparannya di SIExpo tersebut adalah sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan teknologi organik terintegrasi dengan tujuan untuk peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian, khususnya kelapa sawit.

Baca Juga:

Melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi, PT Pesuntani terbukti telah menghasilkan berbagai solusi di berbagai perkebunan kelapa sawit yang teruji dan ramah lingkungan.


Baca Juga:

Menurut Dr Darmono Taniwiryono, ganoderma boninense, adalah patogen penyebab penyakit busuk pangkal batang (BPB) dan telah lama menjadi momok perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Penyakit ini, papar Darmono Taniwiryono, bisa membuat terjadinya penurunan produksi hingga kematian tanaman kelapa sawit, dengan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 40 triliun per tahun.

Lebih dari itu, sambungnya lagi, target ambisius Indonesia untuk mencapai produksi nasional 100 juta ton CPO pada 2045 terancam gagal jika masalah ini tidak diatasi secara efektif.

"Selama ini, pendekatan pengendalian tunggal terbukti tidak memadai. Pesuntani memperkenalkan metode pengendalian terpadu ganoderma, yang memadukan beberapa strategi lapangan," kata Darmono Taniwiryono.

Adapun strategi-strategi tersebut adalah, pertama, pembuatan root feeding trench melalui teknik root pruning, berjarak 1.5 metrt dari pangkal batang.


Yang kedua, penerapan aplikasi bahan organik ke dalam trench; ketiga, inokulasi Trichoderma spp. unggul bersamaan waktunya dengan aplikasi bahan organik.

Yang keempat, Biomounding menggunakan tandan kosong (tankos) di bagian pangkal batang yang terserang dengan pemberian Trichoderma spp. unggul.

"Hasilnya mencengangkan, tanaman yang menunjukkan gejala sakit stadium awal dapat kembali sehat dalam waktu 2–4 bulan," kata Ketua Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) ini.

Inovasi ini, ungkap Darmono Taniwiryono, telah teruji di lebih dari 20 perkebunan, mencakup perkebunan besar dan perkebunan rakyat di berbagai provinsi penghasil sawit utama.

"Selama puluhan tahun, banyak yang beranggapan bahwa kelapa sawit yang terserang Ganoderma tidak bisa disembuhkan. Hasil lapangan kami membuktikan sebaliknya," ujar Dr. Darmono dalam presentasinya di SIExpo 2025.


"Ini bukan sekadar teknologi, tapi peluang nyata untuk menyelamatkan produktivitas sawit nasional," kata Darmono Taniwiryono.

Darmono Taniwiryono berharap agar teknologi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pelaku usaha sawit, mengingat dampaknya yang strategis terhadap keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

"Khususnya di tengah tuntutan produktivitas dan keberlanjutan lingkungan," tegas Darmono Taniwiryono.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
PalmCo Gelar Donor Darah, Hampir Seribu Kantong Terkumpul
Booth Teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI di Palmex 2026 Jakarta Diminati Pelaku Usaha Sawit
Didukung Kementan, GAPKI dan RPN Resmi Lepas SDG Sawit Asal Tanzania di Kebun Socfindo
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
Kembangkan SDM, PT LAT Trisakti Siapkan Magang bagi Penerima Beasiswa Sawit
komentar
beritaTerbaru