Rabu, 29 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal

Hendrik Hutabarat - Kamis, 05 Maret 2026 10:27 WIB
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Dok. BEI Sumut
Muhammad Pintor Nasution selaku Kepala PT BEI Perwakilan Sumut memaparkan soal perkembangan pasar modal di Sumut, Rabu (4/3/2026 sore
Medan, asatupro.com - Pihak otoritas pasar modal di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), telah melakukan berbagai cara untuk melakukan edukasi soal pentingnya saham dimiliki masyarakat.

Untuk Sumut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan banyak sosialisasi, edukasi, bahkan membangun galeri investasi di berbagai kabupaten dan kota, baik di Kota Medan, Tebingtinggi, Kabupaten Langkat, dan lainnya.

Namun, kata Pintor Nasution selaku Kepala PT BEI Perwakilan Sumut, hal itu dirasa "harus kencang" dari sebelumnya karena ada sejumlah hal yang fundamental, baik dari sisi demografi, kultural, maupun keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

Semuanya itu diungkapkan Pintor Nasution kepada para wartawan saat acara berbuka puasa bersama di Restoran Kodagu, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:

"Kalau untuk infrastruktur sepertinya enggak (masalah lagi -bred) lah, ya. Kan sekarang jalan sudah banyak yang bagus, tol juga sudah ada," ujar Pintor Nasution.

"Tapi memang melakukan edukasi pasar modal ke 33 kabupaten dan kota di Sumut itu jadi tantangan tersendiri. Provinsi kita ini cukup luas," ucap Pintor Nasution.

Sejauh ini, ungkapnya, edukasi yang nampak merata terjadi di Medan sebagai ibukota Sumut, diikuti Deli Serdang, Langkat, Tebingtinggi, Pematang Siantar, dan sekitarnya.

Baca Juga:

Hal ini ditandai dengan tingginya jumlah investor saham, termasuk saham syariah, di wilayah pantai timur Sumut ini, baik dari sisi jumlah investasi maupun dari keragaman jumlah investor.




"Seperti investor dari generasi milenial, Gen Z, ASN, pegawai, atau karyawan, atau pun ditinjau dari sisi gender. Nah, di daerah-daerah ini, khususnya kota Medan, jumlah investornya tumbuh pesat," kata dia.


Sebaliknya, Pintor Nasution mengatakan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau pun lembaga-lembaga sekuritas yang berkantor di kota Medan, harus bekerja keras agar perkembangan positif di wilayah pantai timur bisa terjadi juga di wilayah pantai barat, serta di kawasan Asahan Labuhanbatu (Aslab) Raya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan membangun Hub atau kantor penghubung atau kantor cabang seperti yang dilakukan oleh OJK di sejumlah tempat di pulau Jawa, Pintor Nasution memberikan tanggapan yang positif.

"Namun problem utama kita (dalam melakukan edukasi pasar modal ke masyarakat - red) adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) handal untuk melakukan edukasi tersebut," kata dia

"Enggak gampang dan enggak sembarangan juga untuk menjadi edukasi pasar modal, harus menjalani pelatihan dan ujian, harus tersertifikasi," ucapnya.

"Dan, biayanya mahal, sekitar Rp 3,8 juta per orang. Itu kalau pesertanya lulus, kalau enggak lulus, bagaimana? Tapi kalau lulus, percayalah, mereka pasti laku, tidak akan menjadi pengangguran karena banyak dicari, termasuk oleh lembaga sekuritas," kata dia.

Problem lainnya, beber Pintor, adalah soal kultural, terutama persepsi, warga lokal terkait investasi di pasar modal yang dinilai masih asing dan tidak cukup membuat warga tertarik

"Pernah di masa-masa awal saya di BEI Sumut dulu, jumlah investor saham di salah satu daerah di kawasan Tapanuli itu cuma satu," ungkapnya.

"Jangan-jangan yang satu itu cuma Bupatinya. Tapi sekarang jumlah investor saham di daerah yang saya sebut tadi sudah naik signifikan," kata dia.




Yang enggak kalah menarik, ungkapnya, adalah kebiasaan masyarakat di wilayah Pulau Nias yang lebih banyak meminati asuransi ketimbang saham atau pasar modal.


"Semuanya ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami di BEI. Kami siap bekerjasama dengan pihak manapun dalam melakukan edukasi pasar modal," ucap dia..

"Enggak kami kutip biaya. Bahkan kami keluar duit sendiri untuk transport dan penginapan kami. Yang penting ada banyak orang yang ingin diedukasi soal pasar modal," tegas Muhammad Pintor Nasution.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sumut Raih Juara I Creative Financing Kemendagri, Bunda Yin: Bukti Kepemimpinan Bobby Nasution Berkah dan Inovatif
Judi Tembak Ikan Cici GBM99 'Dipelihara' Menjamur di Belawan, Warga Resah – Aparat Dinilai Tutup Mata
Reskrim Polsek Bandar Huluan Ringkus Tiga Pelaku Curat dalam Satu Malam, Kerugian Korban Capai Rp 14,5 Juta
Capai Angka Tertinggi, Stok Beras Bulog Sumut Melimpah
Ngopi Kamtibmas di Medan, Baharkam Polri Perkuat Kolaborasi Warga Dan Ojol Jaga Keamanan
Pekerjaan Peningkatan Jalan Penghubung Antar Dusun di Desa Pasar Rawa Terus Dikebut, Ini Hasilnya
komentar
beritaTerbaru