Minggu, 08 November 2026
HUT KE 2 ASATUPRO.COM 2026
HUT TNI KE 81

Marak Perambahan Hutan, Nezar Djoeli Minta Menteri Kehutanan Tinjau Bencana di Sumut

Redaksi - Rabu, 26 November 2025 15:39 WIB
Marak Perambahan Hutan, Nezar Djoeli Minta Menteri Kehutanan Tinjau Bencana di Sumut
Tokoh Sumatera Utara, H. M Nezar Djoeli ST, Mendesak Menteri Kehutanan Republik Indonesia Untuk Segera Turun Langsung Ke Lokasi Banjir Bandang Yang Melanda Sejumlah Daerah di Provinsi Sumatera Utara.

Medan,asatupro.com-Tokoh Sumatera Utara, H. M Nezar Djoeli ST, mendesak Menteri Kehutanan Republik Indonesia untuk segera turun langsung ke lokasi banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara, khususnya yang melanda 4 Kabupaten yakni Tapanuli Tengah (Tapteng) , Kota Sibolga, Tapsel, dan Mandailing Natal.

Nezar menyebut bencana yang terjadi bukan hanya persoalan cuaca ekstrem, tetapi juga akibat maraknya aktivitas perambahan hutan yang sudah berlangsung cukup lama dan semakin tidak terkendali.

"Kerusakan kawasan hutan di wilayah Tapteng dan Sibolga, Madina dan Tapsel sudah sangat mengkhawatirkan. Pemerintah pusat tidak boleh diam. Menteri Kehutanan harus turun langsung melihat kondisi di lapangan dan memastikan langkah penegakan hukum dilakukan terhadap para perambah," tegasnya.

Ia menambahkan, banjir bandang yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga merupakan alarm keras yang tidak bisa lagi diabaikan.

Baca Juga:

Menurutnya, tanpa penanganan cepat, wilayah pesisir barat Sumut akan terus berada dalam ancaman bencana serupa kedepan.

"Ini bukan kejadian pertama. Setiap tahun masyarakat selalu dihantui banjir dan longsor. Pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata, bukan hanya pernyataan," ujar Nezar.

Dirinya juga mendorong Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk bergerak bersama melakukan audit lingkungan dan penindakan terhadap para pelaku illegal logging maupun pembukaan lahan tanpa izin.

Baca Juga:

"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jangan tunggu lebih banyak korban jatuh baru pemerintah bertindak," tutupnya.

Nezar berharap agar pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang bergerak cepat tanpa harus menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.

"Wilayah terdampak tidak boleh menunggu perintah pusat atau provinsi lagi. Evaluasi warga yang terjebak bencana harus dilakukan secepat mungkin. Setiap detik sangat berharga, dan keterlambatan justru bisa menambah jumlah korban," tegasnya.

Nezar menekankan bahwa koordinasi lintas instansi harus dipercepat, mulai dari BPBD, TNI–Polri, hingga relawan agar proses evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan darurat berjalan optimal.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
DPW IMO Sumatera Utara Sematkan Tanjak dan Sampin Kepada Ketum DPP IMO, Teguhkan Marwah Melayu di Forum Nasional
Aktivis DPP AJUDAN Desak Kapolri Turun ke Sumut, Minta Jaringan Judi Dan Narkoba Dibongkar Hingga Bandar Besar
PTPN I (PERSERO) Regional 1 Gelar Donor Darah, 90 Kantong Darah Berhasil Dikumpulkan
Salurkan Rp7,82 Miliar Bantuan TJSL, PTPN IV Regional 2 Perluas Manfaat bagi Masyarakat
Universitas Battuta dan PW MIO Indonesia Sumut Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Literasi Media
Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
komentar
beritaTerbaru