Rabu, 29 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Upaya Petani Sawit Membuat Biochar Pantas Didukung, Ini Alasannya!

Redaksi - Jumat, 25 Juli 2025 12:16 WIB
Upaya Petani Sawit Membuat Biochar Pantas Didukung, Ini Alasannya!
Dok. pribadi
Aktar selaku Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pelalawan.

Pelalawan, asatupro.com - Setiap upaya para petani sawit untuk merawat lingkungan perkebunan sawit, di antaranya dengan menggunakan biochar berbahan baku tandan kosong (tankos) sebagai pengganti pupuk kimia, sangat pantas untuk didukung oleh siapa pun, termasuk oleh pihak perusahaan kelapa sawit (PKS).

Himbauan tersebut, seperti keterangan resmi yang diterima para wartawan, Jumat (25/7/2025), disampaikan oleh Aktar selaku Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pelalawan.

Dia menyampaikan hal itu saat berbicara dalam acara pelatihan bertajuk "Praktik Pembuatan Biochar Dari Tandan Kosong Sebagai Pembenah Tanah dan Produk Bernilai Ekonomis Skala UKMK" yang digelar di Desa Trimulya Jaya, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Kamis (24/7/2025).

Pelatihan itu didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini dan DPD I Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Provinsi Riau yang dipimpin oleh H. Sutoyo.

Baca Juga:

Kegiatan tersebut menggandeng akademisi dan praktisi yakni M Mirza Arif Zainal dari Yayasan Agathis Dammara Karbon, dan praktisi biochar Arif Firmansyah yang juga Direktur PT Perfekta Lintas Semesta.

Kata Aktar, para pemilik PKS di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, diminta untuk mempermudah dan membantu para petani yang ingin mengolah tandan kosong (tankos) menjadi pupuk hayati biochar.

Sebab, sambungnya lagi, penggunaan tankos sawit itu bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia, sekaligus sebagai upaya untuk membuat perkebunan sawit rakyat semakin berkelanjutan.

Baca Juga:

Aktar sangat berharap agar pihak manajemen PKS di Kabupaten Pelalawan dapat mendukung petani dengan mempermudah petani mendapatkan tankos tersebut.


"Atau ikut memproduksi biochar dengan melibatkan petani," kata Aktar. Dirinya sangat mendukung pelatihan itu dan menilainya sebagai sebuah kegiatan yang sangat mendukung perkebunan berkelanjutan di Kabupaten Pelalawan.

"Ini akan sangat mendukung petani dalam pemeliharaan kebun kelapa sawitnya. Apalagi didukung oleh BPDP yang memiliki banyak program untuk perkebunan kelapa sawit," terangnya.

Saat ini, kata Aktar, pupuk kimia sangat mahal. Inovasi pembuatan biochar dari tankos sawit ini dapat membantu petani dalam menghadapi problem mahalnya harga pupuk kimia.

Sementara itu Ketua DPD I Aspek-PIR Riau, Sutoyo, mengatakan kegiatan ini diikuti sekitar seratus petani sawit dari Kecamatan Ukui, Kerumutan, Pangkalan Lesung dan Kecamatan Pangkalan Kuras di Kabupaten Pelelawan.

"Mereka merupakan pengurus dan anggota KUD Bakti, KUD Bina Usaha Baru, KUD Bina Sejahtera, KUD Sumber Bahagia, KUD Karya Bersama, KUD Amanah dan sebagainya," beber Sutoyo.


Menurut Sutoyo, dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan BPDP ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengalaman petani khususnya dalam pemanfaatan limbah tandan kosong (tankos) sawit.

"Alhamdulillah kegiatan yang didukung BPDP ini sangat antusias diikuti petani. Mulai dari kegiatan yang kita laksanakan di Kampar, Rohul dan kali ini di Pelalawan," tegas Sutoyo.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Tekad Kuat Aspek-PIR Indonesia terkait Petani Sawit
Aspek-PIR Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Alam di Batang Toru Tapsel
PTPN IV Regional 3 dan Aspek-PIR Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Alam di Aceh
Didukung BPDP, Aspek-PIR Gelar Pelatihan Pembuatan Biochar di Riau
Tingkatkan Produktivitas, Aspek-PIR Gelar Forum Bisnis Forum Kemitraan Sawit 2025
Dukungan BPDPKS Mampu Kuatkan Keberadaan UKMK Berbasis Sawit
komentar
beritaTerbaru