Polisi Ungkap Curas di Toko Emas Tapaktuan, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan.
Daerah
Medan,asatupro.com-Polemik kelebihan bayar anggaran perjalanan dinas di Sekretariat DPRD Kota Medan terus menjadi sorotan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBD 2023 mengungkap adanya dugaan kelebihan pembayaran senilai Rp4,4 miliar.
Temuan ini menuai reaksi keras dari berbagai kalangan, salah satunya dari Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU). Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera turun tangan memeriksa Sekretaris beserta pejabat terkait dan anggota DPRD Medan periode 2019 - 2024.
Menurut Azhari, angka kelebihan pembayaran sebesar miliaran rupiah tersebut jelas-jelas merugikan keuangan negara. Ia menilai, jika tidak segera ditindaklanjuti, maka temuan BPK ini berpotensi hanya menjadi catatan tanpa konsekuensi hukum.
"Ini kan sudah menjadi temuan resmi BPK. Sehingga ada kewajiban dari Sekretaris DPRD Medan agar segera mengembalikan kelebihan bayar itu ke kas daerah. Kalau tidak dikembalikan, patut diduga ada penggunaan dana fiktif.
Baca Juga:
Kejatisu harus bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini, apalagi sudah melewati batas waktu 60 hari, "tegas Azhari saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Minggu (21/9/2025).
Indikasi Penyalahgunaan dan Potensi Dana Fiktif
Azhari menambahkan, dugaan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas tidak bisa dianggap persoalan sederhana. Kelebihan pembayaran dalam jumlah besar membuka ruang kecurigaan publik bahwa praktik fiktif bisa saja terjadi, terutama jika bukti pertanggungjawaban kegiatan perjalanan dinas tidak dapat ditelusuri dengan jelas.
Baca Juga:
Ia menekankan perlunya penegakan hukum yang tegas agar kasus serupa tidak berulang setiap tahun. "Ini bukan hanya soal angka Rp4,4 miliar, tapi soal moral dan tata kelola keuangan negara. Jika dibiarkan, maka publik akan semakin apatis terhadap kinerja DPRD Medan," katanya.
Dorongan Audit Lanjutan 2023–2025
Selain menyoroti temuan BPK tahun 2023, LIPPSU juga mendorong agar Kejatisu melakukan perbandingan penggunaan anggaran perjalanan dinasDPRD Medan dari tahun 2023 hingga 2025.
Menurut Azhari, tren kenaikan atau penurunan anggaran bisa menjadi indikator penting untuk menilai apakah penggunaan dana perjalanan dinas memang wajar atau justru semakin membengkak tanpa pertanggungjawaban yang jelas.
"Nah, kita harus bandingkan, apakah dari 2023 sampai 2025 anggaran perjalanan dinasDPRD Medan makin meningkat? Kalau meningkat, maka ada potensi besar bahwa praktik fiktif terus berlangsung. Masyarakat berhak tahu, karena ini menyangkut uang rakyat," jelasnya.
Sorotan Publik dan Tuntutan Transparansi
Kasus ini semakin menyedot perhatian publik di tengah sorotan terhadap pengelolaan anggaran pemerintah daerah.
Azhari menilai DPRD sebagai lembaga legislatif seharusnya menjadi teladan dalam pengelolaan keuangan. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan adanya dugaan penyimpangan serius.
"Yang kita butuhkan sekarang adalah transparansi. Semua laporan perjalanan dinas harus terbuka, lengkap dengan administrasi dan bukti-bukti yang sah. Kalau benar ada perjalanan dinas, tunjukkan buktinya. Jangan sampai uang rakyat hilang begitu saja tanpa pertanggungjawaban," pungkas Azhari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Kota Medan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan BPK maupun desakan LIPPSU agar Kejatisu segera turun tangan.
Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan.
Daerah
Wakil Bupati Dairi Melayat ke Rumah Duka Korban Kecelakaan Sibolangit, Sampaikan Belasungkawa Mendalam kepada Keluarga
Daerah
Hampir Sembilan Bulan Belum Ditangkap, PERMAHI Desak Percepatan Penanganan Kasus Dugaan Pencabulan Anak
Peristiwa
Mubes KeV PSSAB Indonesia Berlangsung Sukses, Sudung Situmorang Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026&ndash2031
Nasional
Warga Sinaksak Laporkan Oknum Diduga Panitera PN Pematangsiantar ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan
Peristiwa
Gelar Upgrading & Rakercab, Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025&ndash2027 Siap Mewujudkan CitaCita "Jakarta Timur Rumah Marhaenis"
Nasional
Keluarga Besar PSSAB Indonesia Gelar Musyawarah Besar keV di Medan, Perkuat Solidaritas dan Regenerasi Organisasi
Nasional
Viral Dituduh Simpanan Eks Jampidsus Febrie, Advokat Yuenchi Arwindi Sumpah Sekaligus Ancam Lapor
Nasional
Kuasa Hukum Antonius Devolis Tumanggor Tegaskan Hormati Proses Hukum, Ajak Publik Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
Peristiwa
Tragedi di Jalur MedanBerastagi, Truk Fuso Diduga Rem Blong Libas 8 Kendaraan, 4 Orang Tewas dan 8 LukaLuka
Hukrim