Kamis, 24 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

Booth Teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI di Palmex 2026 Jakarta Diminati Pelaku Usaha Sawit

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 09 Mei 2026 08:09 WIB
Booth Teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI di Palmex 2026 Jakarta Diminati Pelaku Usaha Sawit
Dok. pribadi
Saiful Bahri selaku founder mySAP365 DevAgro Foundry AI dari PT Lembaga Aplikasi Teknologi (LAT) Trisakti berfoto bersama owner PT Padasa Utama Group, Bapak Min Hong, di acara Palmex di Jakarta, kemarin
Jakarta, asatupro.com - Booth yang dikelola oleh teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI dari PT Lembaga Aplikasi Teknologi (LAT) Trisakti dan mitra lainnya di acara Palm Exhibition (Palmex) 2026 diminati oleh para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit nasional.

"Kalau dari catatan kami, setidaknya ada 2000 orang pelaku usaha sawit yang mendatangi booth kami per hari," kata Saiful Bahri selaku founder mySAP365 DevAgro Foundry AI kepada sejumlah media di Medan, kemarin.

Booth mereka dikunjungi sejumlah petinggi atau manajemen perusahaan sawit, seperti dikunjungi owner PT Fajar Baizuri dari Provinsi Aceh, Min Hong selaku pemilik PT Padasa Utama, dari PT Korinda, PT Sipef, dan lainnya.

Bahkan yang membuat mereka semakin bersemangat adalah ada berbagai komitmen yang tercipta dari pelaku usaha sawit terkait keberadaan teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI dari PT LAT.

Baca Juga:



Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit, sambung Saiful Bahri lagi, mengundang PT LAT ke kantor masing-masing guna memaparkan teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI.


"Korinda Group mengundang kita datang ke kantornya pada 13 Mei 2026, Padasa Group 19 Mei 2026 mengundang kami ke kantor direksi (kandir) Medan, Sipef Group juga sudah mengundang kita," ungkap Saiful Bahri.

Baca Juga:

PT LAT, kata Saiful Bahri, menilai minat para pelaku usaha sawit terhadap teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI menunjukkan adanya kesadaran untuk mengedepankan teknologi, efesiensi, dan efektivitas.

"Terutama dalam mengelola andan buah segar (TBS) yang dihasilkan masing-masing perusahaan sawit tersebut, termasuk yang terkait kualitas rendemen," beber Saiful Bahri kembali.




Pihaknya sendiri sangat siap untuk mendorong dan mendukung perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia agar mampu menghasilkan dan mengelola TBS dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik di masa depan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini
Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!
Standar Keberlanjutan Jadi Fondasi Bisnis bagi PalmCo
Ratusan Unit Kebun dan PKS PalmCo Raih Sertifikasi ISO
PalmCo Tanam Kedelai 1.000 Ha Demi Bantu Pemerintah Tekan Impor
Disaksikan Menko Perekonomian, ITSI Medan dan BPDP Tandatangani Kuota Beasiswa Sawit
komentar
beritaTerbaru