Rabu, 23 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit

Zulhamdani Napitupulu - Rabu, 23 September 2026 09:09 WIB
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Ketua Tim PKM Undhira, Dr. nat. techn. Ida Bagus Agung Yogeswara, S.TP., M.Sc., Foto Bersama Mengenalkan Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit Bersama TIM Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Dhyana Pura.

Badung, Bali,asatupro.com-Teknologi tepat guna yang diterapkan Universitas Dhyana Pura (Undhira) memberikan perubahan signifikan terhadap proses produksi kentang mustofa di UMKM Dapoer Melon, Badung, Bali.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Undhira membantu pelaku UMKM mengatasi sejumlah persoalan produksi, mulai dari proses pengirisan kentang, minyak berlebih setelah penggorengan, hingga keterbatasan daya simpan produk.

Perubahan paling mencolok terjadi pada proses pengirisan.

Sebelumnya, untuk mengiris 1 kilogram kentang secara manual, UMKM Dapoer Melon membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Setelah menggunakan mesin pengiris kentang otomatis yang diberikan melalui program PKM, waktu tersebut dipangkas menjadi hanya sekitar 5 menit.

Baca Juga:

Artinya, proses pengirisan menjadi jauh lebih cepat sekaligus menghasilkan potongan yang lebih seragam.

Efisiensi tersebut tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Teknologi kemudian diterapkan pada tahap penggorengan. Tim PKMUndhira memberikan spinner untuk mengurangi minyak yang masih menempel pada kentang setelah digoreng.

Baca Juga:

Penggunaan alat tersebut membantu menghasilkan kentang mustofa yang lebih kering dan renyah serta tidak terlalu berminyak. Konsistensi kualitas produk pun lebih mudah dijaga.

Persoalan daya simpan juga menjadi perhatian.

Sebelum menggunakan mesin kemasan vakum, produk kentang mustofa Dapoer Melon hanya mampu bertahan sekitar satu minggu. Setelah menggunakan teknologi tersebut, daya simpan produk dapat diperpanjang hingga sekitar dua bulan.

Kemasan vakum membantu mengurangi paparan udara terhadap produk sehingga kualitas kentang mustofa dapat dipertahankan lebih lama.

Tak hanya soal ketahanan produk, kemasan yang lebih rapi juga memberikan nilai tambah dari sisi tampilan dan pemasaran.

Pendampingan Undhira turut menyentuh aspek pelabelan. Label produk yang sebelumnya masih terbatas diperbaiki agar lebih informatif sehingga konsumen mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai produk.

Ketua Tim PKMUndhira, Dr. nat. techn. Ida Bagus Agung Yogeswara, S.TP., M.Sc., mengatakan teknologi yang diberikan memang dirancang berdasarkan persoalan yang dihadapi langsung oleh mitra.

"Teknologi yang diberikan dirancang untuk menjawab kendala utama yang dihadapi mitra, mulai dari lamanya proses pengirisan, minyak pada produk setelah penggorengan, hingga keterbatasan daya simpan.

Dengan penerapan alat tersebut, diharapkan proses produksi menjadi lebih efisien dan kualitas kentang mustofa semakin baik," ujarnya.

Menurut Yogeswara, teknologi tepat guna bagi UMKM tidak semata-mata berkaitan dengan kecepatan produksi. Lebih dari itu, teknologi harus mampu membantu meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Program tersebut melibatkan tiga dosen, yakni Ida Bagus Agung Yogeswara sebagai ketua, bersama I Gusti Ayu Wita Kusumawati, S.Si., M.Sc. dan Putu Wida Gunawan, S.Si., M.Cs.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Edo Karisma, Reineldis Nini Salu, dan Yadi Kabukut Pangga Leo.

Keterlibatan mahasiswa dan dosen menjadi bagian dari upaya Undhira menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan konkret masyarakat dan pelaku UMKM.

Pemilik UMKM Dapoer Melon, Ni Komang Sukerni, mengapresiasi bantuan peralatan dan pendampingan yang diberikan.

"Bantuan alat-alat ini sangat berguna dalam proses produksi kami, sehingga proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Terima kasih kepada LPPM Universitas Dhyana Pura atas bantuan dan dukungannya kepada UMKM Dapoer Melon," ungkapnya.

Bagi Dapoer Melon, kehadiran mesin pengiris, spinner, dan mesin kemasan vakum memberikan perubahan pada alur produksi. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar kini dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana penerapan teknologi sederhana dan sesuai kebutuhan dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas produksi UMKM.

Program PKM tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Dhyana Pura melalui Kontrak Penugasan Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Hibah Internal Perguruan Tinggi Universitas Dhyana Pura Tahun Anggaran 2026 Nomor 001/UNDHIRA-LPPM/PKM-I/2026.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bobby Sihite Sampaikan Ucapan Selamat dan Sukses atas Amanah Baru AKBP Marganda Aritonang dan AKBP Sah Udur Sitinjak
Empon-Empon dan Fisioterapi, Universitas Dhyana Pura Perkuat Kesehatan Lansia di Rumah Lansia Bahagia Jembrana
Dukung Pertanian Organik, Universitas Udayana Dampingi Petani Subak Timbul Produksi Pupuk Mandiri
Universitas Udayana Perkuat Pembelajaran Pupuk Organik Cair di P4S Kadek Organic Farm
Ini Reaksi Petani Sawit Sergai Melihat BrondoClean Persembahan Tim PKM ITSI Medan
Didukung Pemerintah, ITSI Medan Ciptakan BrondoClean untuk Petani Sawit
komentar
beritaTerbaru