SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Jakarta, asatupro.com - Ada kabar baik dari PT Pertamina Patra Niaga, bioavtur atau sustainable aviation fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) yang diproduksi salah satu badan usaha milik negara (BUMN) ini sudah go International alias mendunia.
UCO yang diketahui umumnya merupakan limbah minyak goreng berbahan kelapa sawit berhasil dikelola sedemikian rupa oleh pihak Pertamina sehingga menjadi SAF berkualitas tinggi yang bisa mendukung industri penerbangan.
Pihak Pertamina melakukan hal ini, seperti keterangan resmi yang diperoleh asatupro.com, Senin (28/10/2024), demi memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi di sektor penerbangan melalui produksi dan distribusi SAF.
Bioavtur yang diproduksi Pertamina itu telah digunakan oleh Virgin Australia Airlines sebanyak 160 kiloliter (KL) pada perhelatan Bali International Airshow 2024 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, belum lama ini.
Baca Juga:
Kemudian, maskapai penerbangan Citilink yang merupakan anak usaha Garuda Indonesia Airlines juga telah mengonsumsi 30 KL bioavtur Pertamina dalam acara yang sama.
Begitu juga dengan helikopter Bell 407 hasil kerjasama antara Sayap Garuda Indah (SGI) dengan Bell Textron Inc menjadi helikopter pertama di Indonesia yang menggunakan bioavtur Pertamina.
Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, mengatakan bahwa pihaknya menyalurkan SAF kepada maskapai nasional Citilink sebagai bagian dari komitmen bersama.
Baca Juga:
"Dalam hal ini terhadap peta jalan atau roadmap SAF yang ditetapkan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves)," ungkap Riva Siahaan.
Sementara terkait penggunaan SAF oleh helikopter Bell 407, Riva Siahaan bilang itu merupakan proses pengadopsian Pertamina SAF secara resmi oleh pihak SGI pada saat ini.
"Bila tahun lalu Pertamina SAF telah berhasil melalui flight test pada pesawat komersial berjenis Boeing 737-800 NG, saat ini SGI resmi mengadopsi Pertamina SAF untuk helikopter Bell 407," kata Riva Siahaan.
Sekaligus, kata dia, menjadi gelikopter pertama yang menggunakan SAF di Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung upaya global dalam memerangi perubahan iklim.
Riva Siahaan mengungkapkan, distribusi SAF ini menunjukkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menyediakan solusi bahan bakar berkelanjutan untuk industri penerbangan dan sejalan dengan upaya global untuk menekan emisi karbon dan mencapai target dekarbonisasi.
"Momen penyaluran pertama SAF di Bandara Ngurah Rai, Bali, menandai bahwa Indonesia dapat beradaptasi dengan tuntutan bauran energi di industri penerbangan internasional," tutur Riva Siahaan lebih lanjut.
Selain itu, Riva Siahaan menambahkan, saat ini SAF menjadi solusi jangka menengah bagi penerbangan untuk mengurangi jejak karbon.

"Dan hal itu dilakukan tanpa memerlukan perubahan pada pesawat, infrastruktur bandara, atau rantai pasokan bahan bakar jet," ungkap Riva Siahaan.
Dia menegaskan kalau Pertamina SAF telah memenuhi berbagai standar internasional, termasuk sertifikasi karbon berkelanjutan internasional atauInternational Sustainability and Carbon Certification (ISCC).
Dalam hal ini, sambung Riva, untuk program Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dan Renewable Energy Directive-European Union (RED-EU).
"Pertamina juga memastikan bahwa SAF ini aman digunakan, memenuhi standar yang ditetapkan oleh American Society of Testing and Materials (ASTM), dan terdaftar sebagai Corsia Eligible Fuel(CEF) oleh International Civil Aviation Organization (ICAO)," bebernya lagi.

Pihaknya yakin kalau langkah baru menuju penerbangan berkelanjutan ini mampu mengurangi emisi karbon dari bahan bakar fosil yang selama ini banyak digunakan, termasuk di industri penerbangan.
"Karena Pertamina SAF merupakan campuran dari UCO atau minyak jelantah," tegas Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan