Selasa, 18 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Program TJSL PalmCo Sebesar Rp 17,1 M Sasar Perbaikan Beragam Sektor

Hendrik Hutabarat - Senin, 17 Agustus 2026 19:58 WIB
Program TJSL PalmCo Sebesar Rp 17,1 M Sasar Perbaikan Beragam Sektor
Dok. PalmCo
Program TJSL PalmCo sepanjang Semester I 2026 sebesar Rp 17,1 miliar menyasar beragam sektor di masyarakat sekitar operasional perusahaan.
Jakarta, asatupro.com - Program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dijalankan oleh (TJSL) PTPN IV PalmCo untuk Semester I 2026 ini sebesar Rp 17,1 miliar dan diperuntukan di masing-masing wilayah operasional.

Program TJSL PalmCo tersebut, berdasarkan keterangan resmi yang diterima media, Senin (17/8/2026), menyasar beragam sektor yang terkait dengan kehidupan masyarakat di sekitar operasional perusahaan.

Seperti bidang penanganan bencana, kesehatan dan penurunan stunting, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelestarian lingkungan, hingga pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) masyarakat.

Penguatan TJSL itu, kata Direktur Utama (Dirut) PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, merupakan bagian dari semangat peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang dilakukan PalmCo.

Baca Juga:

Seluruh kegiatan dan program TJSL tersebut dijalankan dengan mengacu pada arahan Danantara, Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), serta Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Dia bilang, penyaluran dana TJSL diarahkan pada program yang memiliki manfaat langsung sekaligus dapat memberikan dampak dalam jangka panjang.

"Fokus kami bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan program yang dieksekusi memiliki jejak keberlanjutan untuk membantu memerdekakan masyarakat dari berbagai tantangan sosial," ujar Jatmiko Krisna Santosa.

Baca Juga:

Menurut dia, pendekatan tersebut diterapkan melalui sejumlah program, antara lain penanganan pascabencana, percepatan penurunan stunting, penguatan kapasitas UMKM, dan pemulihan lingkungan.

Salah satu program TJSL yang dijalankan PalmCo, ujarnya, berkaitan dengan penanganan banjir dan longsor di Provinsi Aceh serta Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut)..




Pada tahap tanggap darurat, ucapnya, perusahaan mengerahkan alat berat, termasuk ekskavator, untuk membantu proses evakuasi dan normalisasi wilayah terdampak.


Dukungan juga diberikan melalui penyediaan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang terdampak bencana.

Di Hapesong, misalnya, lahan disiapkan di lima titik. Dua titik telah siap dan ditempati warga, sedangkan tiga titik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Adapun di Batang Toru, lahan disiapkan di satu titik dengan kapasitas 250 unit. Hingga kini, sebanyak 245 kepala keluarga telah menempati hunian tersebut.

Pemulihan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. PTPN IV PalmCo bersama Yayasan Pulih juga menjalankan program "Pondok Rangkul" atau Respon Aksi Nyata Gerakan Peduli.

Program itu diarahkan untuk memberikan pendampingan psikososial, trauma healing, dan dukungan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan psikologis masyarakat. Melalui Pondok Rangkul, kami berupaya hadir secara holistik untuk membantu warga kembali bangkit dari sisi mental dan psikososial," kata Jatmiko.

Di bidang kesehatan, penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu perhatian PalmCo sejak penggabungan perusahaan pada 2023.

Intervensi dilakukan di sejumlah daerah, antara lain Desa Sei Bamban, Sumut. Perusahaan juga berkolaborasi dengan sejumlah institusi vertikal melalui program Adhyaksa Peduli Stunting di Jambi dan Aceh.

Program tersebut antara lain berupa pemberian makanan tambahan (PMT). Pada semester I-2026, intervensi PMT tercatat menjangkau 597 anak dan 15 ibu hamil.




Upaya pencegahan stunting juga dilakukan melalui perbaikan kondisi lingkungan tempat tinggal.


Sepanjang paruh pertama 2026, perusahaan membantu memperbaiki sembilan jamban sehat untuk keluarga berisiko stunting.

PalmCo sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit milik badan usaha milik negara (BUMN) juga melaksanakan satu program bedah rumah, serta menyediakan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor di lingkungan pedesaan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada asupan gizi, tetapi juga pada kondisi sanitasi dan lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

Di sektor ekonomi, TJSL diarahkan untuk memperkuat kemandirian pelaku UMKM dan kelompok usaha masyarakat. Salah satu bentuknya adalah pendampingan kelompok perajin pandai besi.

Dukungan diberikan mulai dari pengurusan legalitas koperasi, pengadaan mesin produksi dan alat pelindung diri, hingga pembiayaan studi banding untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Salah satu koperasi yang memperoleh pendampingan adalah Koperasi Melati Jaya Steel.

Selain itu, PTPN IV PalmCo mendukung operasional dan program inkubasi di sejumlah Rumah BUMN, antara lain di Medan, Pabatu, Batu Bara, dan Jambi.

Pelaku usaha yang mengikuti program tersebut memperoleh pelatihan, termasuk mengenai pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik.

"Untuk menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan merdeka secara ekonomi, pendekatannya harus dari hulu ke hilir," kata Jatmiko Krisna Santosa




"Kami memfasilitasi legalitasnya, memperbarui alat produksinya, dan membekali mereka dengan pengetahuan membaca pasar digital," ujar Jatmiko.


Di bidang lingkungan, PTPN IV PalmCo meningkatkan kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga tutupan lahan dan sumber resapan air sekaligus mendukung peta jalan dekarbonisasi perusahaan.

Kegiatan penanaman pohon produktif dan pohon peneduh dilakukan di berbagai wilayah operasional, termasuk dalam rangka memperingati Hari Bumi pada April 2026.

Jumlah pohon yang ditanam menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, sebanyak 8.750 pohon ditanam.

Jumlah itu meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Sementara hingga pertengahan 2026, jumlah pohon yang ditanam mencapai 50.305 pohon.

Dengan demikian, sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026, total pohon yang telah ditanam PTPN IV PalmCo mencapai 76.555 pohon.

"Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu," kata Jatmiko.

Selain program lingkungan, dana TJSL juga digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat yang mencakup pembangunan dan renovasi fasilitas ibadah.

Kemudian pengerasan dan pengaspalan jalan desa, perbaikan jembatan penghubung antardusun, serta pemenuhan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar dan menengah.

PTPN IV PalmCo menyatakan efektivitas seluruh program yang telah berjalan pada semester I-2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan program TJSL pada semester berikutnya.




Disampaikan Jatmiko, posisi perusahaan yang banyak beroperasi di wilayah pedesaan membuat hubungan dengan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari keberlanjutan usaha.


Pihaknya menyadari kalau operasional PalmCo bersinggungan langsung dengan masyarakat pedesaan.

Oleh karena itu, momentum kemerdekaan ini menjadi pendorong bagi PalmCo untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, program TJSL diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi turut memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat serta menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Reaksi Petani Sawit Sergai Melihat BrondoClean Persembahan Tim PKM ITSI Medan
Didukung Pemerintah, ITSI Medan Ciptakan BrondoClean untuk Petani Sawit
Kunjungi ITSI Medan, Direktur Hubungan Kelembagaan PalmCo Bikin Kejutan
Hadir di JIEXPO Kemayoran, mySAP365 AIX Semakin Memanjakan Industri Perkebunan Sawit
Satupena.co.id Tetapkan HUT Ke-4 Digelar 22 Agustus 2026 di Aceh Tengah
Untuk Kesekian Kali Sawit Kuatkan NTP Petani Sumut
komentar
beritaTerbaru