Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Jakarta,asatupro.com-Presiden Prabowo Subianto membuat langkah penting mencabut tunjangan rumah anggota DPR, meminta para Ketua Umum Partai segera menonaktifkan para kadernya yang tidak peka terhadap suasana kebathinan rakyat serta melakukan moratorium kunjungan kerja yang tidak mencerminkan penghematan dan efesiensi anggaran.
Menurut Aktivis 98 Ikhyar Velayati, tuntutan masyarakat dalam demonstrasi seminggu ini sejatinya merupakan program utama dan mendesak Presiden Prabowo.
"Apa yang Di tuntut Masyarakat dalam demonstrasi yang marak dalam minggu ini sejatinya merupakan program mendesak Presiden Prabowo yang selalu diutarakan dalam berbagai forum, saat ini Pemerintah punya mitra sejati untuk mengawal program tersebut, siapa saja yang tidak patuh terhadap program presiden tersebut, Rakyat langsung memberikan hukuman," jelas Ikhyar di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Ikhyar menambahkan, "Saat ini para pejabat dan dewan harus intropeksi diri, kerja serius untuk rakyat, jangan mencuri, jangan membuat pernyataan yang menyakiti rakyat," tambahnya.
Baca Juga:
Ikhyar memprediksi aksi demonstrasi masyarakat akan berhenti dalam waktu seminggu dan kembali normal karena tuntutan masyarakat sudah di serap dan direalisasikan oleh Pemerintah.
"Dalam waktu seminggu aktivitas akan kembali normal, karena aspirasi dan tuntutan masyarakat telah di serap oleh pemerintah, kecuali para koruptor dan oligarki mulai menunggangi aksi murni ini, karena cuma mereka yang diuntungkan jika kondisi ekonomi-politik tidak stabil," tegas Ikhyar.
Di beritakan sebelumnya, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan dengan tokoh mayarakat dari 14 Ormas Islam, para Ketua Umum Partai yang ada di parlemen dan purnawirawan secara berturut turut (30-31/8/2025) guna membahas aspirasi masyarakat yang menggelar demo di berbagai daerah dalam seminggu ini.
Baca Juga:
Pertemuan tersebut melahirkan rekomendasi dan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menerima aspirasi para demonstran yaitu : mencabut tunjangan DPR RI, moratorium kunjungan ke luar negeri serta menon aktifkan para anggota Dewan yang menyakiti hati rakyat.
"Dalam rangka menyikapi apa yang menjadi aspirasi murni dari masyarakat, saya menerima laporan dari ketua umum partai politik bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR masing-masing terhitung mulai hari Senin, 1 September 2025, yaitu terhadap anggota DPR masing-masing yang mungkin menyampaikan pernyataan-pernyataan yang keliru," kata Prabowo di Istana, Minggu (31/8/2025).
Presiden Prabowo menambahkan, "Kemudian, para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri," tutur Prabowo.
Diduga Diserang Usai Antar Doni Pacek ke Rumah Sakit, AS Nyaris Kehilangan Nyawa
Peristiwa
Lapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan Overcrowding
Daerah
Cek Jadwalnya! Penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang I TA 2027 Dibuka, Gratis dan Bisa Daftar Pakai KTP Mana Saja
Nasional
Jakarta,asatupro.comKetua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menekankan pentingnya peran pers dalam mencerdaskan ke
Nasional
Ibu Rumah Tangga di Siak Ditemukan Tewas, Anak Kandung yang Merupakan Anggota Polri Diamankan
Hukrim
Operasi Perjudian Tembak Ikan Yepta Diduga Kebal Hukum Nekat Buka Kembali di Samping Sekolah Yapim Situngaling, Karo!
Hukrim
Lapas Pasir Pangarayan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Daerah
Polres Karo Bungkam Judi Tembak Ikan Diduga Backing Oknum TNI Kian Berani Beroperasi TerangTerangan
Hukrim
AJUDAN Silaturahmi ke Kodim 0201 Medan, Perkuat Sinergi Berantas Judi dan Narkoba
Medan
Tujuh Tahun Beroperasi, SPBU Curang di Sergai Diungkap Polda Sumut Manajer dan Supervisor Ditahan
Hukrim