Kajati Sumut Lantik Kajari Deli Serdang Dan Padang Lawas
Medan,asatupro.comKepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr.Harli Siregar, SH.,M. Hum menegaskan pentingnya membangun dan menguatkan solidi
Medan
Medan,asatupro.com-Tokoh Sumatera Utara, H. M Nezar Djoeli ST, mendesak Menteri Kehutanan Republik Indonesia untuk segera turun langsung ke lokasi banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, khususnya yang melanda 4 Kabupaten yakni Tapanuli Tengah (Tapteng) , Kota Sibolga, Tapsel, dan Mandailing Natal.
Nezar menyebut bencana yang terjadi bukan hanya persoalan cuaca ekstrem, tetapi juga akibat maraknya aktivitas perambahan hutan yang sudah berlangsung cukup lama dan semakin tidak terkendali.
"Kerusakan kawasan hutan di wilayah Tapteng dan Sibolga, Madina dan Tapsel sudah sangat mengkhawatirkan. Pemerintah pusat tidak boleh diam. Menteri Kehutanan harus turun langsung melihat kondisi di lapangan dan memastikan langkah penegakan hukum dilakukan terhadap para perambah," tegasnya.
Ia menambahkan, banjir bandang yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga merupakan alarm keras yang tidak bisa lagi diabaikan.
Baca Juga:
Menurutnya, tanpa penanganan cepat, wilayah pesisir barat Sumut akan terus berada dalam ancaman bencana serupa kedepan.
"Ini bukan kejadian pertama. Setiap tahun masyarakat selalu dihantui banjir dan longsor. Pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata, bukan hanya pernyataan," ujar Nezar.
Dirinya juga mendorong Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk bergerak bersama melakukan audit lingkungan dan penindakan terhadap para pelaku illegal logging maupun pembukaan lahan tanpa izin.
Baca Juga:
"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jangan tunggu lebih banyak korban jatuh baru pemerintah bertindak," tutupnya.
Nezar berharap agar pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang bergerak cepat tanpa harus menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
"Wilayah terdampak tidak boleh menunggu perintah pusat atau provinsi lagi. Evaluasi warga yang terjebak bencana harus dilakukan secepat mungkin. Setiap detik sangat berharga, dan keterlambatan justru bisa menambah jumlah korban," tegasnya.
Nezar menekankan bahwa koordinasi lintas instansi harus dipercepat, mulai dari BPBD, TNI–Polri, hingga relawan agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan darurat berjalan optimal.
Medan,asatupro.comKepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Dr.Harli Siregar, SH.,M. Hum menegaskan pentingnya membangun dan menguatkan solidi
Medan
Tapanuli Tenngah,asatupro.comPersonel Brimob tergabung dalam penugasan Operasi Aman Nusa II terus siaga dalam menghadapi potensi bencana h
Daerah
Medan,asatupro.comPeringatan Milad 40 Tahun Pengurus Besar Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PB ISMI) pada.Ahad 15 Pebruari 2026 di Rahmat I
Medan
Gunung Sitoli,asatupro.comDalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat merayakan Hari Raya Imlek 2026, personel Kompi 4 Ba
Daerah
Rokan Hulu,asatupro.comKomandan Korem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu menegaskan komitmennya mendorong penyelesaian damai dalam
Hukrim
Medan,asatupro.comPolda Sumatera Utara meningkatkan pengamanan dalam rangka perayaan Hari Raya Imlek 2026 guna memastikan situasi keamanan
Medan
Medan,asatupro.comTim karate Satuan Brimob Poldasu tergabung bersama Tim Inkanas Sumut berhasil menunjukkan performa membanggakan dalam Kej
Olahraga
Tapanuli Selatan,asatupro.comSebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan pemulihan kehidupan masyarakat, personel Batalyo
Daerah
Pekanbaru,asatupro.comResimen Arhanud 1 Pasgat membawahi empat Batalyon Arhanud melaksanakan Latihan Matra Udara 1 Level 1 dikenal dengan L
Nasional
Mintarsih Sudah Prediksi Kekacauan soal Pasar Modal dan Otoritas Akan Sampai ke Presiden
Nasional