Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Di tengah capaian Indonesia yang telah mencapai 61,4 persen indikator Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hingga 2024, pemerintah bersama perguruan tinggi meresmikan 100 SDGs Center sebagai upaya mempercepat solusi berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Plt. Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D., mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjembatani kapasitas akademik dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.
Menurutnya, kampus menjadi penghubung antara pembangunan di tingkat lokal, nasional, hingga global melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga:
"Melalui SDGs Center, perguruan tinggi menghubungkan hasil riset menjadi kebijakan dan aksi nyata. Peran ini diwujudkan dengan menghasilkan inovasi, menyediakan rekomendasi berbasis data bagi pemerintah, untuk memberdayakan masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan," jelasnya.
Pernyataan disampaikan dalam pembukaan SDGs Center Conference (SCC) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama Indonesia SDGs Center Network (ISCN), yang mengusung tema "Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global", konferensi berlangsung pada 25–26 Juni 2026 di Kantor Bappenas dan Universitas Pertamina, sekaligus menjadi momentum peresmian 100 SDGs Center di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam sesi SDGs Lecture, Chief Sustainability Officer National Dong Hwa University (NDHU) Taiwan, Prof. Chun-Hung Lee, menyampaikan perspektif internasional mengenai kontribusi perguruan tinggi terhadap implementasi SDGs. Prof. Lee menekankan bahwa kampus memiliki peran penting dalam membangun resiliensi masyarakat, khususnya melalui pengembangan kapasitas adaptif dan manajemen bencana berbasis komunitas.
Baca Juga:
"Kapasitas adaptif adalah kunci utama dari resiliensi. Membangun kemampuan sistem, institusi, dan masyarakat bukan hanya untuk bertahan dari ancaman lingkungan seperti perubahan iklim, tetapi juga mampu beradaptasi secara proaktif dan memanfaatkan peluang di balik krisis. Dalam hal ini, sektor pendidikan dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan berbasis komunitas," sebut Prof. Lee
Sementara itu, Presiden Indonesia SDGs Center Network (ISCN), Bayu Arie Fianto, menilai bahwa terbentuknya 100 SDGs Center menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antarkampus di Indonesia.
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Aksi Jilid II PW KAMMI SUMUT Desak DPRD Buka Proses KPID, Minta RDP, dan Dorong Kejatisu Tindak Lanjuti Laporan
Peristiwa
Dana Desa Suka Julu Rp1,7 Miliar Disorot, Sejumlah Kegiatan Diduga Fiktif dan Tak Sesuai Pelaksanaan
Hukrim
Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan PascaPutusan MK, Singgung Risiko Ekonomi dan Stabilitas Politik
Nasional
Respons Santai KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Nasional
Ekoteologi dalam Aksi, Mahasiswa KKN UINSU Ajak Masyarakat Desa Gajah Kelola Sampah
Pendidikan
Rumah Tumbuh KKN Desa Gajah Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Edukatif bagi AnakAnak
Pendidikan
Uji komitmen "No Viral, No Justice", Kapolri Baru di Desak Segera Tolak Upaya Banding dan Jatuhkan PTDH Final Kepada Kompol DK
Peristiwa
Mahasiswa Soroti Dugaan Ketidakberesan LLTT, Tirtanadi Diminta Buka Data
Peristiwa
Gerak Cepat Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Tindak Aduan Warga, Dua Lokasi Diduga Sarang Sabu Ternyata Nihil
Hukrim