Komitmen Dukung Program Pemkab Dairi, Pengurus F.SPTI Siempat Nempu Pilih Kerja Nyata di Tengah Masyarakat
Komitmen Dukung Program Pemkab Dairi, Pengurus F.SPTI Siempat Nempu Pilih Kerja Nyata di Tengah Masyarakat
Daerah
Untuk Sumut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan banyak sosialisasi, edukasi, bahkan membangun galeri investasi di berbagai kabupaten dan kota, baik di Kota Medan, Tebingtinggi, Kabupaten Langkat, dan lainnya.
Namun, kata Pintor Nasution selaku Kepala PT BEI Perwakilan Sumut, hal itu dirasa "harus kencang" dari sebelumnya karena ada sejumlah hal yang fundamental, baik dari sisi demografi, kultural, maupun keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Semuanya itu diungkapkan Pintor Nasution kepada para wartawan saat acara berbuka puasa bersama di Restoran Kodagu, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga:
"Kalau untuk infrastruktur sepertinya enggak (masalah lagi -bred) lah, ya. Kan sekarang jalan sudah banyak yang bagus, tol juga sudah ada," ujar Pintor Nasution.
"Tapi memang melakukan edukasi pasar modal ke 33 kabupaten dan kota di Sumut itu jadi tantangan tersendiri. Provinsi kita ini cukup luas," ucap Pintor Nasution.
Sejauh ini, ungkapnya, edukasi yang nampak merata terjadi di Medan sebagai ibukota Sumut, diikuti Deli Serdang, Langkat, Tebingtinggi, Pematang Siantar, dan sekitarnya.
Baca Juga:
Hal ini ditandai dengan tingginya jumlah investor saham, termasuk saham syariah, di wilayah pantai timur Sumut ini, baik dari sisi jumlah investasi maupun dari keragaman jumlah investor.

"Seperti investor dari generasi milenial, Gen Z, ASN, pegawai, atau karyawan, atau pun ditinjau dari sisi gender. Nah, di daerah-daerah ini, khususnya kota Medan, jumlah investornya tumbuh pesat," kata dia.
Saat disinggung mengenai kemungkinan membangun Hub atau kantor penghubung atau kantor cabang seperti yang dilakukan oleh OJK di sejumlah tempat di pulau Jawa, Pintor Nasution memberikan tanggapan yang positif.
"Namun problem utama kita (dalam melakukan edukasi pasar modal ke masyarakat - red) adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) handal untuk melakukan edukasi tersebut," kata dia
"Enggak gampang dan enggak sembarangan juga untuk menjadi edukasi pasar modal, harus menjalani pelatihan dan ujian, harus tersertifikasi," ucapnya.
"Dan, biayanya mahal, sekitar Rp 3,8 juta per orang. Itu kalau pesertanya lulus, kalau enggak lulus, bagaimana? Tapi kalau lulus, percayalah, mereka pasti laku, tidak akan menjadi pengangguran karena banyak dicari, termasuk oleh lembaga sekuritas," kata dia.
Problem lainnya, beber Pintor, adalah soal kultural, terutama persepsi, warga lokal terkait investasi di pasar modal yang dinilai masih asing dan tidak cukup membuat warga tertarik
"Pernah di masa-masa awal saya di BEI Sumut dulu, jumlah investor saham di salah satu daerah di kawasan Tapanuli itu cuma satu," ungkapnya.
"Jangan-jangan yang satu itu cuma Bupatinya. Tapi sekarang jumlah investor saham di daerah yang saya sebut tadi sudah naik signifikan," kata dia.

Yang enggak kalah menarik, ungkapnya, adalah kebiasaan masyarakat di wilayah Pulau Nias yang lebih banyak meminati asuransi ketimbang saham atau pasar modal.
"Enggak kami kutip biaya. Bahkan kami keluar duit sendiri untuk transport dan penginapan kami. Yang penting ada banyak orang yang ingin diedukasi soal pasar modal," tegas Muhammad Pintor Nasution.
Komitmen Dukung Program Pemkab Dairi, Pengurus F.SPTI Siempat Nempu Pilih Kerja Nyata di Tengah Masyarakat
Daerah
PT Pelindo Terminal Petikemas Tambah Alat Bongkar Muat di PMT Terminal Belawan
Medan
Kodaeral I Siap Menjawab Tantangan Tugas Masa Depan
Medan
Perkuat Keharmonisan dengan Masyarakat, Korem 022/PT Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga
Olahraga
Bobby Sihite Ucapan Jaksa Agung Harus Dibuktikan dengan Penegakan Hukum yang Konsisten
Nasional
Viral Video Prajurit Bersenjata di Polda Metro Jaya, Mabes TNI Akhirnya Beri Penjelasan
Nasional
Indonesia Ukir Sejarah, Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pertama di Dunia
Nasional
Perjudian Diduga Milik Berinisial AJU Beroperasi Terbuka di Wilayah Hukum Polres Binjai, Warga Pertanyakan Penegakan Hukum
Hukrim
Polresta Deli Serdang Bungkam, Ada Apa di Balik Beroperasinya Arena Bos Judi Sabung Ayam & Dadu &039AWI&039 Batang Kuis?
Hukrim
Dewan Pers dan KPPU Bahas Dominasi Platform Digital yang Ancam Ekosistem Pers
Nasional