Diungkapkannya, apalagi saat ini para petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka sedang memasuki panen raya, usai mengalami masa trek saat musim kemarau lalu.
"Jadi kami menduga sengaja ada permainan harga TBS kelapa sawit di sini tidak dinaikkan karena saat ini masa panen raya TBS, sehingga pabrik kelapa sawit tidak kekurangan stok TBS untuk diolah. Pihak pabrik kelapa sawit harus fair dong, kalau harga
CPO naik maka harga TBS kelapa sawit juga harus segera dinaikkan, tapi kalau harga
CPO turun maka pabrik cepat sekali menurunkannya," tukas Tipek.
Diharapkan Pemkab dan DPRD Bangka, Pemprov dan DPRD Kepulauan Babel bisa membantu para petani kelapa sawit mandiri agar menyikapi persoalan perbedaan harga yang sudah mencolok ini dengan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama para pabrik kelapa sawit dan organisasi petani kelapa sawit.

Baca Juga:
"Kita sudah terlalu sabar dipermainkan para pabrik kelapa sawit ini, tolong dong pemerintah dan DPRD ikut bersuara membantu petani kelapa sawit mandiri di sini," harap Tipek.
Berdasarkan hasil tender
CPO KPBN tanggal 24 Oktober 2024, Franco Belawan dan Dumai mencapai Rp14.507 per Kg.
Sedangkan harga TBS kelapa sawit petani mandiri hari ini, Jumat (25/10/2024) di pabrik kelapa sawit di Kabupaten Bangka, paling rendah di pabrik PT Gunung Maras Lestari (GML) Mabat Rp2.530 per kg sedangkan yang paling tinggi di pabrik PT Gunung Pelawan Lestari (GPL) Rp.2.720 per Kg. (Edw)
Baca Juga:
Sumber
: Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo)
Tags
beritaTerkait
komentar