Misteri Mangkraknya Laporan Penganiayaan di Polsek Patumbak: Tiga Kali Ganti Kapolsek, Nasib Korban Tetap Menggantung
Misteri Mangkraknya Laporan Penganiayaan di Polsek Patumbak Tiga Kali Ganti Kapolsek, Nasib Korban Tetap Menggantung
Peristiwa
Medan,asatupro.com-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melepas 10.000 mahasiswa relawan bencana Sumatera dari berbagai perguruan tinggi untuk terjun langsung mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Baharuddin di Medan, Sumatera Utara (Sumut), mengatakan pelepasan 10 ribu mahasiswa relawan bencana Sumatera itu dilakukan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman, didampingi Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Saiful Anwar Matondang, di Auditorium Unimed.
Kegiatan tersebut, kata dia, bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai upaya memastikan keberlanjutan kolaborasi dan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Ia menyebutkan keterlibatan mahasiswa juga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan jangka pendek.

"Keterlibatan universitas negeri dan swasta, politeknik, serta institusi kesehatan, dalam program itu menunjukkan bahwa upaya pemulihan bencana membutuhkan kolaborasi lintas institusi dan pendekatan multidisipliner, mulai dari pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga pemberdayaan sosial masyarakat," katanya, Kamis (29/1/2025).
Baca Juga:
Sementara, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Saiful Anwar Matondang, menuturkan, kegiatan mahasiswa berdampak 10.000 proposal dari organisasi mahasiswa telah diterima dan disetujui oleh dirjenrisbang.
"Ini patut kita banggakan, karena mahasiswa kita bersedia dan rela untuk menjadi relawan dengan memasukkan proposal dari organisasi mahasiswa yang ada di Sumatera Utara," ucap Prof. Saiful.
Ia pun berharap, dengan adanya pendanaan dari kementerian pada 2550 mahasiswa yang ada di Sumatera Utara korban yang terkena dampak banjir dapat terbantu dengan kegiatan tersebut.
Baca Juga:
"Kita juga telah mengukuhkan, bahwa mahasiswa relawan menjadi mahasiswa berdampak pada saudara- saudara kita yang ada di kabupaten kota di Sumatera Utara," ungkap Prof. Saiful.
Sebelumnya Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyebutkan keterlibatan mahasiswa juga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan jangka pendek.
Setiap kelompok mahasiswa didampingi oleh tim dosen pembimbing yang memiliki kompetensi riset dan inovasi, sehingga penerapan teknologi di lapangan tetap berbasis kajian ilmiah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya ia menyampaikan pihaknya menyesuaikan kebutuhan daerah terdampak dengan jumlah mahasiswa yang diturunkan.(*)
Misteri Mangkraknya Laporan Penganiayaan di Polsek Patumbak Tiga Kali Ganti Kapolsek, Nasib Korban Tetap Menggantung
Peristiwa
Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara Desak Investigasi Menyeluruh Atas Kebakaran PT EVYAP
Peristiwa
PBLKP Gelar Festival Cipta Lagu Pakpak 2026, Jaga Warisan Budaya Suku Pakpak
Daerah
Polda Sumut Bongkar Scam Berbasis Telegram, Tiga Korban Rugi Rp19,79 Juta
Medan
Perubahan KUAPPAS APBD 2026 Dairi Disepakati, Jadi Pedoman RKASKPD
Daerah
Jangan Takut Bermimpi Besar, Pesan Bupati Dairi Untuk Mahasiswa Rantau
Daerah
Nyaris Terbang ke Jakarta, 928 Gram Sabu Diselipkan di Selangkangan Digagalkan di Bandara Kualanamu
Hukrim
Diduga Gudang "Siong" Andre Sinaga Kebal Hukum!, Limbah Solar Cemari Parit Warga & Isu "Setoran" ke APH Mencuat
Hukrim
DPP HARI Soroti Keracunan Massal Siswa di Sidoarjo, Desak Kepala BGN Benahi Standar Higienitas Dapur SPPG
Nasional
Medan,asatupro.comKandidat Ketua Umum MD KAHMI Medan, Ansor Harahap mengatakan dirinya siap merawat nilainilai rumah besar KAHMI jika terp
Medan