Kehadiran para narasumber tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengetahuan berbasis riset sekaligus pengalaman praktik di lapangan.
Materi yang diberikan disusun secara komprehensif, mencakup regulasi dan kebijakan sektor perkebunan, penggunaan benih unggul dan l egal, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman.
Di samping itu, dibekali juga dengan pelatihan penggunaan legume cover crop , pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM).
Kemudian dilanjutkan juga dengan pemupukan berimbang, pengendalian gulma, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Baca Juga:
Seluruh materi diarahkan agar peserta mampu menerapkan prinsip praktik pertanian yang baik atau good agricultural practices (GAP) dalam pengelolaan kebun.
Pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta juga mengikuti berbagai sesi praktikum untuk memperkuat keterampilan teknis.
Mulai dari pengujian pupuk melalui proses pelarutan, penggunaan pH meter dan kertas lakmus untuk mengukur tingkat keasaman tanah, penggunaan alat ponjok pada kegiatan pembibitan, hingga praktik pengajiran sebagai dasar penentuan titik dan jarak tanam.
Baca Juga:
Selama pelatihan, peserta juga aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kebun, mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, hingga strategi pemupukan sesuai kondisi lahan.
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman, peserta melaksanakan kunjungan lapang ke PT Dutareka Mandiri .

Di lokasi tersebut, peserta mengunjungi empat area pembelajaran, yaitu pembibitan ( nursery ), TBM dan TM, serta stasiun sortasi .
Tags
beritaTerkait
komentar