SDM 174 Petani Sawit OKU Dikuatkan IPB Training, Ditjenbun, dan BPDP
Palembang, asatupro.com Sebanyak 174 petani kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjalani proses penguatan dan pen
Perkebunan
Proses penguatan tersebut dilakukan para pelatih atau trainer handal dari IPB Training dan didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan).
Proses penguatan dilakukan dalam sebuah pelatihan budidaya yang digelar IPB Training, BPDP, dan Ditjenbun, di Beston Hotel Palembang, sekaligus
merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Para peserta pelatihan terbagi dalam 6 angkatan, yakni XXIV, XXV, XXVI, XXVII, XXVIII, dan XXIX. Pelatihan dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai budidaya kelapa sawit, tetapi juga mempertemukan materi teknis dengan pengalaman petani di lapangan.
Baca Juga:
Sejumlah pemangku kepentingan, seperti keterangan resmi yang diterima media, Senin (31/8/2026), turut hadir dalam pembukaan kegiatan, antara lain Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel Dian Eka Putra SSTP MSi dan Wakil Bupati (Wabup) OKU Ir H Marjito Bachri ST.
Hadir juga Kepala Dinas Pertanian (Distanpang) OKU Kgs. M Effendi Fery SSTP MSi, perwakilan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dr M Apuk Ismane selaku Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan, dan perwakilan Ditjenbun.
Para pelatih dari IPB Training yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelatih (Lead Trainer) Prof. Dr. Ir. Hariyadi M.S. tentu juga hadir dalam pelatihan tersebut.
Baca Juga:

Selama enam hari, peserta mendapatkan materi yang mencakup rangkaian budidaya sawit secara menyeluruh, yang dinilai dari pembelajaran regulasi dan kebijakan, lalu persiapan benih dan bahan tanam.
Kemudian pembelajaran mengenai pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), tanaman menghasilkan (TM), pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Adapun yang mencakup materi regulasi, misalnya, tidak hanya membahas ketentuan mengenai budidaya dan penggunaan benih.
Peserta juga diajak memahami kebijakan pembukaan lahan tanpa membakar serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan praktik perkebunan.
Diskusi berlangsung aktif karena peserta membawa pengalaman dari kondisi kebun kelapa sawit masing-masing ke dalam kelas. Penguatan kompetensi dilanjutkan melalui materi benih dan bahan tanam.
Peserta mempelajari bahan tanam unggul, prosedur pengadaan bahan tanam, serta teknis pembibitan pada fase Pre Nursery (PN) dan Main Nursery (MN).
Dalam sesi itu, persoalan memperoleh bibit yang asli dan bersertifikat menjadi salah satu hal yang banyak dibahas.
Sejumlah peserta diketahui melakukan pembibitan secara mandiri. Karena itu, materi mengenai ukuran polybag, teknik penanaman, penyiraman, pemupukan, hingga pemindahan bibit dari PN ke MN menjadi relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan.

Peserta bahkan melakukan praktik pemindahan bibit menggunakan ponjok. Setelah pembibitan, peserta dibekali materi mengenai persiapan lahan dan penanaman.
Mereka mempelajari syarat tumbuh, kelas kesesuaian lahan, tahapan persiapan lahan dan replanting, hingga pengajiran. Peserta juga melakukan praktik pengajiran setelah mendapatkan penjelasan mengenai pola dan jarak tanam.
Pada tahap pemeliharaan, pembelajaran diarahkan pada pengelolaan TBM dan TM. Peserta mempelajari konsolidasi dan sensus TBM, perawatan piringan, gawangan dan pasar pikul, kastrasi, sanitasi, hingga persiapan menjelang panen.
Pada tanaman menghasilkan, materi mencakup pruning, pemeliharaan akses panen, jalan produksi, dan fruit set.
Pengalaman belajar semakin diperkuat melalui kunjungan dan praktik lapangan. Peserta mempraktikkan penggunaan egrek, kastrasi, perawatan piringan secara manual dan menggunakan mesin, serta penggunaan traktor.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi antara peserta dengan narasumber dari IPB Training dan PT Dutareka Mandiri.
Pada bagian akhir, peserta mempelajari pengendalian gulma, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.
Mereka melakukan praktik kalibrasi alat dan penyemprotan, pengukuran pH tanah dan pupuk menggunakan kertas lakmus, hingga mempelajari konsep pengendalian hama terpadu (PHT), agensia hayati, dan beneficial plant.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi petani membutuhkan pembelajaran yang menyentuh keseluruhan proses budi daya.
Dengan memadukan pengetahuan di kelas, diskusi, dan praktik lapangan, peserta memperoleh kesempatan untuk menghubungkan materi dengan kondisi perkebunan yang mereka kelola.
Pelatihan enam hari itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas petani agar memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai pengelolaan kelapa sawit, mulai dari bahan tanam hingga pemeliharaan tanaman di lapangan.
Palembang, asatupro.com Sebanyak 174 petani kelapa sawit swadaya dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menjalani proses penguatan dan pen
Perkebunan
Pertanyakan Titik Rencana Unjuk Rasa, Polresta Deli Serdang Fasilitasi Mediasi Antara K.SPSI AGN dan Pihak Bandara Kualanamu
Peristiwa
Komitmen Tanpa Kompromi Polresta Deli Serdang Berhasil Ungkap 403 Kasus Narkoba
Hukrim
Pemuda Bergerak, Desa Bergema! Karang Taruna Buntu Bedimbar Tunjukkan Peran Besar di Gebyar AKBAR
Daerah
Banda Aceh,asatupro.comIkatan Kekeluargaan Samadua Aceh Selatan (IKSAS) Banda Aceh sabtu 29/8/2026 menemui Bupati Aceh Selatan dalam rangka
Daerah
Jusup Ginting KTP Dan KK Bukan Sekadar Identitas, Tapi Kunci Warga Dapatkan Hak Pendidikan Hingga Bansos
Medan
Cessie Bank Mandiri Disorot, DPN Pertanyakan Legalitas Eksekusi Aset di Cinere
Nasional
Nama Baik Dicemarkan, Amri Alias Nunung Bantah Tuduhan Buronan Polisi
Peristiwa
Henry Dumanter Apresiasi Polda Sumut dan Kejati Sumut dalam Penanganan Perkara Tipu Gelap Rp5,5 Miliar
Peristiwa
DPW APPI Sumut Desak Kapolda Usut Tuntas Oknum Pengacara Diduga Catut Nama Penyidik Rp200 Juta
Peristiwa