Dukungan juga diberikan melalui penyediaan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang terdampak bencana.
Di Hapesong, misalnya, lahan disiapkan di lima titik. Dua titik telah siap dan ditempati warga, sedangkan tiga titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Adapun di Batang Toru, lahan disiapkan di satu titik dengan kapasitas 250 unit. Hingga kini, sebanyak 245 kepala keluarga telah menempati hunian tersebut.
Pemulihan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur. PTPN IV PalmCo bersama Yayasan Pulih juga menjalankan program "Pondok Rangkul" atau Respon Aksi Nyata Gerakan Peduli.
Baca Juga:
Program itu diarahkan untuk memberikan pendampingan psikososial, trauma healing, dan dukungan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana.
"Pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan psikologis masyarakat. Melalui Pondok Rangkul, kami berupaya hadir secara holistik untuk membantu warga kembali bangkit dari sisi mental dan psikososial," kata Jatmiko.
Di bidang kesehatan, penurunan prevalensi stunting menjadi salah satu perhatian PalmCo sejak penggabungan perusahaan pada 2023.
Baca Juga:
Intervensi dilakukan di sejumlah daerah, antara lain Desa Sei Bamban, Sumut. Perusahaan juga berkolaborasi dengan sejumlah institusi vertikal melalui program Adhyaksa Peduli Stunting di Jambi dan Aceh.
Program tersebut antara lain berupa pemberian makanan tambahan (PMT). Pada semester I-2026, intervensi PMT tercatat menjangkau 597 anak dan 15 ibu hamil.

Upaya pencegahan stunting juga dilakukan melalui perbaikan kondisi lingkungan tempat tinggal.
Tags
beritaTerkait
komentar