Selasa, 17 Maret 2026
Menyambut Puasa

OPS Keselamatan Toba 2026 Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif

Khairuddin Tanjung - Kamis, 12 Februari 2026 12:44 WIB
OPS Keselamatan Toba 2026 Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
Personil Lantas Dalam Pelaksanaan OPS Keselamatan Toba 2026 Selalu diawasi Perwira dan Provost. (Humas Poldasu)
Medan,asatupro.com-Memasuki hari ke-10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Poldasu terus mengintensifkan upaya edukasi, sosialisasi, serta pengawasan di lapangan guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Berdasarkan data penegakan hukum (Gakkum) hingga Rabu (11/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.322 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar 56,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.052 kasus.

Penindakan melalui sistem tilang elektronik (ETLE) tercatat sebanyak 252 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 52 kasus. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun drastis menjadi 66 kasus dari sebelumnya 905 kasus. Teguran kepada pelanggar juga menurun menjadi 969 dibandingkan 2.095 pada tahun lalu.

Selain itu, petugas turut menindak 6 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 29 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga:

Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari ke-10, total penindakan tercatat sebanyak 10.667 tindakan, dengan rincian ETLE 1.692 kasus, non-ETLE 604 kasus, teguran 8.265, penindakan travel ilegal 17 kasus, serta ODOL sebanyak 89 kasus.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa tren penurunan pelanggaran menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung.
"Operasi Keselamatan Toba 2026 lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi serta himbauan kepada masyarakat.

Penurunan angka pelanggaran hingga lebih dari 56 persen ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat," ujarnya.

Baca Juga:

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, khususnya terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Operasi Keselamatan Toba 2026 di hari ke-10 menunjukkan tren yang semakin positif, seiring sinergi antara edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang terukur di seluruh wilayah Sumatera Utara.**

Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polres Tanah Karo Gelar Operasi Ketupat Toba 2026, Amankan Arus Mudik dan Aktivitas Lebaran
Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr.Agustatius Sitepu, S.Sos.,M.Si.,M.Han Hadiri Penutupan TMMD ke-127 di Kuansing
Wakapoldasu Pimpin Tim Safari Ramadhan 1447 H Poldasu  ke Batubara
Dari Lapak Sayur ke Ruang Sidang: Maya Sari Harahap Didakwa Keroyokan Saat Selamatkan Suami Dari Hujan Pukulan
Tersangka Kasus Tambang Ilegal di Perbatasan Tapsel-Madina Bertambah Menjadi 17 Orang Tersangka
Kapolda Sumut Tegaskan: Jaga Marwah Institusi, Zero Pelanggaran Tanpa Kompromi
komentar
beritaTerbaru