Ratusan Peserta Jalani Sidang Pantukhir yang Dipimpin Pangdam I/BB
Medan, asatupro.com Sebanyak 678 peserta menjalani sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III T
Medan
Proses bedah buku itu sendiri dilakukan oleh Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Sabtu (11/10/2025).
Baik PASPI dan BPDP berkolaborasi dengan Keluarga Mahasiswa Agribisnis (KAMAGRISTA) dan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dalam kegiatan tersebut.
Acara itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas se-Solo Raya, seperti dari UNS sendiri, Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Veteran Bangun Nusantara, Universitas Batik Surakarta, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta.
Baca Juga:
Bahkan, seperti keterangan resmi yang diterima media, Rabu (15/10/2025), ada juga peserta kegiatan yang berasal dari universitas di luar Solo-Raya seperti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Hal ini menunjukkan bahwa besarnya antusiasme mahasiswa di Tanah Jawa untuk mengenal kelapa sawit lebih secara lebih mendalam.
Di samping itu, turut pula hadir perwakilan UNS yakni Raden Kunto Adi S.P M.P (Ketua Program Studi Vokasi Agribisnis) dan Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo S.P., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Bidang Kemahasiswaan UNS).
Baca Juga:
Dalam sambutan yang diberikan oleh kedua perwakilan UNS disampaikan bahwa sawit merupakan komoditas penting yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.
Industri sawit juga masih memiliki prospek yang besar di masa depan, namun berbagai isu/mitos yang menyudutkan sawit berpotensi mengancam eksistensi industri sawit Indonesia di pasar global.
Diharapkan melalui kegiatan bedah dan diseminasi buku "Mitos Vs Fakta Sawit" ini dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi terkait fakta-fakta sawit yang sesuai data dan studi empiris.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Helmi Muhansyah selaku Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP.
Dalam keynote speech-nya diungkapkan salah satu kontribusi industri sawit pada perekonomian Indonesia terlihat pada neraca perdagangan Indonesia.
Ekspor produk sawit Indonesia menyumbang devisa yang besar sehingga menciptakan surplus pada neraca non-migas.
Implementasi program mandatori biodiesel juga mampu mengurangi defisit neraca migas Indonesia. Kontribusi industri sawit tersebut baik pada neraca migas maupun non-migas mampu menghasilkan surplus perdagangan bagi Indonesia.
Industri sawit juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pencapaian target 8 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Salah satunya melalui pengembangan usaha berbasis kerakyatan seperti UMKM Sawit yang menggunakan minyak/joint-product sawit untuk menghasilkan berbagai produk olahan.
Berkaitan dengan hal tersebut, BPDP memiliki program untuk mencetak UMKM Perkebunan, termasuk UMKM Sawit. Dalam menjalankan program tersebut, BPDP juga berkolaborasi berbagai stakeholder, salah satunya universitas.
Fakultas Pertanian UNS menjadi salah satu kolaborator BPDP untuk mengembangkan program Perintisan Wirausaha Muda yang mengolah limbah sawit.
Membuka sesi diskusi, Dr. Tungkot Sipayung selaku Ketua tim penyusun buku Mitos Vs Fakta Sawit, menyampaikan bahwa latar belakang penyusunan buku Mitos Vs Fakta Sawit sebagai pengantar diskusi.
Dominasi minyak sawit di pasar global telah melahirkan persaingan antar minyak nabati. Keunggulan minyak sawit karena produktivitas yang tinggi sehingga harganya relatif kompetitif (lebih murah) dibandingkan minyak nabati lainnya telah merubah peta persaingan dari price competition menjadi non-price competition.
Hal ini ditunjukkan dengan penyebaran berbagai isu lingkungan, kesehatan, sosial yang menyudutkan minyak sawit.
Penyebaran isu-isu tersebut mengadopsi propaganda Hitler yakni "kebohongan yang terus disampaikan berulang-ulang akan diterima sebagai sebuah kebenaran" yang bertujuan untuk merubah mindset dan preferensi konsumen menjadi anti-sawit dan menurunkan konsumsi minyak sawit.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan bedah buku oleh tiga dosen Universitas Negeri Sebelas Maret. Ketiga dosen tersebut berasal dari jurusan/prodi yang berbeda yang akan membedah dan membahas buku "Mitos Vs Fakta Sawit" edisi keempat dari perspektif pangan/gizi, ekonomi, dan sosial.
Dengan komposisi dosen tersebut, diharapkan pembahasan buku menjadi lebih dalam dan komprehensif dalam setiap aspeknya.
Dalam pembahasan terkait aspek pangan dan gizi/kesehatan akan disampaikan oleh Bara Yudhistira S.T.P., M.Sc., Ph.D. (Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan UNS).
Buku Mitos Vs Fakta Sawit Edisi Keempat telah memotret keunggulan nutrisi dan gizi yang terkandung dalam minyak sawit.
Dari aspek teknologi pengolahan pangan, minyak sawit merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam industri pangan global karena kandungan nutrisi yang tinggi dan efisiensi produksinya.
Diversifikasi produk turunan sawit baik berbasis minyak maupun biomassa juga memiliki potensi yang besar untuk mendukung industri pangan modern yang berkelanjutan.
Pembahasan dari perspektif ekonomi disampaikan oleh Dr. rer. agr. Evi Irawan S.P., M.Sc. (Ketua Program Studi Agribisnis UNS). Dalam paparannya diungkapkan bahwa industri sawit terbukti telah berkontribusi dalam perekonomian Indonesia seperti sebagai sumber devisa dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Disampaikan juga masukan untuk perbaikan buku pada edisi selanjutnya terkait dengan struktur pasar dan dampaknya terhadap transmisi harga pada level petani sawit serta resiko dan tantangan dagang ke depan terkait bertambahnya produsen sawit (kompetitor) dan hambatan dagang di negara importir.
Sementara dari perspektif sosial, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo S.P., M.Si. (Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS) menyampaikan bahwa dampak sosial dari perkebunan sawit memiliki dua sisi.
Sisi positif dari perkebunan sawit menunjukkan manfaatnya dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pedesaan, sumber pendapatan bagi petani yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan, meningkatkan akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan.
Namun di sisi lain, perkebunan sawit juga menimbulkan dampak negatif sosial seperti ketimpangan struktural akibat terciptanya stratifikasi sosial baru.
Salah satu strategi untuk meminimalisir resiko tersebut adalah dengan program CSR perusahaan sawit dalam pengembangan dan penguatan koperasi desa berbasis bisnis UMKM sebagai upaya untuk pemberdayaan ekonomi (diversifikasi usaha) maupun pemberdayaan sosial-budaya.
Menutup sesi diskusi melalui closing statement, Dr. Tungkot Sipayung menyampaikan bahwa sawit adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan YME kepada dunia melalui Indonesia.
Untuk mensyukuri anugerah tersebut, semua pihak harus melakukan banyak perbaikan berbasis riset dan tata kelola serta kolaborasi antar stakeholder. Perbaikan tersebut akan membawa industri sawit Indonesia semakin berkelanjutan dan unggul di pasar global.
Medan, asatupro.com Sebanyak 678 peserta menjalani sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III T
Medan
Plt Ketua Nasional GTDI Imbau Peserta Mubes XXV Jaga Keamanan dan Kondusifitas
Nasional
DPD Rumah Gibran Sumut Desak Bongkar Dugaan Pungli di Lapas Binjai Jangan Jadikan Hak Warga Binaan Sebagai Lahan Pungutan
Nasional
DPP HARI Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla, Minta Aparat Usut Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan
Nasional
Diduga Tak Sesuai Juknis, Pekerjaan Replanting dan Parit Isolasi PTPN IV Bah Jambi Diminta Diperiksa
Peristiwa
HUT ke4 Satupena.co.id Empat Tahun Berkarya, Menjaga Kepercayaan dan Mewarnai Negeri
Daerah
Ahli Waris Almarhum Abdul Halim Harahap Pemilik 15 Ha Lahan Polisikan Pasutri Diduga Penyerobot Lahan
Medan
Wabup Dairi Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang, "Pemulihan Fisik dan Mental Harus Tuntas"
Daerah
Olimpiade Sains Dairi 2026 Digelar September Mendatang, Ajang Prestasi Siswa & Guru seSumatera Utara
Pendidikan
Perdamaian Kasus Dugaan Pencemaran PT Indofarm Sukses Makmur Dipertanyakan, Hasil Uji Laboratorium Berbeda dan Dugaan Upeti Mencuat
Peristiwa