Selasa, 13 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal

Hendrik Hutabarat - Kamis, 05 Maret 2026 10:27 WIB
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Dok. BEI Sumut
Muhammad Pintor Nasution selaku Kepala PT BEI Perwakilan Sumut memaparkan soal perkembangan pasar modal di Sumut, Rabu (4/3/2026 sore

Sebaliknya, Pintor Nasution mengatakan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), atau pun lembaga-lembaga sekuritas yang berkantor di kota Medan, harus bekerja keras agar perkembangan positif di wilayah pantai timur bisa terjadi juga di wilayah pantai barat, serta di kawasan Asahan Labuhanbatu (Aslab) Raya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan membangun Hub atau kantor penghubung atau kantor cabang seperti yang dilakukan oleh OJK di sejumlah tempat di pulau Jawa, Pintor Nasution memberikan tanggapan yang positif.

"Namun problem utama kita (dalam melakukan edukasi pasar modal ke masyarakat - red) adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) handal untuk melakukan edukasi tersebut," kata dia

"Enggak gampang dan enggak sembarangan juga untuk menjadi edukasi pasar modal, harus menjalani pelatihan dan ujian, harus tersertifikasi," ucapnya.

Baca Juga:

"Dan, biayanya mahal, sekitar Rp 3,8 juta per orang. Itu kalau pesertanya lulus, kalau enggak lulus, bagaimana? Tapi kalau lulus, percayalah, mereka pasti laku, tidak akan menjadi pengangguran karena banyak dicari, termasuk oleh lembaga sekuritas," kata dia.

Problem lainnya, beber Pintor, adalah soal kultural, terutama persepsi, warga lokal terkait investasi di pasar modal yang dinilai masih asing dan tidak cukup membuat warga tertarik

"Pernah di masa-masa awal saya di BEI Sumut dulu, jumlah investor saham di salah satu daerah di kawasan Tapanuli itu cuma satu," ungkapnya.

Baca Juga:

"Jangan-jangan yang satu itu cuma Bupatinya. Tapi sekarang jumlah investor saham di daerah yang saya sebut tadi sudah naik signifikan," kata dia.




Yang enggak kalah menarik, ungkapnya, adalah kebiasaan masyarakat di wilayah Pulau Nias yang lebih banyak meminati asuransi ketimbang saham atau pasar modal.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Buat Rumit Pelapor, Pelapor Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kasat Reskrim Polrestabes Medan
Judi Tembak Ikan Marak di Kecamatan Merek, Nama “Lundu” Disebut Warga, Polres Tanah Karo Didesak Bertindak!
GEBRAKAN BESAR DI JERMAL! Polda Sumut, TNI, dan BNN Turun Bersama, Lima Orang Diamankan
GEMPAR! Warga Pematangsiantar Klaim Dimintai Ratusan Juta Terkait Kasus TPPO, Kapolda Sumut Ditantang Bongkar Dugaan 'Pengkondisian Perkara'
Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026
KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka, Sutrisno Pangaribuan: Siapa “Sutradara” di Balik Kasus Jalan BBPJN Sumut?
komentar
beritaTerbaru