Kejuaraan karate antar Pelajar Se-Kabupaten Dairi Tahun 2026 Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Dairi
Kejuaraan karate antar Pelajar SeKabupaten Dairi Tahun 2026Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Dairi
Daerah
Medan,asatupro.com-Ini salah bukti; Walikota Medan Rico Waas, banci dan penakut. Terhadap toke bangunan tanpa PBG (persetujuan bangunan gedung) saja dia tidak berani, konon pula beberapa hari lalu berhadapan dengan para pedagang babi.
Ungkapan ini keluar dari mulut wong cilik, warga sekitar Jalan Rajawali. Bukan orang besar, bukan pula publik figur. Ya dari orang kecil sebut saja namanya Efni.
Dia berani menyebut bahwa Rico Waas banci karena miris melihat pembangunan tanpa mengantongi PBG makin marak di kota ini. Salahsatunya di Jalan Rajawali simpang Jalan Pesantren, Kecamatan Medan Sunggal.
Meski tanpa PBG, sang toke bebas mendirikan gudang. Anehnya aparat setempat diam. Kepling, bahkan lurah tak mungkin tak tahu. Buktinya saat akan dilakukan mediasi antara Albert, antek-antek toke gudang dengan mantan sekuriti Harun, Kepling akan dlibatkan.
Baca Juga:
Mediasi dilakukan karena Albert sempat anggar-anggar beking. Dia menuduh Harun berkhianat dengan membocorkan informasi soal ketiadaan PBG gudang ke publik. Albert murka dan sempat bilang; "Kamu (Harun) orang kecil, kami orang besar. Nggak akan menang lawan orang besar. 10 orang TNI bisa saya suruh datang ke tempat kamu," begitu kira-kira Albert mengintimidasi Harun.
Nah untuk mediasi, Albert ingin Kepling dan personel Babinsa setempat dilibatkan. Namun gagal, karena Kepling mundur teratur lantaran tak menguntungkan baginya terjadi mediasi. Artinya, Kepling tahu gudang tak memiliki PBG.
Kenapa Kepling tidak langsung tegas saja kepada Albert, karena tidak mengantongi PBG? Desas-desus menyebut, aparat setempat gentar dengan bekingnya Albert. Benarkah Albert kuat?
Baca Juga:
Mana lebih kuat Albert atau Rico Waas. Ntahlah!!!
Sekadar tahu, gudang tanpa PBG ini mendadak jadi sorotan warga. "Ini jelas merugikan kas daerah. Setiap bangunan wajib urus PBG, itu aturannya. Jangan sampai ada pengecualian," ketus seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Senin (16/03/2026).
Meski berdiri mencolok, aparat Kelurahan Medan Sunggal seolah tak melihat adanya pelanggaran. Pembiaran ini pun memicu mosi tidak percaya dari masyarakat terhadap kinerja aparatur di tingkat bawah.
Warga mendesak Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk segera mengevaluasi kinerja jajaran Kelurahan Medan Sunggal. Mereka khawatir, sikap "tutup mata" ini menjadi celah bagi oknum-oknum tertentu untuk bermain mata dengan pengembang.
"Jangan sampai kelurahan jadi ladang bermain bagi oknum tak bertanggung jawab. Kalau dibiarkan, ini jadi preseden buruk. Orang yang taat aturan malah merasa dicederai keadilannya," tegas warga lainnya dengan nada geram.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Medan Sunggal belum memberikan keterangan resmi terkait menjamurnya bangunan tanpa izin di wilayah hukumnya tersebut. (Tim)
Kejuaraan karate antar Pelajar SeKabupaten Dairi Tahun 2026Memperebutkan Piala Bergilir Bupati Dairi
Daerah
Ketum DPP BIMANTARA Bobby Chayadi Hari Buruh Sedunia, Momentum Merajut Kebersamaan Pemerintah Pekerja & Pengusaha
Medan
&lrmPengelola Judi Tembak Ikan di Namorambe Bernama Dedi dan Santi Tak Takut Aparat?
Hukrim
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) atau Milad ke24.
Politik
TP. PKK Provinsi Sumut Melakukan Supervisi ke Kabupaten Dairi
Daerah
Pemerintah Kabupaten Dairi Lakukan Gotong Royong Tangani Jalan Rusak Di Ruas Jalan Pakpak Sidikalang
Daerah
Pemkab Dairi Salurkan 6 Unit Alsintan Bantuan Dari Kementerian Pertanian melalui Jalur Aspirasi Anggota DPR RI
Daerah
Polsek Siantar Barat Amankan Tiga Orang Positif Pengguna Sabu di Jalan Jintar Saragih
Hukrim
Polres Dairi Paparkan Hasil Ungkap Kasus Narkoba Sejak Bulan Januari, 43 Tersangka Turut Diamankan
Daerah
Jakarta,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersinergi dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia berhasil dalam mengeksekus
Hukrim