Sabtu, 18 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Selangkah Lagi Indonesia Mampu Produksi Bensin dari Nira Aren

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 22 November 2025 13:24 WIB
Selangkah Lagi Indonesia Mampu Produksi Bensin dari Nira Aren
Internet
Menhut Raja Juli Antoni menuangkan bioethanol berbahan nira aren ke salah satu mobil untuk kemudian dikemudian.
Bandung, asatupro.com - Setelah sukses memproduksi bensin dari kelapa sawit dan tetes tebu, selangkah lagi atau dalam waktu yang tidak lama lagi Indonesia akan mampu memproduksi bensin atau bioetanol dari nira aren.

Kepastian ini muncul seturut dengan langkah dari Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang meresmikan Pilot Bioethanol Aren di lingkungan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), belum lama ini.

Peresmian itu, seperti keterangan resmi Kementerian Kehutanan yang dikutip asatupro.com, Jumat (20/11/2025), menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat pengembangan bioenergi hijau berbasis aren, sejalan dengan agenda transisi energi Presiden Prabowo Subianto.

Menhut Raja Antoni menegaskan bahwa pilot ini bukan sekedar proyek teknis, melainkan bukti bahwa kekayaan hutan Indonesia mampu menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Baca Juga:

"Hari ini saya sangat gembira, karena apa yang kita bicarakan dan pikirkan bisa dilaksanakan. Terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah bekerjasama membantu," kata politisi kelahiran Provinsi Riau ini.

Menurut politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, langkah besar bahwa kekayaan hutan Indonesia dapat menghasilkan energi bersih yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Menhut Raja Antoni mengatakan keunggulan aren sendiri telah diperhatikan sejak lama oleh Presiden Prabowo Subianto dan ingin menjadikannya sebagai bagian dari program ketahanan energi dan membutuhkan kerjasama dari seluruh pihak.

Baca Juga:

"Pak Presiden cukup clear menyampaikan cita-cita beliau tentang pentingnya ketahanan energi. Geopolitik yang semakin tidak stabil pada ujungnya bila terjadi yang tidak diinginkan oleh kita bersama pada akhirnya masing-masing bangsa akan berpikir untuk dirinya sendiri," ucapnya.

"Oleh karena itu ketahanan energi menjadi program pasti yang harus dilaksanakan terutama oleh pihak yang memiliki kewajiban mengimplementasikan program Pak Prabowo Subianto ini," sambung Raja Juli Antoni.

Ia menjelaskan bahwa proses produksi bioetanol aren, mulai dari penyadapan nira, pengolahan, hingga penggunaan bahan bakar bioethanol kini benar-benar dapat diuji dan dimanfaatkan.

Menteri Raja menegaskan bahwa aren adalah salah satu komoditas paling potensial untuk menopang kebutuhan bioetanol nasional, sebab aren juga dapat tumbuh baik di bawah tegakan hutan mampu hidup di lereng yang tidak cocok untuk tanaman lain.

"Dengan produktivitasnya yang tinggi dan ketersediaannya yang stabil, aren dapat menjadi salah satu pilar pemenuhan kebutuhan bioetanol nasional," kata Raja Juli Antoni.

"Ketika nilai ekonominya meningkat, masyarakat akan memiliki insentif kuat menjaga tutupan hutan dan mencegah alih fungsi lahan," ujar Menhut Raja Antoni.




Menteri Raja juga menyebut keberhasilan bioetanol aren sangat ditentukan oleh masyarakat. Pilot ini mengolah nira aren dari kelompok perhutanan sosial (perhutsos) dan koperasi desa, sehingga rantai pasok energi hijau ini langsung menguntungkan masyarakat.


Di acara itu, Menhut juga melakukan pengisian bahan bakar dengan kandungan bioethanol aren ke mobil yang telah disiapkan, lantas mencoba mengendarainya

Dalam kesempatan yang sama, Menhut Raja Antoni juga berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan adanya "Training for the Trainers Program Percepatan Aren" dengan tujuan untuk menyiapkan infrastruktur nasional dari berbagai provinsi.

Program ini bekerja sama dengan Pertamina, PNRE, PGE, BRIN, BP2SDM Kemenhut dan tim percepatan aren yang dipimpin Penasehat Utama Menhut Willie Smits yang juga ahli konservasi dan mikrobiologi.

Dalam kegiatan ini Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga melakukan penanaman pohon bersama masyarakat di wilayah tersebut.

Acara penanaman ini juga disertai penyerahan bibit pohon produktif MPTS dan buah-buahan sebanyak kurang lebih 26.000 bibit.

Adapun dengan penanaman ini diharapkan daerah aliran sungai (DAS) akan terjaga, hutan lestari, dan masyarakat mendapatkan kesejahteraan dari buah yang dihasilkan oleh bibit-bibit produktif itu nantinya.


Acara juga dilanjutkan dengan pelepasliaran elang alap-alap besra (Tachyspiza virgata) sebagai simbolisasi upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati yang terus dijaga di wilayah Kamojang.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ditengah Ketidakpastian Ekonomi Hari Ini, MBG Justru Dikelola Dengan Kacau Balau
Ramadan Bersama Gerindra Sumut: Santunan Anak Yatim hingga Hadiah Buku Prabowo
Indonesia Menggugat : Api Perjuangan Ermanto Usman Tidak Boleh Berhenti Sampai Disini
Pernyataan Sikap Resmi DPC GMNI Jakarta Timur
Brimob Tebing Tinggii Bergotong Royong Bersihkan Lingkungan Pasar Sakti
Mintarsih Sudah Prediksi Kekacauan soal Pasar Modal dan Otoritas Akan Sampai ke Presiden
komentar
beritaTerbaru