Rabu, 27 Mei 2026

Perusahaan Sawit Dibekali TUBB dan UTJ HAM dari GAPKI dan ILO

Hendrik Hutabarat - Kamis, 29 Januari 2026 21:40 WIB
Perusahaan Sawit Dibekali TUBB dan UTJ HAM dari GAPKI dan ILO
Dok. GAPKI
GAPKI dan ILO menggelar pelatihan TUBB dan UTJ HAM kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit di Jakarta, Rabu - Kamis (28-29/1/2026).
Jakarta, asatupro.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus berusaha agar para anggotanya bisa menjalankan bisnis secara lebih bertanggungjawab dan berkelanjutan dari berbagai sisi.

Salah satu cara yang dipakai untuk memenuhi hal itu adalah dengan memberikan pembekalan mengenai Tata Usaha Bisnis yang Bertanggung Jawab (TUBB) atau Responsible Business Conduct (RBC), serta Uji Tanggung Jawab Hak Asasi Manusia (UTJ HAM) atau Human Rights Due Diligence (HRDD).

Proses pembekalan TUBB dan UTJ HAM itu, seperti keterangan resmi yang diterima media, Kamis sore dilakukan GAPKI selama Rabu - Kamis (28-29 Januari 2026) di Jakarta, dengan menggandeng pihak Organisasi Buruh Internasional (OBI) atau International Labour Organization (ILO).

Sebagai informasi saja, TUBB dan UTJ HAM adalah konsep penting dalam bisnis dan HAM.

Baca Juga:

Kalau TUBB itu adalah prinsip bisnis yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara bertanggungjawab, kemudian mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Fokus TUBB adalah pada transparansi, akuntabilitas, dan etika bisnis yang dijalankan pihak perusahaan, termasuk di subsektor perkebunan kelapa sawit.

Sementara itu UTJ HAM adalah sebuah proses sistematis yang dilakukan perusahaan untuk mengidentifikasi, mencegah, memitigasi, dan melaporkan dampak negatif bisnis terhadap HAM.

Baca Juga:

Diyakini bahwa penerapan UTJ HAM bisa membantu setiap perusahaan, termasuk di subsektor perkebunan kelapa sawit, untuk dapat memenuhi tanggungjawab HAM mereka.


Kolaborasi antara GAPKI dan OBI/ILO ini sendiri bukan untuk yang pertama kali. Dalam kolaborasi kali ini, GAPKI dan OBI/ILO berharap agar pelatihan yang diberikan dapat memperkuat pemahaman dan kapasitas perusahaan anggota GAPKI.

Khususnya dalam menerapkan perilaku bisnis yang bertanggungjawab serta uji tuntas hak asasi manusia, termasuk pada dimensi ketenagakerjaan di subsektor perkebunan kelapa sawit.

Upaya ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya ekspektasi pasar global, investor, dan pemerintah terhadap praktik bisnis yang menghormati hak pekerja dan hak asasi manusia di seluruh rantai pasok.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyampaikan bahwa isu ketenagakerjaan dan HAM tidak hanya sekadar kepatuhan pada regulasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlanjutan usaha dan daya saing industri.

"Penguatan praktik kerja yang selaras dengan prinsip penghormatan HAM merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan sekaligus fondasi untuk menjaga kepercayaan pasar dan daya saing di perdagangan global," ujar Eddy Martono.

Beberapa topik yang dibahas dalam pelatihan ini diantaranya adalah pengenalan instrumen internasional tentang perilaku bisnis yang bertanggungjawab, seperti Deklarasi ILO tentang Perusahaan Multinasional dan Konvensi Fundamental ILO, serta tahapan praktis Uji Tuntas HAM.

Peserta juga dibekali dengan alat bantu praktis dan studi kasus untuk mendukung implementasi TUBB dan UTJ HAM di perusahaan dan rantai pasoknya.

Di akhir pelatihan, setiap perusahaan diwajibkan menyusun rencana aksi beserta linimasa implementasi yang berfokus pada dimensi ketenagakerjaan.


GAPKI dan ILO selanjutnya akan memilih sedikitnya sepuluh perusahaan untuk mengikuti program pendampingan lanjutan selama enam bulan guna memastikan rencana aksi tersebut dapat dijalankan secara efektif.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan GAPKI dan ILO yang telah berlangsung sejak 2017, serta didukung oleh proyek Realizing Trade Gains Free from Gender Discrimination and Child Labour (RealGains).

Melalui kegiatan ini, GAPKI dan ILO berharap perusahaan kelapa sawit Indonesia semakin siap menghadapi tuntutan Uji Tuntas HAM (HRDD) yang berkembang dalam perdagangan dan rantai pasok global, sekaligus memperkuat komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
PalmCo Gelar Donor Darah, Hampir Seribu Kantong Terkumpul
Booth Teknologi mySAP365 DevAgro Foundry AI di Palmex 2026 Jakarta Diminati Pelaku Usaha Sawit
Didukung Kementan, GAPKI dan RPN Resmi Lepas SDG Sawit Asal Tanzania di Kebun Socfindo
PalmCo dan ITS Garap Bersama Bensin Sawit, Mentan Jadi Saksi
komentar
beritaTerbaru