Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Sabang,asatupro.com-Kontingen Atlit pencak silat Kota Sabang resmi dilepas menuju ajang Pra PORA Aceh 2025 yang akan berlangsung di Kabupaten Bener Meriah pada 26-29 November 2025, prosesi pelepasan di gelar khidmat di gedung kesenian Kota Sabang, Pada Minggu (23/11/2025) dipimpin langsung oleh Ketua IPSI Kota Sabang Bapak Agus Halim - di dampingi Bendahara IPSI, Tgk. Alimuddin S dan para pengurus IPSI yang lain nya, serta hadir perwakilan perguruan Persinas ASAD-PSHT dan Tapak Suci.
Ketua IPSI Kota Sabang juga sebagai Kadis Komunikasi, Imformasi, Statistik dan Persandian Kota Sabang, Menyampaikan rasa bangga atas kesiapan para Atlit yang akan membawa nama daerah dalam kompetisi tingkat provinsi.
Agus Halim menegaskan, "Ajang Pra PORA merupakan momentum penting menuju PORA Aceh 2026, dan bertanding lah dengan sebaik mungkin dengan semangat menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga persaudaraan dimanapun berada, Tampilkan kemampuan terbaik dan ukir prestasi setinggi tingginya, dan saya percaya para atlit mampu memberikan yang terbaik untuk Kota Sabang, semoga Allah SWT meridoi setiap usaha dan perjuangan kita semua," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Sabang, Raja Darmawan, SE., M.Si, turut hadir memberikan dukungan dalam pidatonya Ia menyampaikan "Apresiasi mendalam atas kekompakan tim pencak silat Kota Sabang, meski situasi ekonomi sedang tidak menguntungkan, semangat kebersamaan dan saling mendukung dan ditunjukkan para atlit sungguh luar biasa, ini merupakan wujud cinta terhadap olahraga dan daerah, kami berharap para atlit dapat tampil optimal dan.memberikan hasil membanggakan bagi Kota Sabang semoga cabang Pencak Silat menjadi salah satu yang meraih tiket PORA 2026," tuturnya.
Baca Juga:
Dukungan serupa datang dari Ketua Pembina perguruan Pencak Silat Persinas ASAD-Kota Sabang Tgk. Alimuddin S, menilai proses seleksi Atlit oleh IPSI berjalan adil dan penuh nilai persaudaraan, seleksi berlangsung transparan, Fair dan menjunjung tinggi sportivitas Tim yang telah terbentuk ini merupakan hasil terbaik dari seluruh perguruan, kami berharap mareka mampu membawa pulang prestasi terbaik untuk kota Sabang," ujarnya.
Dari sisi teknis, Ketua Tim Pelatih Hendra Santoso, "Memastikan kondisi seluruh atlit dalam keadaan prima, Alhamdulillah, seluruh atlit siap untuk bertanding, Dengan kerja keras kita semua selama dalam persiapan, kami optimis dapat meraih tiket menuju PORA 2026, kami mohon doa dan dukungan masyarakat Sabang agar tim yang diberangkatkan mampu memenuhi harapan bersama," katanya.
Acara pelepasan ditutup dengan semangat yang kuat, motivasi dari Ketua IPSI Kota Sabang, Agus Halim, selamat bertanding, jaga kekompakan dan harumkan nama Kota Sabang, Kontingen Pencak Silat Kota Sabang diharapkan mampu tampil yang terbaik lebih dari yang terbaik.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Aksi Jilid II PW KAMMI SUMUT Desak DPRD Buka Proses KPID, Minta RDP, dan Dorong Kejatisu Tindak Lanjuti Laporan
Peristiwa
Dana Desa Suka Julu Rp1,7 Miliar Disorot, Sejumlah Kegiatan Diduga Fiktif dan Tak Sesuai Pelaksanaan
Hukrim
Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan PascaPutusan MK, Singgung Risiko Ekonomi dan Stabilitas Politik
Nasional
Respons Santai KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Nasional
Ekoteologi dalam Aksi, Mahasiswa KKN UINSU Ajak Masyarakat Desa Gajah Kelola Sampah
Pendidikan
Rumah Tumbuh KKN Desa Gajah Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Edukatif bagi AnakAnak
Pendidikan
Uji komitmen "No Viral, No Justice", Kapolri Baru di Desak Segera Tolak Upaya Banding dan Jatuhkan PTDH Final Kepada Kompol DK
Peristiwa
Mahasiswa Soroti Dugaan Ketidakberesan LLTT, Tirtanadi Diminta Buka Data
Peristiwa
Gerak Cepat Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Tindak Aduan Warga, Dua Lokasi Diduga Sarang Sabu Ternyata Nihil
Hukrim