Senin, 31 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

SDM 174 Petani Sawit OKU Dikuatkan IPB Training, Ditjenbun, dan BPDP

Hendrik Hutabarat - Senin, 31 Agustus 2026 18:08 WIB
SDM 174 Petani Sawit OKU Dikuatkan IPB Training, Ditjenbun, dan BPDP
Dok. IPB Training
Ratusan petani sawit dari OKU, Sumsel, mendapatkan penguatan SDM Pekebun Kelapa Sawit dari IPB Training, yang didukung penuh oleh Ditjenbun dan BPDP.
Palembang, asatupro.com - Sebanyak 174 petani kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjalani proses penguatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) selama enam hari di Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), 26-31 Agustus 2026.

Proses penguatan tersebut dilakukan para pelatih atau trainer handal dari IPB Training dan didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan).

Proses penguatan dilakukan dalam sebuah pelatihan budidaya yang digelar IPB Training, BPDP, dan Ditjenbun, di Beston Hotel Palembang, sekaligus
merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.

Para peserta pelatihan terbagi dalam 6 angkatan, yakni XXIV, XXV, XXVI, XXVII, XXVIII, dan XXIX. Pelatihan dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai budidaya kelapa sawit, tetapi juga mempertemukan materi teknis dengan pengalaman petani di lapangan.

Baca Juga:

Sejumlah pemangku kepentingan, seperti keterangan resmi yang diterima media, Senin (31/8/2026), turut hadir dalam pembukaan kegiatan, antara lain Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel Dian Eka Putra SSTP MSi dan Wakil Bupati (Wabup) OKU Ir H Marjito Bachri ST.

Hadir juga Kepala Dinas Pertanian (Distanpang) OKU Kgs. M Effendi Fery SSTP MSi, perwakilan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dr M Apuk Ismane selaku Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, dan perwakilan Ditjenbun.

Para pelatih dari IPB Training yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelatih (Lead Trainer) Prof. Dr. Ir. Hariyadi M.S. tentu juga hadir dalam pelatihan tersebut.

Baca Juga:




Selama enam hari, peserta mendapatkan materi yang mencakup rangkaian budidaya sawit secara menyeluruh, yang dinilai dari pembelajaran regulasi dan kebijakan, lalu persiapan benih dan bahan tanam.



Kemudian pembelajaran mengenai pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), tanaman menghasilkan (TM), pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Adapun yang mencakup materi regulasi, misalnya, tidak hanya membahas ketentuan mengenai budidaya dan penggunaan benih.

Peserta juga diajak memahami kebijakan pembukaan lahan tanpa membakar serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan praktik perkebunan.

Diskusi berlangsung aktif karena peserta membawa pengalaman dari kondisi kebun kelapa sawit masing-masing ke dalam kelas. Penguatan kompetensi dilanjutkan melalui materi benih dan bahan tanam.

Peserta mempelajari bahan tanam unggul, prosedur pengadaan bahan tanam, serta teknis pembibitan pada fase Pre Nursery (PN) dan Main Nursery (MN).

Dalam sesi itu, persoalan memperoleh bibit yang asli dan bersertifikat menjadi salah satu hal yang banyak dibahas.

Sejumlah peserta diketahui melakukan pembibitan secara mandiri. Karena itu, materi mengenai ukuran polybag, teknik penanaman, penyiraman, pemupukan, hingga pemindahan bibit dari PN ke MN menjadi relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan.



Peserta bahkan melakukan praktik pemindahan bibit menggunakan ponjok. Setelah pembibitan, peserta dibekali materi mengenai persiapan lahan dan penanaman.



Mereka mempelajari syarat tumbuh, kelas kesesuaian lahan, tahapan persiapan lahan dan replanting, hingga pengajiran. Peserta juga melakukan praktik pengajiran setelah mendapatkan penjelasan mengenai pola dan jarak tanam.

Pada tahap pemeliharaan, pembelajaran diarahkan pada pengelolaan TBM dan TM. Peserta mempelajari konsolidasi dan sensus TBM, perawatan piringan, gawangan dan pasar pikul, kastrasi, sanitasi, hingga persiapan menjelang panen.

Pada tanaman menghasilkan, materi mencakup pruning, pemeliharaan akses panen, jalan produksi, dan fruit set.

Pengalaman belajar semakin diperkuat melalui kunjungan dan praktik lapangan. Peserta mempraktikkan penggunaan egrek, kastrasi, perawatan piringan secara manual dan menggunakan mesin, serta penggunaan traktor.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi antara peserta dengan narasumber dari IPB Training dan PT Dutareka Mandiri.

Pada bagian akhir, peserta mempelajari pengendalian gulma, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Mereka melakukan praktik kalibrasi alat dan penyemprotan, pengukuran pH tanah dan pupuk menggunakan kertas lakmus, hingga mempelajari konsep pengendalian hama terpadu (PHT), agensia hayati, dan beneficial plant.


Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi petani membutuhkan pembelajaran yang menyentuh keseluruhan proses budi daya.



Dengan memadukan pengetahuan di kelas, diskusi, dan praktik lapangan, peserta memperoleh kesempatan untuk menghubungkan materi dengan kondisi perkebunan yang mereka kelola.

Pelatihan enam hari itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas petani agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai pengelolaan kelapa sawit, mulai dari bahan tanam hingga pemeliharaan tanaman di lapangan.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Disaksikan Menko Perekonomian, ITSI Medan dan BPDP Tandatangani Kuota Beasiswa Sawit
Teknologi Sore Trap Diperkenalkan ke Petani Sawit di Sipispis
Ini Reaksi Petani Sawit Sergai Melihat BrondoClean Persembahan Tim PKM ITSI Medan
Seru, Ratusan Petani Sawit Musi Rawas Praktek Langsung di Kebun
Mahasiswa CWE Peraih Beasiswa Sawit BPDP Jalani Magang mySAP365 AIX 2026
Kabar Baik Bagi Pelaku Sawit, Kini Ada Prototipe Teknologi Helm Pintar Berbasis IoT Karya Mahasiswa ITSI Medan
komentar
beritaTerbaru