Pada areal TBM, peserta mempraktikkan teknik kastrasi dan pemotongan gulma, sedangkan di areal TM peserta melakukan praktik pruning atau pemangkasan pelepah sesuai standar budidaya.
Kegiatan ditutup dengan praktik sortasi, di mana setiap kelompok diminta memilah 20 tandan buah segar (TBS) berdasarkan kategori mutu sebagai bagian dari pengendalian kualitas hasil panen.
Pendekatan pembelajaran yang memadukan teori, praktikum, diskusi, dan praktik lapang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun secara lebih profesional.
Peningkatan kompetensi tersebut tidak hanya berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Baca Juga:
Melalui pelatihan ini, BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training kembali menegaskan komitmennya dalam membangun SDM perkebunan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan industri.

Dengan meningkatnya kapasitas pekebun, diharapkan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Empat Lawang mampu berkembang l ebih produktif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan sektor perkebunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar